
"Sayang, barang-barangnya udah semua kan?"
"Udah Mas"
Tujuan awal mereka adalah menuju rumah Reyhan. Yang paling bersemangat adalah Yuda, bayangkan saja dia hampir menyemprot setengah isi botol parfumnya hanya untuk lebih wangi di hadapan Tasya.
Tak lama mereka sampai di rumah Reyhan, mereka juga sudah bersiap dengan barang-barang yang sudah masuk mobil. Mereka semua berangkat sekitar pukul 10 pagi. Namun di tengah perjalanan perut Chloe tiba-tiba kram.
"Akhh.. sakit" batin Chloe mencoba menahan rasa sakitnya. Namun sudah beberapa menit Chloe menahan Adit pun menyadari bahwa istrinya sedang kesakitan. Ia pun menepikan mobilnya.
"Sayang, kamu kenapa? Perut kamu kram lagi?"
"Nggak apa-apa Mas, aku bisa tahan kok. Kita lanjut aja yaa" jawabnya sambil terus memegangi perutnya. Reyhan yang melihat mobil Adit menepi segera turun dari mobil dan menghampiri mobil Adit.
"Kenapa bro? Mobil lo ada masalah?"
__ADS_1
"Istri gue perutnya kram Rey. Gue mau bawa dia kerumah sakit , gue boleh nitip Yuda. Gue pasti nyusul kok"
"Ok, biar Yuda sama gue. Lo hati-hati ya, kalau ada apa-apa hubungi gue secepatnya" Adit pun mengangguk paham
"Nak kamu sama Om Rey dulu yaa. Papa mau bawa Mama kerumah sakit sebentar. Nanti Papa pasti nyusul sama Mama"
"Hmm iya Pa" Adit sangat tidak tega menitipkan Yuda dalam keadaan seperti ini. Ini adalah kali ke dua ia menitipkan Yuda setelah kejadian di restoran tempo hari.
"Ayo sayang, kita kerumah sakit. Kamu tahan yaa, kayaknya nggak lama lagi ada rumah sakit"
Adit melajukan mobilnya , dan memang tak lama mereka sampai dirumah sakit yang dituju. Adit menggendong Chloe masuk kedalam dan memanggil-manggil suster dan Dokter.
Setelah 1 jam menunggu, Dokter pun menghampiri Adit. Dokter dirumah sakit itu menyampaikan kabar yang sama dengan Dokter Intan. Kandungan Chloe sangat lemah. Dan tak seharusnya Chloe bepergian jauh dan beraktifitas berat.
Memang akhir-akhir ini Chloe sangat lelah, tanpa sepengetahuan Adit juga ia selalu ikut membantu membereskan rumah. Padahal sudah ada Bik Rumi.
__ADS_1
"Mas, kita susul Yuda yaa. Aku udah kuat kok" ucap Chloe sambil akan bangun dari tidur nya.
"Kamu masih lemas sayang, kamu jangan capek-capek. Kasihan anak kita"
"Dokter tadi bilang apa Mas, anak kamu nggak apa-apa kan?"
"Kamu harus jaga kandungan kamu , Dokter bilang kandungan kamu lemah. Kamu bener-bener harus bedrest"
"Mas, aku minta maaf. Sebenarnya dirumah kalau kamu nggak ada aku selalu ikut bantu-bantu Bik Rumi. Aku bosen cuman diem aja. "Jelas Chloe sambil terus menatap Adit.
"Kamu nggak sayang sama anak kita? Atau Bik Rumi aku pecat aja?"
"Mas maafin aku. " Adit berbalik badan dan menghembuskan nafas kasar. Ia ingin sekali marah , namun tak bisa karena melihat Chloe yang masih lemas.
"Kamu istirahat dulu aja, aku cari cemilan dulu sebentar." Adit keluar ruangan tanpa menatap Chloe. Ia kecewa karena Chloe tak menuruti apa yang Adit mau. Namun jauh di lubuk hatinya ia sangat kasihan melihat istrinya harus terus keluar masuk rumah sakit.
__ADS_1
Cukup lama Adit keluar, Chloe mulai khawatir. Ia ingin sekali menghubungi Reyhan atau Dinda namun batrai ponselnya habis. Ia pun hanya bisa berbaring dalam diam, memikirkan kesalahannya.