ENDING LOVE

ENDING LOVE
BAB 79


__ADS_3

"Apa bener Desi dorong kamu sampai perut kamu kena meja?"


"Dia tiba-tiba dateng ke ruangan kamu. Dia bilang kalau anak kita nggak ada kamu pasti bakal nyerei in aku, dan dia bisa deket sama kamu"


Mendengar itu Adit mengepalkan tangannya. Dan ia berniat mendatangi Desi di kantor polisi. Ia terus memeluk Chloe dan menenangkannya. Yuda yang baru keluar dari kamar langsung menghampiri Mamanya dan memeluknya.


Beberapa bulan kemudian, Chloe sudah kembali seperti sedia kala. Sudah tak bersedih kembali. Adit yang melihat perkembangan mental istrinya sangat bahagia.


Rencananya hari ini Chloe dan Yuda akan berkunjung kerumah Mama Riana karena hari ini hari minggu.


"Assalamu'alaikum Mama"


"Wa'alaikum salam sayang. Cucu Nenek juga ikut?"


"Mama apa kabar? Ini Chloe bawain makanan Ma. Kebetulan tadi baru masak"


"Baik Nak. Kamu sendiri?"


"Banyak banget. Makasi sayang"

__ADS_1


"Baik juga kok Ma. Oh ya Ma, Yuda tadi bilang dia mau nginep disini, boleh kan Ma?"


"Boleh banget dong. Rumah nggak sepi kalau ada Yuda. Oh ya tumben dia nggak ke rumah Aca?"


"Aca lagi ke rumah neneknya Ma"


"Yaudah kita makan yuk bareng"


Chloe menaruh tasnya di sofa, dan menuju meja makan. Seketika dia teringat masa-masa saat hamil, Adit pasti akan marah jika ia terlalu lelah memasak atau sebagainya.


Diam-diam ia mengelus perut nya dan tak terasa meneteska air mata. Mama Riana yang melihat nya kemudian menghampiri Chloe .


"Makasi Ma. Aku cuman kangen anak Chloe Ma"


"Iya Mama paham sayang. Yaudah kita makan yaa"


Di tempat lain


Adit sudah disibukkan dengan pekerjaan kantornya. Dan beberapa jam lagi ia juga akan meeting dengan klien dari Surabaya. Karena banyaknya pekerjaan membuat kepala nya menjadi sedikit pusing.

__ADS_1


Kemudian ia sengaja membuka ponsel dan melihat foto Chloe saat sedang hamil Yuda dan ketika hamil anak keduanya. Ia tersenyum, Adit juga berandai-andai seandainya anaknya masih ada di kandungan Chloe.


"Permisi Pak. 2 jam lagi klien dari Surabaya akan datang Pak. Bahan meeting sudah saya siapkan di ruang meeting"


"Makasi Rob. Oh ya, kamu handle kantor sebentar, saya mau menemui Desi" Adit memang belum sempat menemui Desi di penjara. Karena ia harus terus menemani Chloe.


"Baik Pak"


Adit pergi dengan membawa mobil sendiri. Sesampainya di kantor polisi , para polisi segera memanggil Desi. Dilihatnya Desi yang sangat kumuh dan terpuruk. Ia seperti orang gangguan jiwa.


"Gimana? Enak dipenjara?"


"Pak, kenapa Bapak tidak pernah melirik saya? Saya lebih cantik jika dibandingkan istri Bapak"


"Iya kamu memang lebih cantik, tapi hati kamu busuk. Sangat jauh beda dengan istri saya. Lalu kenapa kamu sampai tega membunuh anak saya? Dia tidak tahu apa-apa"


"Jika istri Bapak keguguran, pasti Bapak akan berpaling kepada saya. Dan istri Bapak bisa kembali dengan Pak Dewa" Adit mengernyitkan dahinya ketika mendengar nama Dewa.


"Dewa? Maksudmu?"

__ADS_1


"Dewa itu teman lama saya. Saya dan dia sepakat untuk membunuh anak dalam kandungan istri Bapak. Dengan begitu saya bisa memiliki Bapak, dan Pak Dewa bisa memiliki Ibu Chloe." Adit menggebrak meja dan mengepalkan tangannya. Ia tidak menyangka bahwa Dewa bisa sampai sejauh ini. Kemudian tanpa menjawab penjelasan Desi, Adit langsung pergi meninggalkan kantor polisi.


__ADS_2