ENDING LOVE

ENDING LOVE
BAB 6


__ADS_3

Para guru sangat sibuk mempersiapkan segalanya. Aku melihat kursi sebelah kanan ku tetapi masih kosong. Aku tidak sempat melihat namanya karena Sisil memanggilku. Kami pun asyik mengobrol dan tertawa. Kini bergantian bahu kanan ku ada yang menepuk. 


"Ih apa sih..." kataku sebal tanpa menoleh


"Emang ya, kita itu udah berjodoh. Dimana pun selalu ketemu" celetuk Dewa. Aku baru sadar bahwa di sebelahku adalah semua angkatan anak IPA. Senangnya.


"Astaga kamu duduk sini?"


"Iya sayang. " Dia menggenggam tanganku. 


Acara pun sudah dimulai. Para guru banyak menampilkan kenangan-kenangan semua siswa-siswi pada alat proyektor layar. Ada yang tertawa dan bahkan terharu. Banyak sekali acara hari ini dan tibalah di acara terakhir. Yaitu pembacaan siswa-siswi dengan nilai terbaik. Dan memanggil satu per satu siswa-siswi untuk menerima raport diatas panggung acara.


"Anak-anak sekalian saya mohon perhatian nya sebentar, saya akan membacakan siswa-siswi dengan nilai ujian terbaik. Saya akan membacakan 5 besar . Nilai tertinggi kelima adalah Tina Andriani..." ucap Ibu Dita


"Seriusan si Tina 5 besar nilai terbaik Sil?" tanyaku penasaran


"Iya pinter nya itu berbanding terbalik sama sifat sombongnya. Sayang banget."


"Nilai tertinggi keempat adalah Yogi Aditama..."

__ADS_1


"Siapa ya kira-kira nilai tertinggi pertama?" tanyaku ke Dewa


"Aku lah" dengan PD nya dia menjawab


"Aduh, aku aja nggak pernah liat kamu belajar, mana bisa kamu yang pertama." jawabku sambil mencubit pinggang Dewa


"Nilai tertinggi ketiga adalah Kevin Prayudha..." aku pun bertepuk tangan karena dia adalah teman kelasku. 


"Udah nggak usah semangat gitu kali" ucap Dewa cemburu.


"Nilai tertinggi kedua adalah Evita Chloe Diana...."


"Bisa turun ?" tanya Dewa dan aku hanya mengangguk sambil tersenyum manis sekali.


"Dan terakhir nilai tertinggi pertama adalah Dewa Surya Putra... Selamat untuk kalian yang meraih nilai tertinggi. Dan semoga cita-cita kalian tercapai." ucap Bu Dita


Jujur aku masih terkejut sekali, bagaimana bisa Dewa meraih nilai tertinggi padahal sudah jelas dia jarang sekali memegang buku dan melihatnya belajar dengan serius.


"Udah jangan kaget, kan udah aku bilang aku yg pertama. Nggak percaya sih" celetuk Dewa

__ADS_1


"Kita sama-sama keatas panggung pakai baju couple lagi, astaga nggak nyangka." aku melihatya sambil tertawa.



Semua wali murid sudah membubarkan diri. Begitupun dengan para murid. Mereka semua berada diluar ruangan untuk berfoto. Bersama teman atau bersama keluarga mereka.


aku pun tidak ketinggalan untuk berfoto dengan Mama Papa dan tentunya dengan Dewa. Setelah berfoto Mama Papa pamit pulang kepadaku. Karena Papa sudah di telpon oleh staff kantornya. Mereka menyuruhku untuk pulang bersama Dewa saja.


Kami pun segera pulang, karena sejak tadi Dewa mengajakku ke suatu tempat. Dalam perjalanan aku hanya terus tersenyum ke Dewa. Aku bahagia. Tidak menyangka bahwa secepat ini kami lulus dan sebentar lagi kami akan kuliah, mencari pekerjaan atau bahkan menikah. Aku tidak sabar akan itu.


"Kamu kenapa senyum-senyum?" tanya Dewa


"Aku sayang banget sama kamu."


Tiba-tiba Dewa memberhentikan mobilnya di tepi jalan. Dia sangat merespon ucapanku. Dewa mendekatkan wajahnya ke wajahku dengan menyisakan jarak beberapa centi. Sama seperti pertama kali aku masuk ke kamarnya.


"Sa...sayang jangan gitu, kita ini dipinggir jalan, nanti dilihat orang bisa bahaya." ucapku dengan terbata-bata


Satu kecupan mendarat sempurna di bibirku. Hanya 1 kecupan saja. "Aku cinta banget sama kamu"

__ADS_1


Kemudian Dewa menjalankan mobilnya kembali. Dan kami pun sampai di depan cafe yang menurutku tidak asing. Dan ternyata cafe ini adalah tempat pertama kali aku dan Dewa bertemu.


__ADS_2