
2 bulan kemudian....
Kini kandungan Chloe sudah menginjak 3 bulan. Adit selalu menjadi suami siaga sekaligus lebay. Bagaimana tidak Chloe tidak di perbolehkan memasak, menyapu, bahkan menyiram tanaman pun tidak boleh. Chloe merasa sangat kesal dengan sikap suaminya namun sekaligus bahagia.
Besok adalah hari wisuda Chloe, rencananya Chloe akan melanjutkan kuliah S2 namu dilarang keras oleh Adit. Dia hanya boleh fokus pada anak dan suaminya. Sebenarnya Chloe keberatan tapi bagaimanapun ia harus menurut dengan Adit.
Adit mengajak Chloe mencari baju untuk wisuda besok. Sebenarnya Adit tidak mengizinkan Chloe ke kampusnya. Namun Chloe terus memohon agar di perbolehkan hadir di acara wisuda.
Sudah sekitar 30 menit Chloe memilih kebaya yang sesuai dengan seleranya, dan tentunya yang sedikit longgar. Namun tidak lekas ketemu. Adit yang melihat Chloe kebingungan pun menghampiri dan membantu memcari.
"Udah ketemu sayang?"
"Bantuin Mas, aku bingung nih"
"Nah, ini aja sayang. Bagus banget. Pas sama kamu dan anak kita"
"Ok deh Mas ambil ini aja. Ooh iya Mas kamu pasti besok bareng dosen-dosen ya?"
"Nggak lah sayang, aku mau temenin kamu aja"
"Makasi suamiku" Chloe mencium pipi Adit. Dan membuat Adit malu , bisa-bisa nya dia mencium di tempat umum.
__ADS_1
Setelah membayar baju yang dibeli, Chloe dan Adit pun pulang. Karena Chloe harus banyak istirahat. Perjalanan malam ini cukup macet.
"Mas, aku pengen rujak manis" tiba-tiba Chloe bersuara
"Ha? Aku cari dimana rujak sayang, ini udah malem. Besok ya aku cari"
"Kalau mau anak kamu ileran , yaudah pulang aja" jawab Chloe dengan sinis. Adit mengacak-acak rambutnya dengan kasar. Kemudian mengambil nafas panjang.
"Yaudah aku cari. Jangan marah dong" rayu Adit
"Hmmm."
Sudah 1 jam mereka mencari penjual rujak, namun tak kunjung bertemu. Dan kini masalah baru pun datang.
"Kita kerumah sakit yaa, kamu tahan dulu"
"Cepetan Mas."
Adit melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, dan dengan perasaan panik. Tak lama mereka sampai di rumah sakit milik Om Burhan. Adit segera menggendong tubuh Chloe dan berlari masuk.
Tak perlu waktu lama suster bergerak cepat memidahkan tubuh Chloe pada brankar dorong. Karena mereka semua sudah mengenal Adit sebagai salah satu dokter disana.
__ADS_1
Adit tak henti-henti nya memegang tangan Chloe dan terus mengusap perut Chloe. Air mata Adit menetes padahal Chloe hanya kram biasa.
"Mas kamu jelek kalau nangis" di sela-sela rasa sakit Chloe masih sempat menggoda Adit, dan Adit hanya tersenyum
Adit kini berada diruangan Dokter Intan. Dokter Intan pun menjelaskan secara detail bagaimana menyikapi perempuan hamil.
"Begini Dok, istri dokter nggak apa-apa. Malam ini juga boleh pulang. Tadi Bu Chloe cuman kram biasa" kelas dokter Intan
"Terima kasih dok, saya permisi"
Jam sudah menunjukkan pukul 10 malam, Mami Ajeng tidak bisa tidur memikirkan anak dan menantu nya yang pergi entah kemana sehingga pulang larut.
Mami Ajeng berjalan kesana kemari di teras rumah. Tak lama mobil Adit sudah terlihat memasuki halaman rumah .
"Asslamu'alaikum Mi"
"Wa'alaikum salam, kalian dari mana aja sih. Cuma cari baju malem banget pulang"
"Maaf Mi, tadi perut Chloe kram, jadi kita kerumah sakit dulu"
"Tapi cucu Mami nggak apa-apa kan?"
__ADS_1
"Nggak apa-apa Mami, kita naik dulu yaa. Mami cepet tidur" jawab Adit. Dan mereka berjalan masuk ke dalam.