ENDING LOVE

ENDING LOVE
BAB 13


__ADS_3

Matahari pagi sudah memancarkan sinarnya, menyengat ke dalam jendela kamarku. Dan seolah-olah menyuruhku cepat bangun. Aku sengaja bangun sedikit siang, karena aku ada kuliah malam hari ini.


Sisil menghubungiku bahwa dia akan berkunjung ke rumahku. Katanya ada yang penting. Sesampainya dirumahku Mama segera menyuruhku turun.


"Lo tumben genting amat Sil"


"Kita ke depan aja , penting nih" ajak Sisil menarik tanganku.


"Iya-iya sabar ih"


"Eh Chloe, lo tau nggak.."


"Mana gue tau lo aja belum cerita"


"Kak Dedi... dia dijodohin sama Nita. " ucapnya sambil terus menampilkan expresi panik bukan main.


"Hah? Lo seriusan? Kok Nita nggak cerita sama kita. "


"Mana gue tahu, gue nggak sengaja denger obrolan Kak Mia sama Tina di cafe deket sini. Kak Mia nangis-nangis ."


"Apa kita telepon Nita aja Sil??" Tawarku


"Lo nggak cemburu gitu?? Secara Kak Dedi suka banget sama lo, tiba-tiba dia mau dijodohin sama sahabat orang yang dia suka"


"Nggak penting ah, ngapain juga gue cemburu pacar aja bukan. "

__ADS_1


"Sil.. gue dijodohin, minggu depan gue mau tunangan. " tambahku


"Aduh ini lagi jodoh-jodoh in, terus gue sama siapa??" Ujar Sisil sambil menampilkan expresi menangis.


"Gue serius, gue dijodohin sama anak sahabat Mama. Dia dokter dan guru olahraga di sebuah kampus"


"Itu lebih baik sih, daripada lo sama Kak Dedi terus dimusuhin sama gengnya Kak Mia. Umur berapa?"


"Lebih tua 5 tahun dari gue, sekitar umur 27 tahun deh. Gue ketemu dia di cafe tempo hari waktu gue lagi jalan sendiri" jelasku


"Lo sih jalan nggak ngajak-ngajak. Eh ngomong-ngomong lo nggak mawarin gue minum atau makan gitu?"


"Yaudah yuk masuk."


Aku mengajak Sisil ke kamarku, kami menonton film bersama dan makan cemilan tentunya. Dia sangat betah jika sudah dirumahku.


Aku tahu ini sangat cepat, tapi lambat laun aku dan Mas Adit akan saling mencintai. Aku tidak sabar menunggu waktu tiba.


Acara hari ini hanya di hadiri oleh keluarga inti kami dan beberapa teman Mama Papa, Tante Ajeng Om Derry dan tentunya Sisil dan Nita. Mas Adit terus tersenyum kearah ku sambil menyematkan cincin ber bentuk seperti mahkota di jari manisku.


Saat para keluarga tengah berbincang-bincang sendiri, Mas Adit mengajakku ke taman depan rumah ku.


"Chloe, menurutmu ini terlalu cepet nggak?? Apa kamu ngerasa keberatan??"


"Nggak sama sekali Mas, mungkin lebih cepat lebih baik."

__ADS_1


"Oo iya kamu kapan akan wisuda?" Tanya nya


"Tahun depan Mas, kamu datang ya di wisudaku"


"Iya kamu kan calon istriku, mana mungkin aku nggak datang"


"Masuk yuk, nggak enak sama yang lain".


"Yaudah yuk,"


Brukk...


Ternyata Sisil Nita Mama dan Tante Ajeng sedang mengintip sekaligus menguping pembicaraan ku dengan Mas Adit, mereka terjatuh karena saling dorong ketika melihatku dan Mas Adit akan kembali masuk.


Kami berdua pun tertawa melihatnya, mereka ingin tahu sekali masalah anak muda.


"Aduh Mami sama Tante jangan suka ngintip-ngintip ih." Kata Mas Adit


"Ini Mami kamu kepo Dit, masa Tante diajakin ngintip." Ujar Mama yang membuat semua tertawa.


Ketika kami hendak masuk, tiba-tiba Nita menahan tanganku seperti ada yang ingin di bicarakan.


"Chloe.. maafin aku ya, aku nggak bermaksud merebut Kak Dedi"


"Apaan sih Nit, nggak apa-apa kok. Aku sama Kak Dedi juga nggak ada hubungan spesial. Kita cuma teman. "

__ADS_1


"Makasih ." Ucapnya sambil memelukku erat


Malam yang membahagiakan di satu sisi aku punya Mas Adit yang bahkan mungkin akan mencintaiku lebih dari Dewa. Dan mempunyai sahabat yang jujur kepadaku.


__ADS_2