
Tak terasa bulan depan aku sudah lulus dari SMA ini. Aku pun akhir-akhir ini sudah banyak mempersiapkan bahan belajar untuk ujian besok. Sedih karena tidak lama lagi aku akan berpisah dengan sahabatku Sisil dan Nita. Dan sekolah ini memang banyak memberiku kenangan terutama dengan Dewa.
"Sayang, aku udah nunggu di depan kelas kamu."isi pesan Dewa
"Sebentar ya Sil." ucapku setengah berlari
"Astaga tuh mereka berdua janjian melulu, sepertinya habis lulus sekolah mereka langsung nikah. " celetuk Nita dan di anggukki Sisil
"Loh kamu nggak ada kelas?" tanya ku
"Nggak, teman-teman ku udah pada pulang sebagian. Kita pulang yuk? Kerumah aku, aku kenalin sama Bunda." Ajaknya
"Bisa nunggu sebentar lagi? Aku ada pengumuman dari guru jurusan soal ujian besok."
"Iya, aku tunggu di kantin ya sama Yogi."
"Iya makasi sayang"
Sudah 15 menit Ibu Mita menjelaskan banyak hal, tetapi tidak berujung. Sangat bosan. Saat mataku hampir terpejam beliau mengakhiri pengumuman tersebut. Lega rasanya ingin segera keluar kelas.

Sekitar 30 menit kami pun sampai di rumah Dewa. Rumah yang tidak terlalu megah tetapi sangat nyaman untuk di pandang. Aku melihat wanita paruh baya sedang menyirami tanaman di halaman rumah.
"Bunda.." teriak Dewa
"Eh ini siapa Nak?" tanya Bunda Sri ke Dewa
__ADS_1
"Chloe tante, panggil aja Oi." jawabku sambil mencium tangan Bunda Sri
"Cantik nya, ayo masuk. Tante kebetulan udah masak sekalian makan siang bareng."
"Makasi tante."
Kami menikmati makanan dalam diam hanya suara alat makan saja yang terdengar. Aku sesekali memandangi Dewa yang sangat lahap sekali makan. Memang tidak bisa dipungkiri bahwa makan Bunda Sri sangat enak, sama dengan masakan Mama.
"Lagi ngelamun apa sayang. Cepet makan tuh keburu dingin." ucap Dewa dan aku hanya membalas dengan senyuman karena malu Bunda Sri mendengar Dewa memanggilku sayang.
"Kalian pacaran?" tanya Bunda Sri
"Iya Bun, udah hampir 1 tahun. Pinter kan Bun Dewa pilih pacar."
"Masih kecil pacar-pacar an, sekolah yang bener." jawab Bunda Sri sambil mencubit lengan Dewa
"Daerah deket mall yang baru itu tante. "
"Ooh lumayan jauh dong dari sini yaa?"
"Iya tante sekitar 30 menit an."
Bunda Sri hanya mengangguk saja. Dan beliau mengajak ku ke ruang tamu untuk mengobrol karena makan kami sudah selesai. Aku dan beliau berbincang-bincang cukup lama. Aku menengok jam ditanganku sudah menunjukkan pukul 4 sore.
"Tante, udah jam 4 nih. Oi pulang dulu yaa. Kapan-kapan Oi kesini lagi." pamitku
"Yah, nggak nunggu Ayahnya Dewa dulu?"
__ADS_1
"Oi tadi nggak ijin sama Mama mau kesini, nanti dikira Mama Oi main kemana gitu. Oi janji deh kapan-kapan kesini lagi.
"Yaudah, bentar yaa sayang." jawabnya " Dewaaa... anterin Oi pulang" teriak Bunda Sri
"Aduh nggak denger nih anak, eh sayang kamu ketas aja cari Dewa yaa. Pasti dia ketiduran, tante ada telepon dari Ayahnya Dewa takutnya penting.
"Emang boleh tante?" tanya ku ragu-ragu dan di jawab dengan anggukan karena terburu-buru mengangkat telepon
Aku mengetuk pintu kamar Dewa, namun tidak ada jawaban apa-apa. Aku panggil juga tidak ada jawaban. Akhirnya aku memberanikan diri masuk ke dalam, dan pintu tidak dikunci. Aku mengamati sekitar ruangan itu tapi tidak mendapati Dewa di tempat tidur . Aku duduk di tepi ranjang nya dan memainkan ponsel, mungkin memang dia sedang di kamar mandi.
"Astaga nih anak ngagetin aja, gue goda in ah." batin Dewa
Tiba-tiba Dewa berjalan kearah ku saat aku sedang asyik memainkan ponsel, dia memegang kedua tangan ku dan tentu saja membuatku terkejut dan hampir teriak.
"Ka..kamu ngapain?" tanyaku dengan sangat gugup saat Dewa sudah mendekatkan wajahnya ke wajahku dengan keadaan telanjang dada, dan hanya memakai handuk sampai batas pinggang.
"Menurut kamu ? Biasanya kalau berduaan gini ngapain?" Goda Dewa
Aku mendorongnya dan tentu saja dia terjatuh karena aku mendorongnya sangat kuat. Dia hanya tertawa melihatku begitu gugup dan tiba-tiba berkeringat dingin. Dan dengan polosnya aku masih memegangi baju seragamku , takut jika Dewa akan kehilangan kesadaran dan melakukan yang tidak-tidak.
"Udah nggak usah di pegangin bajunya, yaudah balik badan dulu. Aku mau ganti baju dulu."
"A..aku tunggu diluar aja." aku beranjak pergi tapi tangan ku ditarik olehnya. Dewa menarikku ke dalam pelukannya. Dia memelukku sangat erat.
"Setelah lulus aku ingin mencari pekerjaan atau membantu Ayah biar kita bisa cepet nikah sayang." dia berkata sangat tulus
"Iya aku tunggu."
__ADS_1