ENDING LOVE

ENDING LOVE
BAB 82


__ADS_3

"Ma. Cuman 2 hari aja kok ke Surabaya. Nanti Mama minta oleh-oleh aku bawain deh" begitulah jika Adit sedang merayu Chloe. Dengan memanggilnya Mama biasanya Chloe akan luluh.


"Yaudah pergi sana" Adit mendekat dan memeluk perut Chloe sambil tidur di pangkuan Chloe.


"Please, ini proyek besar sayang. Kalau aku nggak kesana mereka nggak bakal mau kerja sama dengan perusahaan kita. Aku kerja kan buat kalian , kalau bukan buat kalian aku nggak akan kerja kayak gini sayang" mendengar ucapan Adit, Chloe yang tadinya diam tiba-tiba meneteskan air mata.


"Loh kok nangis? Aku janji setelah ini aku bakal ambil cuti, kita liburan. Kita ajak Aca, kamu pasti seneng kan kalau ada Aca"


"Aku nggak terbiasa kamu tinggal jauh. Semenjak menikah baru ini kamu mau kerja jauh. Hiks..hiks"


"Udah sayang ,jangan nangis. Kalau Papi masih ada aku nggak akan ninggalin rumah sakit dan nggak akan kerja jauh"


"Maafin aku. Yaudah deh kamu boleh ke Surabaya. Tapi inget jangan macem-macem. Awas ya pulang-pulang bawa istri lagi"


"Amit-amit sayang, mana bisa aku cari istri kalau sekarang lagi berusaha bikin kamu berkembang biak lagi" Chloe mencubit perut Adit.


"Emang nggak apa-apa Mas? Anak kita baru beberapa minggu meninggal"

__ADS_1


"Kalau Tuhan kasi kita penggantinya kenapa nggak?" Chloe pun tersenyum dan memeluk erat Adit. Jauh dalam hati kecil Chloe ia juga sangat ingin memberi Adit keturunan lagi. Karena Adit sangat menginginkan anak perempuan.


Akhirnya hari dimana Adit akan berangkat ke Surabaya pun tiba. Sejak pukul 5 pagi Chloe sudah menyiapkan segala keperluan Adit. Terlihat juga Adit belum membuka matanya bahkan makin terlelap di bawah selimut.


Karena masih terlalu pagi, Chloe memutuskan untuk turun menyiapkan sarapan. Dibawah masih sangat sepi, Bik Rumi belum bangun dari mimpinya. Karena mendengar suara dari dapur Bik Rumi pun bangun dan melihat Chloe sedang memotong sayuran.


"Nyonya kok pagi banget bangun? Biar saya aja yang masak"


"Iya Bik, Mas Adit mau ke Surabaya hari ini. Bik Rumi kalau masih ngantuk nggak apa-apa tidur lagi aja"


"Jangan Nya, nanti Tuan Adit marah kalau saya enak tidur tapi Nyonya yang masak" Chloe pun mengalah dan membiarkan Bik Rumi membantunya memasak.


"Pasti dia masak dibawah, biarin ah tidur lagi aja" batin Adit


Karena sudah melihat matahari akan naik, Chloe bergegas naik ke atas untuk membangunkan Adit yang masih setia tidur.


"Mas udah siang, bangun yuk" Adit tak menjawab namun malah menarik tangan Chloe. Sehingga Chloe menindih tubuh kekar Adit.

__ADS_1


"Olahraga pagi yuk. Biar aku semangat kerjanya nanti"


"Hmm. Tapi aku belum bangunin Yuda Mas, nanti dia kesiangan"


"Pasti bentar lagi Aca kesini jemput pangerannya. Aku kunci pintu dulu ya"


"Tapi Mas.." belum sempat melanjutkan ucapannya, bibir Chloe sudah dikunci dengan bibir Adit. Dan tangan Adit pun yang mulai nakal segera membuka baju Chloe.


Dengan ditemani mentari pagi, Adit melepaskan lahar hangat yang sedari tadi ia tahan. Mereka berdua pun terkulai lemas.


"Makasi sayang, tubuh kamu selalu ngebuat aku kecanduan"


"Tapi aku sekarang kan gendutan, karena sering makan tengah malem"


"Justru ini yang bikin aku kecanduan sayang. Dulu waktu kita buat Yuda kamu terlalu ramping buat dipeluk. Hehe"


"Makasi Mas. Aku cinta banget sama kamu. Aku mandi dulu ya"

__ADS_1


"Mandi bareng ya. Biar cepet" Chloe mengangguk.


__ADS_2