
Hari sudah semakin malam, namun tak sedetik pun Adit meninggalkan Chloe. Ia terus menggenggam tangan Chloe dan terus menangis. Ia bahkan tak sanggup memberi kabar buruk ini kepada keluarganya.
"Mas..." tiba-tiba Chloe sadar dan cepat-cepat Adit menghapus air matanya.
"Iya sayang, aku panggil Dokter dulu ya" ketika Dokter memeriksa ia mengatakan bahwa keadaan Chloe sudah baik-baik saja.
"Mas, kandunganku? Anakku nggak apa-apa kan?" Adit seketika menangis
"Anak kita.... anak kita udah meninggal. Kamu keguguran"
"Kamu pasti bohong"
"Anak kita udah nggak ada. Yuda , Mami, Mama , Papa pasti sedih denger ini" Chloe menangis terisak. Ia tak menyangka bahwa ia akan kehilangan anaknya.
Chloe tak bisa memaafkan dirinya sendiri, karena ia berfikir ia lah yang tak bisa menjaga kandungannya. Padahal karena ulah Desi lah yang menyebabkan ini. Jika Adit tahu penyebab semuanya adalah Desi ia tak akan tinggal diam.
Karena tak kuat melihat istrinya yang menangis, Adit langsung memeluk erat Chloe. Ia tahu yang paling rapuh adalah istrinya.
"Mas, gimana jelasin nya ke Mami, Mama, Papa dan Yuda? Semuanya gara-gara aku. Aku nggak becus jadi ibu"
"Kamu jangan bilang gitu, bukan kamu yang salah. Aku yang minta maaf. Harusnya kamu tadi jangan nunggu aku."
__ADS_1
Tiba-tiba Adit dan Chloe di kagetkan oleh seseorang dibalik pintu. Itulah Robi yang datang memberikan laporan meeting.
"Maaf Pak saya mengganggu. Ini laporan meetingnya. Saya cuma antar ini saja"
"Makasi Rob. Oh ya saya mau bicara sama kamu. Sayang aku ke depan sebentar yaa. Sebentar aja" Chloe mengangguk dan terus menangis.
"Rob kamu tadi yang nemuin istri saya pendarahan kan? Apa istri saya murni jatuh sendiri apa bagaimana?" Robi menghela nafas sejenak.
"Iya Pak, tapi waktu saya ke ruangan Bapak karena mendengar suara Ibu Chloe, disana sudah ada Desi. Bagaimana kalau Bapak langsung cek rekaman cctv?"
"Kamu benar. Tolong telusuri rekaman cctv ruangan saya. Ini password nya"
"Istri saya keguguran Rob"
"Saya turut berduka cita Pak. Bapak yang sabar. Baiklah saya permisi" Adit hanya bisa tersenyum
Ketika Adit didalam ia sangat merasa kasihan melihat istrinya sedang melamun sambil terus meneteskan air mata. Tak lama setelah itu Mama Riana, Mami Ajeng dan Yuda datang dengan tangisan.
"Astaga Chloe kamu kenapa bisa keguguran sayang?" Tanya Mami Ajeng.
"Maafin Chloe Mi. Chloe nggak bisa jadi ibu yang baik. Chloe udah kecewain kalian semua.
__ADS_1
"Nggak sayang, kamu ibu yang baik. Kamu sabar yaa. Udah jangan nangis. Cucu Mami pasti udah bahagia sama Opa nya disana"
"Iya Mi. Anak Chloe mungkin udah bahagia sama Papi"
"Ma. Adik Yuda kenapa?"
"Adik Yuda udah ikut Opa sayang, Adik udah bahagia sama Opa. Maafin Mama yaa Nak" jawab Chloe sambil menciumi kening Adit.
Sudah 2 hari Chloe berada dirumah sakit. Kini ia diperbolehkan pulang. Sesampainya dirumah ,Chloe duduk diruang tamu, dan Adit membawa naik tas Chloe.
Mami Ajeng dan Mama Riana yang melihat anaknya menjadi kasihan. Chloe banyak diam. Sesekaki saja dia berbicara dan tersenyum.
"Sayang kamu istirahat dulu yaa"
"Aku nggak capek Mas. Aku mau disini aja. Kamu libur kan?"
"Hmm iya aku libur sayang. Bentar yaa aku mau telpon Robi"
Adit berjalan keluar dan menelepon Robi, dan Robi mengatakan semua yang terjadi. Adit yang mendengar itu menjadi geram dan sangat marah. Bagaimana bisa karyawan baru berani-beraninya membunuh anaknya.
Kemudian Adit kembali masuk dan menghampiri Chloe. Ia menanyakan semuanya kepada Chloe.
__ADS_1