
Malamnya ketika Adit sudah pulang dan bersantai di ruang tamu. Chloe pun mengutarakan keinginannya . Sebenarnya Chloe juga tak ingin mencari pembantu. Karena nantinya ia juga akan bingung melakukan apa jika ada pembantu.
"Mas, aku mau ngomong"
"Ngomong apa sayang?"
"Soal pembantu, kalau kamu mau cari pembantu baru aku udah setuju"
"Loh kok tiba-tiba?" Tanya Adit heran
"Jujur sih Mas, aku kewalahan . Karena sibuk ngurus rumah sampai-sampai kamu sama Yuda lupa aku urus. Tadi siang aku ketiduran karena capek, Yuda makan sama sisa tadi pagi. Terus kamu baru dateng aku belum selesai masak" jelas Chloe
"Hmm. Ok besok aku bakal hubungi yayasan buat nyari pembantu. Mulai besok tugas kamu cuman ngurus Yuda dan melayani aku"
"Iya siap pak Dokter. Oh ya besok kita jadi ke rumah Mas Reyhan?"
"Jadi dong, kalau nggak jadi anak kamu yang paling ganteng itu bisa uring-uringan sama kita. " Chloe pun tertawa mendengaran perkataan suaminya. Memang tak bisa dipungkiri bahwa Yuda sudah menyukai Tasya. Meskipun umur mereka masih kecil namun perhatian Yuda untuk selalu melindungi Tasya bisa dinilai 100.
__ADS_1
Dan mungkin Chloe akan sangat bahagia jika nantinya memang Yuda bisa bersama dengan Tasya. Seperti dirinya dan Adit. Jika bukan karena patah hati mungkin ia tak akan bertemu dengan Adit yang menawarinya tumpangan pulang.
Jika mengingat masa dulu, perjodohan mereka memang sangat mengesankan. 2 orang yang sudah saling mencintai ternyata terikat dalam perjodohan. Rasanya Chloe ingin mengulang masa itu.
"Kamu nih ngelamun apa?" Adit memukul pelan kening Chloe
"Nggak kok Mas, aku cuman inget sama masa-masa kita dulu. Pengen aku ulang lagi" jawab Chloe seraya tersenyum
"Yaudah yuk kita pacaran lagi, kita suruh aja Yuda nginep dirumah Mami atau dirumah Mama. Pasti para ibu-ibu kita seneng."
"Aku juga kangen sama masa-masa kita dulu. Maafin aku ya gara-gara kesalahanku dulu kamu jadi hamil duluan ."
"Udah ah Mas, aku nggak mau inget masa yang itu. Nggak enak kalau sampai Yuda denger. Aku nggak mau berfikiran kalau dia anak haram"
Adit mengecup kening Chloe. Chloe pun membalas dengan pelukan. Memang benar dunia saat ini hanya milik mereka berdua. Mereka juga tak sadar jika ada sepasang mata yang mengintai dari depan pintu kamarnya.
"Ma, Pa. Ada anak kecil dirumah ini. " ucap Yuda dengan tiba-tiba. Seketika Adit dan Chloe berhenti berpelukan.
__ADS_1
"Kamu ini ganggu Mama sama Papa aja sih. Udah belajar?"
"Baru selesai Pa. Pa Yuda pengen makan cemilan." Rayu Yuda
"Papa kan baru dateng Nak, besok aja ya Mama yang beliin"
"Nggak capek kok kalau udah liat kalian. Yaudah yuk kita ke supermarket deket sini"
"Mas. Tapi kamu capek" cegah Chloe
"Nggak apa-apa sayang. Kamu siap-siap gih"
"Udah aku pakai daster gini aja Mas, males ganti" dijawab anggukan oleh Adit
Mereka berbelanja di supermarket yang lumayan dekat dengan rumah mereka. Hanya butuh waktu 5 menit saja. Karena sudah disini, sekalian saja Chloe membeli beberapa cemilan untuk besok kerumah Reyhan.
Yuda memang terkadang dingin, kadang hangat, dan kadang sangat manja. Ia sangat dekat dengan Adit , entah mengapa meskipun Adit jarang dirumah. Bagi Chloe dekat dengan nya atau Adit tak menjadi masalah. Yang terpenting anak kesayangannya bahagia.
__ADS_1