ENDING LOVE

ENDING LOVE
BAB 70


__ADS_3

Sesampainya Adit dirumah Chloe segera menyuruh dia makan malam. Adit terlihat sangat lelah. Namun ia makan dengan melamun.


"Oh ya sayang, besok kita ke Bandung ya. Aku kasihan sama Tasya" ucap Adit tiba-tiba


"Kalau kamu masih capek, jangan dulu Mas. Nanti aku bujuk Tasya aja."


"Aku nggak tega lihat Aca sayang"


"Hmm boleh nggak aku malam ini tidur sama Tasya?"


"Boleh sayang. Kalau gitu aku tidur sama Yuda ya?" Mereka akhirnya membagi tugas masing-masing. Terlihat raut wajah lega Chloe . Begitu ingin nya dia memiliki anak perempuan. Tidur dengan Tasya saja sudah membuat Chloe bahagia.


Di kamar Tasya, Chloe membacakan dongeng dan sesekali mengelus-elus rambut Tasya.


"Tante, Bunda sama Adik gimana? Aca kangen"


"Iya sayang, Tante udah telepon Ayah. Tapi Ayah nggak angkat. Mungkin Ayah lagi tidur tadi. Besok kita telepon lagi yaa"


"Tante, Aca mau tidur sama Tante. Tapi Tante harus peluk Aca yaa. Kayak biasanya Bunda peluk Aca waktu tidur." Permintaan yang sangat polos.


"Boleh. Adik juga maunya tidur sama Kak Aca nih." Tasya mengelus perut Chloe dan sesekali menciumnya.

__ADS_1


Lain dengan Yuda dan Adit. Kedua lelaki itu tengah memikirkan keadaan Papi Derry. Sesekali Yuda menghibur Adit dan membuatnya bisa tertawa lepas.


"Pa. Opa nggak apa-apa kan? Yuda besok boleh nggak ikut nengok Opa?"


"Tapi kasihan Mama Nak. Mama mu nanti takut lagi sendirian."


"Kita ajak aja Mama sama Aca Pa"


"Iya-iya besok Papa ajak Mama. Sekalian mau priksain adik kamu" Yuda mengangguk senang. Ia juga sangat penasaran adiknya itu perempuan atau laki-laki. Yuda sangat berharap adiknya itu perempuan.


Esoknya Adit dan Chloe tengah bersiap untuk ke rumah sakit menjenguk Papi Derry. Mereka membeli se keranjang buah-buahan untuk Mami Ajeng.


"Nggak apa-apa Nak. Papi masih belum sadar"


"Mami sabar yaa. Oh ya Mi, 30 menit lagi Chloe mau periksa kandungan. Boleh nggak Chloe nitip Yuda sama Aca sebentar aja"


"Boleh sayang. Biar Mami ada temen juga"


30 menit kemudian Chloe dan Adit sudah bersiap di untuk memeriksa kandungan Chloe. Dokter Intan menjelaskan bahwa memang kandungan Chloe sedikit lemah. Dan Dokter Intan tak henti-hentinya untuk menyarankan agar Chloe istirahat extra.


Dokter Intan juga melakukan USG untuk kandungan Chloe. Meski memang belum bisa melihat jenis kelamin anaknya , tapi Adit sangat bahagia melihat tumbuh kembang anak keduanya.

__ADS_1


Beberapa hari kemudian, Reyhan sudah kembali ke Jakarta. Terlihat juga Dinda sudah sehat dengan menggendong bayi perempuan mungil. Mereka sengaja tak memberitahukan kedatangan mereka ke Jakarta karena ingin memberi kejutan untuk Tasya.


Reyhan dan Dinda tiba di rumah Adit ketika sudah sore. Mereka melihat Chloe sedang menyirami bunga dengan Tasya.


"Bunda..." Tasya berlari dan memeluk Dinda


"Hei sayang, Bunda kangen banget sama kamu. Adik juga kangen nih sama kamu. Dia perempuan, cantik kayak kamu. Namanya Denis sayang" Denis pun bergerak-gerak ketika Tasya menyentuh pipi mungilnya.


"Chloe .. makasi banget kamu udah jagain Tasya. Maaf aku ngerepoting selama beberapa hari ini"


"Apa sih kayak sama siapa aja Din. Tasya betah kok disini. Dia tidurnya sama aku"


"Tapi tiap malem nangis, kangen Bunda sama adik katanya" ucapnya lagi sambil berbisik. Dan di tanggapi gelak tawa oleh Dinda.


"Adit mana ?" Tanya Reyhan


"Mas Adit di rumah sakit Mas. Papi sakit. Asmanya kambuh"


"Loh berarti kamu sendiri dong jagain Tasya sama Yuda?"


"Nggak apa-apa. Hitung-hitung latihan Din, bentar kan mau dua nih." Mereka pun tertawa.

__ADS_1


__ADS_2