ENDING LOVE

ENDING LOVE
BAB 69


__ADS_3

Adit memberi tahu Chloe bahwa Dinda kontraksi. Chloe yang mendengar hal itu menjadi panik. Mungkin bawaan karena dia juga sedang hamil.


Chloe dan Adit sangat bingung, di Jakarta Papi Derry sedang sakit namun di sisi lain tak mungkin juga mereka meninggalkan Reyhan dan Dinda. Terutama Tasya, ia pasti akan terus menanyakan kedua orang tuanya jika ikut pulang terlebih dahulu.


"Mas kita kabarin Mami sekarang gimana? Aku bingung Mas harus gimana."


"Kita pikirin besok yaa sayang, kita istirahat dulu. Besok pagi kita telpon Reyhan" Chloe mengangguk setuju.


Esok harinya Chloe terbangun pukul 7  pagi. Ia menghampiri kamar Tasya dan terlihat peri kecil itu masih tertidur pulas.


Chloe berjalan ke dapur dan mulai memasak. Tak lama Adit menghampirinya dan memeluknya dari belakang.


"Aku udah telpon Reyhan, Tasya kita ajak aja pulang. Aku khawatir sama Papi"


"Iya Mas, nanti aku yang kasi tau Tasya. Aku masak dulu yaa, udah siang nih."


Dalam perjalanan, Tasya nampak murung. Ia khawatir dengan keadaan Bundanya. Yuda yang duduk di sebelah Tasya mencoba mengajak nya bicara dan menghiburnya. Tasya malah menangis dan memanggil Bundanya.

__ADS_1


"Sayang kenapa nangis? Tante kan disini, Aca nggak sendiri."


"Mas bisa tepiin mobilnya sebentar?"


Chloe turun dari mobil hendak berpindah di belakang menemani Tasya yang sedih. Ia menyuruh Yuda untuk duduk bersama Adit di depan. Jika di bayangkan lagi terlihat seperti keluarga yang sempurna.


"Sini Tante peluk Nak. Aca nggak boleh sedih, Bunda sama Adik pasti bakalan baik-baik aja. Aca berdoa aja yaa. " akhirnya Tasya pun berhenti menangis dan malah tertidur di pelukan Chloe.


Setelah sampai dirumah, Adit menggendong Tasya agar tidur di kamar tamu sebelah kamar Yuda. Adit juga segera berpamitan untuk ke rumah sakit melihat keadaan Papi Derry.


"Iya Mas, kamu juga yaa. Kabarin terus keadaan Papi"


Adit segera melaju ke rumah sakit. Disana terlihat Mami Ajeng yang sedang menunggu di depan ruangan Papi Derry. Terakhir Papi Derry sakit sudah sekitar beberapa bulan yang lalu. Entah kenapa mungkin karena di perusahaannya sedang banyak klien membuat Papi Derry kuwalahan.


Adit menenangkan Mami Ajeng yang sesekali menangis. Tak lama Mama Riana dan Papa Rudy datang untuk melihat keadaan Papi Derry. Sejak tadi pun dokter belum keluar memeriksa keadaan Papi Derry.


"Chloe mana Nak?" Tanya Mama Riana

__ADS_1


"Dirumah Ma. Istri temennya Adit kontraksi . Jadi anaknya Adit ajak pulang. Chloe juga capek Ma, biar dia istirahat dulu aja. " sejak sampai dirumah memang Chloe sudah mengeluh jika pinggang nya sedikit sakit.


Sudah 1 jam mereka semua menunggu akhirnya dokter yang memeriksa Papi Derry keluar. Terlihat raut wajah murung dokter tersebut.


"Dok gimana keadaan Papi saya?" Tanya Adit dengan sangat panik.


"Tuan Derry masih kritis, saya akan berusaha semampu saya Dok untuk menyelamatkan Papi Dokter. Saya permisi dulu"


Mami Ajeng menangis di pelukan Adit. Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 8 malam. Namun Adit masih berada dirumah sakit. Chloe yang berada dirumah menjadi khawatir karena sedari tadi Adit belum memberi kabar apapun.


"Hallo, sayang maaf aku baru kabarin. Papi kritis. Aku sebentar lagi pulang kok. Tasya gimana?"


"Astaga Mas, kamu sabar yaa. Papi pasti baik-baik aja. Tasya udah bangun tapi dia nanya Bundanya terus. Aku udah coba telpon Mas Reyhan tapi nggak diangkat"


"Hmm yaudah aku pulang dulu yaa"


"Hati-hati Mas. Aku udah masak makan malam juga."

__ADS_1


__ADS_2