
"Permisi, mau ambil berkas" ucapnya sinis
"Maaf, nggak bisa lebih sopan? Baju kamu juga bisa nggak lebih sopan juga?" Desi menghampiri Chloe dengan senyuman liciknya.
"Gue kayak gini karena gue mau bikin Pak Adit jatuh cinta sama gue. Bukan sama lo. Liat diri lo, udah gendut nggak langsing kayak gue"
"Ya saya memang nggak langsing,karena saya sedang hamil anak Mas Adit dan Mas Adit tetap tulus cinta sama saya" Desi mendorong pelan tubuh Chloe
"Paling anak itu anak haram dari selingkuhan lo" Chloe berjalan menghampiri telepon hendak menelepon Adit diruangannya. Dan dengan sengaja Desi menjegal kaki Chloe dan Chloe jatuh dengan perutnya terkena meja
"Akhh.. sakit"
"Rasain lo. Setelah ini lo pasti bakalan di cerai in Pak Adit" Desi memang sengaja masuk ke ruangan Adit . Dan ia berhasil menjalankan rencananya.
__ADS_1
Ia sangat iri dengan kebahagiaan Adit dan Chloe. Desi pernah trauma dengan kisah cintanya yang membuat ia menjadi tidak suka melihat pasangan yang bahagia.
Chloe yang sudah kesakitan mulai kehilangan tenaga karena ia mengalami pendarahan akibat benturan dari meja. Desi yang melihat itu bukannya cepat keluar malah ia tertawa lepas di ruangan Adit. Tiba-tiba ada yang masuk ke ruangan Adit karena mendengar suara tangisan dan minta tolong.
"Astaga Desi, ada apa ini? Ibu Chloe kenapa? Bukannya kamu ada diruang meeting?
"Pak.. to..long saya. Saya nggak kuat" ucap Chloe sambil terus menahan rasa sakitnya. Karena melihat darah yang begitu banyak. Robi segera memanggil satpam untuk mengamankan Desi. Karena Robi yakin bahwa Desi yang membuat Chloe pendarahan.
"Tenang Bu. Ibu tahan. Saya telpon Pak Adit sebentar"
"Sayang, kamu kenapa bisa pendarahan? Kamu tahan yaa. Kita kerumah sakit"
"A..ku nggak ku..at Mas. Sakit banget"
__ADS_1
"Iya-iya kamu tahan dulu. Rob kamu bisa kan handle meeting bersama Angel"
"Bisa Pak. Bapak hati-hati" sejauh ini memang Adit belum mengetahui siapa yang mencelakai dan bagaimana Chloe bisa pendarahan. Di dalam mobil Chloe sudah sangat lemas . Karena kehabisan tenaga ia pingsan dan membuat Adit menjadi lebih panik.
Ketika sudah sampai dirumah sakit, Adit memanggil para suster dan saat itu juga datang Dokter Intan.
"Dokter Adit tenang dulu"
Adit menunggu dengan sangat was-was di depan ruang UGD. Ia sangat takut terjadi apa-apa dengan anak dalam kandungannya. Dan baru ini Chloe pendarahan hebat sampai pingsan. Cukup lama menunggu, Dokter Intan keluar dengan wajah murung.
"Dok. Maaf saya harus mengatakan ini, tapi kandungan Ibu Chloe tidak bisa di selamatkan. Ibu Chloe keguguran. Saya sudah berusaha, namun ketika saya memeriksa kandungannya ia sudah tak bergerak sama sekali. Dokter Adit sabar yaa"
"Apa? Dokter bercanda kan? Nggak mungkin anak saya nggak selamat. Terus istri saya gimana?"
__ADS_1
"Istri Dokter baik-baik saja namun saat ini ia dalam kondisi yang sangat lemah. Saya tinggal dulu Dok" tanpa sadar air mata Adit menetes. Anak perempuan yang sangat ia nantikan sekarang sudah tiada.
Adit berjalan masuk ke ruangan rawat Chloe dengan wajah pucat dan badan terasa lemas. Ia terus memandangi wajah istrinya. Ia yakin pasti Chloe akan sangat terpukul mendengar kabar ini.