
Keesokan paginya aku terbangun lebih pagi dari biasanya. Bergegas mandi dan memakai seragam ku. Setelah menyantap sarapan pagi aku segera menghubungi kekasihku untuk menjemputku.
"Sayang kamu udah dimana? Aku mau selesaiin tugasku nih"
10 menit berlalu dia tidak membalas. Aku ingin menelepon nya tetapi samar-samar aku mendengar suara dari teras depan.
"Oi, ini dicari Dewa." teriak Mama
"Aduh apa ni anak ketiduran yaa. Sebentar ya Dewa tante keatas dulu panggil Chloe" tambah nya
"Ooh iya tante."
"Astaga nih anak, tuh Dewa udah di depan bawa bunga lagi. Cepetan udah siang " omel Mama kepadaku
"Iya-iya ini mau turun"
Aku sangat terkejut melihatnya berdiri di teras dengan membawa setangakai bunga. Apapun yang dia beri untukku , aku memang selalu berebihan menyikapinya. Tapi itulah tanda bahwa dia memang berusaha membahagia kan ku.
Kami pun segera berangkat ke sekolah, udara terasa sangat-sangat sejuk pagi ini. Mungkin karena mendung, tak terasa aku memejamkan mata . Setelah 20 menit kami pun sampai di sekolah.
__ADS_1
"Sayang, udah buruan turun. Sayang... Sayang kamu tidur?" tanya Dewa
"Mmm ngantuk banget, sorry ya ketiduran."
"Iya buruan turun katanya mau nyelesei in tugas. Aku mau ke kantin dulu bentar ditunggu temen-temen."
"Iya, bye sayang."

Hari ini adalah hari yang cukup menyenangkan. Pelajaran sedang tidak membosankan, tak terasa bel istirahat pun berbunyi dan aku memasukkan buku-buku ku segera menuju kantin. Aku, Sisil, dan Nita berjalan beriringan, saat kami sedang asyik mengobrol sambil berjalan tidak sengaja kami menabrak seseorang. Dia adalah primadona di sekolah ku namanya Tina. Dia bersama ke dua teman satu gengnya yang tak kalah terkenal nya dan mereka bertiga juga sama-sama mempunyai sifat sombong.
"Eh sorry-sorry gue nggak sengaja" kataku sambil mengelap bajunya yang basah terkena minuman ku.
"Enak aja sorry, ganti in baju gue." bentak nya
"Maksud lo?"
"Iya lo harus ganti baju gue. Dan gue mau sekarang juga"
__ADS_1
Aku dan Tina pun saling tak mau kalah dalam perdebatan ini, kami saling membentak dan tak sadar banyak siswa/siswi yang melihat ke arah kami ber enam.
"Udah Chloe , sabar. Kita pergi aja yuk, diliatain anak-anak kantin ni." bujuk Nita
"Nggak bisa, cuman kena air doang suruh gantiin baju nya, lebay amat."
"Apa? Lo bilang gue lebay?" tangan Tina pun sudah terangkat untuk menampar ku.
"Jaga sikap lo, mata lo juga nggak liat ini lagi di lingkungan sekolah?" tiba-tiba Dewa datang dan menghalangi tangannya.
"De.. Dewa, gu..gue nggak bermaksud." Tina terbata-bata
Dewa memang sedari tadi sudah melihatku berdebat dengan Tina, namun ia diam karen Tina terlihat tidak menyakitiku. Namun semakin tidak tahan dia melihatku di bentak dan bahkan hampir ditampar. Lalu Dewa membawa ku pergi, menyuruhku duduk di kursi didalam kantin. Waktu makan siang ku sangat berkurang karena Tina. Bahkan aku hanya makan 15 menit saja. Dan bel pertanda masuk berbunyi. Kami pun berpisah di pintu kantin karena akan memasuki kelas masing-masing.
"Gila banget tuh temennya si Dewa, bisa-bisanya dia malu-maluin lo. Heran gue" seru Sisil tiba-tiba
"Dia siapa sih? Aku penasaran banget." tanyaku
"Dia itu ketua geng yang lumayan populer di kelas Dewa, kalian nggak tahu yaa." jawab Nita kami pun menanggapi dengan anggukan saja. Guru pun sudah memasuki ruangan kelas.
__ADS_1