
Huweekk...huwekkk
Aku mengawali pagi dengan rasa mual yang teramat. Kebiasaan baru yang harus aku rasakan. Sampai saat ini Mama Papa tidak mengetahui kehamilanku.
Setiap hari Mas Adit selalu mengantarku ke kampus. Memastikan aku masuk kelas, baru dia akan pergi ke rumah sakit. Bunyi klakson yang sudah sangat aku hafal. Aku melihat di balik jendela kamarku
"Nah itu Papa udah datang sayang, kita mandi ya" aku berucap sendiri sambil mengusap perutku
Setelah 30 menit aku keluar kamar dan mendapati Mas Adit dengan sangat tampan sedang berbincang dengan Papa diruang tamu. Aku mengajak nya berangkat.
"Sayang..." panggilnya
"Iya Mas"
"Anak kita ngapain aja di dalam?" Tanya nya tiba-tiba . Aku menahan tawaku
"Mas anak kamu belum gerak sayang, dia pengen deket Papa nya terus."
"Anak ku apa kamu?" Mas Adit menggodaku
"Kita berdua"
"Oh iya, lusa kita fitting baju pengantin yaa. Aku pilih yang agak longgaran dikit, biar anak kita nggak kesempitan"
"Mmm.. ok"
Kami pun sudah sampai di kampus, setelah aku masuk kelas Mas Adit beranjak ke rumah sakit. Hari ini cukup lancar, aku sengaja tidak menghubungi Mas Adit dulu karena ingin berkumpul dengan Sisil dan Nita.
Tiba-tiba geng Kak Mia dan juga Tina mendatangiku .
__ADS_1
"Lo Chloe kan?" Ucap Kak Mia
"Iya Kak, kenapa ya?"
"Lo ada apa sama Pak Adit? Gue sering lihat kalian bareng."
"Emang kenapa ya kak?" Tanyaku polos
"Mending lo jauh-jauh deh dari Pak Adit, gue udah lama banget incar Pak Adit"
"Maaf kak saya nggak bisa"
"Lo berani sama gue?" Kak Mia mendorongku dan membuat perutku terbentur meja .
"Arghhh , sakit." Aku memengan perut bawahku yang terasa sangat sakit
"Pa.. pak Adit, maaf Pak"
"Kalian disini untuk kuliah, belajar. Bukan untuk saling menindas." Mas Adit sangat emosi, Kak Mia dan Tina berlari meninggalkan kami.
"Sakit banget, maafin Mama Nak." Gumamku sambil terus memengangi perutku
"Kita kerumah sakit sekarang, tahan sebentar ya" aku hanya menjawab dengan anggukan
"Mas, sakit banget. Aku takut"
"Tenang sayang, anak kita pasti nggak apa-apa"
Dirumah sakit Mas Adit sangat panik. Dia tak henti-henti nya mengecup keningku .
__ADS_1
"Syukur Dokter Adit segera membawa istrinya kerumah sakit, kandungannya baik-baik saja Dok. Kalau memang Ibu Chloe kuliah, tolong segera ambil cuti dulu. Agar bisa beristirahat" jelas Dokter Intan
"Baik Dok, terima kasih"
"Aku besok ke kampus ya, izinin kamu ke dosen. Aku pakai alasan kamu sakit dan akan menikah dalam waktu dekat."
"Nggak usah Mas, aku tetap kuliah aja. Aku akan jaga baik-baik anak kita"
"Nggak bisa. Lebih baik kamu istrihat dirumah"
"Yaudah deh."
Akhirnya hari ini hari pernikahanku, dan dengan keadaan hamil. Perutku memang belum terlalu buncit. Banyak tamu yang datang. Dosen-dosen kampus dan teman-teman dokter Mas Adit pun banyak yang datang.
"Arrghh, " aku mendesis merasakan perut ku kembali sakit.
"Sayang kamu kenapa?" Bisik Mas Adit
"Nggak apa-apa Mas, perutku sedikit keram."
"Kamu duduk ya?"
"Nggak usah, masih banyak banget tamunya. Nggak enak"
"Kalau nggak kuat bilang yaa." Aku hanya mengangguk.
Acara berakhir jam 11 malam, aku sudah sangat lelah dan ingin segera tidur. Malam ini Mas Adit yang menginap dirumahku, karena besok aku sudah harus ikut Mas Adit kerumahnya.
Baru sampai rumah, aku tak sempat mandi dan langsung tidur. Mas Adit pun ikut membaringkan tubuhnya di sebelahku sambil memeluk perut ku dan mengusapnya .
__ADS_1