
Di villa, Chloe hanya menghabiskan waktu hanya dengan beristirahat. Karena jika Adit tau Chloe mengerjakan sesuatu yang bisa membuatnya lelah, laku-laki itu pasti akan marah.
"Tante cantik. Aca bawa sarapan buat Tante." Tiba-tiba Tasya muncul di balik pintu membawa sepiring nasi goreng.
"Eh sayang, makasi. Maaf ya Tante ngerepotin. Padahal Tante bisa kok ke meja makan."
"Tante kan baru pulang dari rumah sakit."
Adit tak sengaja melihat perhatian dari Tasya untuk Chloe. Ia sangat ingin anak dalam kandungan Chloe adalah perempuan dan nantinya menjadikan Tasya sebagai menantunya. Adit pun berlalu dan menuju ke halaman belakang villa dan melihat Reyhan sedang membersihkan kolam renang.
"Rey, gue bantu ya"
"Ok yuk turun"
Dinda yang sedang berkutat dengan dapur pun sesekali tersenyum melihat keakraban Adit dan Reyhan. Karena sesekali mereka bercanda seperti layaknya bujangan. Tiba-tiba ponsel Chloe berbunyi. Namun nomor itu tanpa nama.
"Hallo. Ini siapa?"
"Chloe. Kamu udah keluar dari rumah sakit?" Tanya seseorang di seberang sana.
__ADS_1
"Kamu siapa?" Tanya Chloe lagi
"Aku Dewa. Aku kangen banget sama kamu. Kamu sekarang di villa Bandung kan?" Chloe sangat heran kenapa Dewa tau bahwa Chloe sedang ada di Bandung dan baru keluar rumah sakit.
"Maaf aku sibuk" Chloe menutup telepon nya. Dan ia berjalan keluar . Ia sengaja membantu Dinda agar tak kepikiran telepon dari Dewa.
"Din aku bantu ya. Maaf aku cuman santai dari tadi. Mas Adit kayaknya masih lama"
"Kamu istirahat aja, kamu kan baru keluar rumah sakit. Ini tinggal dikit kok, cuman goreng ayam aja. Selesai deh"
Adit tak sengaja melihat Chloe membantu Dinda memasak saat ia akan mengambil minum. Tak mungkin juga ia melarang Chloe, karena Dinda juga sedang hamil besar . Ia membiarkan kedua bumil dengan urusan dapurnya.
Jam makan siang pun tiba. Dinda dan Chloe memanggil para suami dan anak mereka untuk makan bersama. Terlihat jelas wajah masam Adit di meja makan.
"Mas makan sama apa?"
"Sama nasi" jawab Adit ketus
"Ini ada ayam sama sayur. Oh ya Yuda makan sama apa Nak?"
__ADS_1
"Sama ikan aja Ma"
Uhuk..uhuk
"Astaga Mas pelan-pelan. Minum dulu " Chloe mengusap-usap punggung Adit , namun Adit menepisnya. Chloe sangat heran dengan sikap Adit yang tiba-tiba seperti itu. Ia berfikir mungkin Adit melihatnya memasak bersama Dinda. Di dalam kamar Adit langsung bergegas mandi karena kegerahan.
"Mas kamu marah sama aku karena aku bantu Dinda masak? Aku minta maaf Mas. Aku nggak enak sama Dinda, kita sama-sama hamil tapi aku yang santai. " Chloe menggoyang-goyangkan lengan Adit
"Dewa tau nomor kamu dari mana?"
"Kok kamu tau dia telepon aku?"
"Jadi tadi dia udah telepon kamu? Emang nggak tau malu , laki-laki b*ngsat"
"Aku nggak ngasi nomorku Mas. Aku juga kaget tadi dia nelepon aku. Mas maafin aku. Aku bakal ganti nomor, ponselku aku matiin aja untuk sekarang"
"Terserah"
Satu kata yang membuat Chloe menjadi sedih. Kenapa juga Dewa bisa tau nomor nya dan dari mana bisa mendapatkan nomor Chloe. Karena tak mau menggangu suasana hati Adit, akhirnya Chloe keluar menuju ruang tamu dan hanya mengobrol dengan Dinda.
__ADS_1