ENDING LOVE

ENDING LOVE
BAB 8


__ADS_3

Keesokan hari nya aku terbangun dengan wajah sangat sembab dan pucat. Kepalaku teramat sakit. Bahkan masih ada sisa -sisa air mata di pipiku. Aku tidak habis pikir bahwa Dewa akan sejahat ini padaku. Kemarin saja aku masih bisa merasakan cintanya yang begitu dalam untukku. Aku membuka box yang berada dibawah tempat tidurku. Disana aku selalu menyimpan bunga yang diberikan Dewa, bahkan sampai mengering. Aku mengambil satu persatu bunga yang sudah kering. 


Pada bunga terakhir aku membaca kartu ucapan disana bertuliskan "Terima kasih sayang, sudah menerima ku. Aku janji akan selalu menjagamu". Dulu Dewa memberikan bunga itu lengkap dengan 10 bungkus coklat . Aku semakin menangis membacanya. Aku sungguh masih ingat semuanya. Kejadian tadi seolah mimpi bagiku, Mama yang sudah berdiri di pintu melihatku terisak.


"Kamu kenapa Nak?" tanya Mama menghampiriku


"Dewa ninggalin aku Ma, tadi dia ajak Oi jalan-jalan. Tapi bukan jalan-jalan seperti biasanya, Dewa memutuskan hubungan kami." jelasku sambil terus terisak


"Udah, sabar. Dewa itu anak baik, Mama tahu kalian saling mencintai. Tapi kalian berbeda agama sayang. Kamu nggak mungkin ikut agama Dewa. Mama yakin kamu akan segera menemukan yang terbaik. Dan yang tentunya satu keyakinan dengan mu." jelas Mama sambil memelukku erat.


"Makasih Ma." ucapku serak


"Yaudah, kita sarapan dulu yuk. " ajak Mama dan aku balas dengan anggukan.


1 bulan kemudian.........

__ADS_1


Aku sudah mulai menjalankan bisnis properti Papa. Dan aku juga sudah dapat info tentang kampus yang sesuai dengan kemampuanku. Hari ini aku akan menuju ke kampus, aku memakai atasan crop top sebatas pinggang , memakai celana jeans dan sepatu . Entah mengapa hari ini adalah hari yang sangat mendebarkan. Rencananya aku akan menyerahkan formulir pendaftaran ku. 


Hari sudah menunjukkan pukul 9 pagi, terik matahari yang sudah mulai panas . Tetapi tidak mematahkan keceriaanku pagi ini. Sudah satu bulan lamanya juga Dewa tidak mengabariku. Aku sangat rindu duduk bersebelahan dengannya di mobil, menggenggam tangannya, mengusap pipinya. Dan melihat nya tersenyum tulus. Suasana kampus lumayan ramai karena banyak yang akan mendaftar disana.


Aku langsung masuk kedalam. Sekitar 30 menit aku pun sudah keluar dari ruangan khusus untuk mengumpulkan data pendaftaran. Karena sangat panas aku singgah sebentar di cafe kampus. Aku berjalan melewati para lelaki yang sedang asyik mengobrol di halaman cafe, ada sekitar 5 orang disana yang juga asyik memandangiku. Cafe di kampusku ini cukup luas, bahkan hendak masuk ke dalam pun harus melewati taman yang sedikit luas. Disanalah para lelaki-lelaki itu duduk, mereka hendak menggodaku.


"Hai.. cantik. Kamu masuk jurusan apa?" tanya lelaki yang tiba-tiba saja menghampiriku.


"Aku jurusan sastra inggris kak, maaf kak permisi." aku menjawab tanpa melihat wajahnya dan langsung bergegas pergi namun lelaki itu menahanku. Terdengar aneh memang, aku SMA mengambil IPS tetapi malah kuliah jurusan sastra. 


"A..aku Chloe kak. Maaf aku duluan." aku berlari kecil meninggalkannya


"Menggemaskan." batin Dedi


"Woi, senyum-senyum mulu. Lo naksir ya sama anak baru itu?" tanya Yuda teman Dedi.

__ADS_1


"Kepo banget lo. Udah ah gue mau pulang" jawab Dedi dan langsung segera berlari menuju area parkir


Tanpa sengaja ternyata Dedi bertemu lagi dengan ku di area parkir. Dia melihatku sedang cemas menunggu Mama yang tak kunjung datang. Dan tak lama Mama menelepon ku bahwa dia ada urusan mendadak bersama Papa. Aku terpaksa harus memesan taksi online dan menunggu lagi.


"Hai, ketemu lagi. Kamu nunggu siapa?" tanya Dedi tiba-tiba menghampiriku


"Eh kak, aku mau pulang lagi mau pesen taksi online. Kakak mau kemana?" tanyaku


"Kebetulan aku juga mau pulang, aku anter yaa?" tawarnya untuk mengantarku pulang


"Nggak usah kak, nanti ngerepotin. Aku naik taksi online aja." jawabku dengan menolak secara sopan.


"Udah ayo, naik aja. Aku bawa 2 helm kok. Keburu makin panas nih" ajaknya dan aku pun mengangguk saja.


Kami menyusuri jalanan kota dengan suasana sangat canggung. Dia hanya menanyaiku arah rumahku saja. Tanpa menanyakan hal lain. 

__ADS_1


__ADS_2