
Adit menghentikan aksinya dan nampak berpikir, Chloe benar cepat atau lambat kehamilan Chloe akan di ketahui oleh keluarga mereka. Yang terpenting adalah anak itu tidak lahir tanpa ayah. Dan yang bertanggung jawab bukan laki-laki lain melainkan ayah dari anak itu sendiri.
"Iya memang lebih baik kita cepat bicarakan dengan keluarga kita." ucap Adit
"Aku telpon Mama Papa yaa, biar mereka kesini. Kita undang aja untuk makan malam Mas."
"Boleh juga." Adit pun melancarkan aksinya kembali dan mulai membuka baju Chloe, perut Chloe sudah terlihat sedikit membuncit.
"Kamu mau ngapain?" tanya Chloe polos
"Nanggung sayang kalau nggak di lanjutin, nanti mubazir. Aku janji pelan-pelan" Chloe pun menggangguk tanda setuju
Setelah Chloe menelepon keluarganya , mereka pun melangsungkan malam pertama mereka. Tetapi bukan berdua, melainkan bertiga dengan anak yang dikandung Chloe. Cukup lama mereka beraksi di ranjang, tanpa sadar mereka tertidur. Chloe bangun terlebih dahulu dan membantu Mami Ajeng untuk memasak makan malam.
"Mi.. Chloe bantu ya?"
"Eh nggak usah Nak, biar Mami aja"
__ADS_1
"Nggak apa-apa Mi, oh iya Mi boleh nggak malam ini Chloe undang Mama Papa makan malam disini? Ada yang Chloe sama Mas Adit omongin." pinta Chloe
"Boleh dong sayang, Mami telepon in dulu yaa."
"Nggak usah Mi, tadi udah Chloe telepon."
Makan malam pun tiba, Mama Riana dan Papa Rudy pun sudah datang. Chloe dan Mami Ajeng memasak banyak sekali malam ini. Chloe sedari tadi memikirkan kalimat pertama apa yang harus ia dan suaminya ucapkan. Lain dengan Adit yang terlihat santai . Adit menggunakan celana boxer dan memakai kaos yang memperlihatkan ototnya. Sementara Chloe menggunakan dress selutut, lebih mirip daster.
Ketika makanan mereka sudah habis, Mama Riana membantu Chloe mengangkat piring-piring ke dapur. Karena Mami Ajeng baru ditinggal pembantu yang pulang kampung, mau tidak mau Mami Ajeng harus membereskan semua, tentunya di bantu oleh Chloe. Mereka semua duduk di ruang tamu dan saling mengobrol.
"Mi, Pi, Ma, Pa Adit mau ngomong hal penting." Adit mulai berbicara serius
"Adit mau ngasih tahu kalau sebenarnya sebelum hari pernikahan Chloe udah hamil 3 minggu. Jadi acara pernikahan kemarin Chloe udah mengandung anak Adit." jelas Adit sambil menatap serius ke orang tua mereka. Chloe yang mendengarkan hanya tertunduk merasa bersalah.
"Ha? Apa ? Hamil? kamu nggak bercanda kan Dit?" kini Papi Derry yang bertanya
"Iya Pi "
__ADS_1
"Gimana bisa kamu hamilin istri kamu sebelum nikah? Pasti kamu mabuk kan?"
"Astaga nggak Pi." Adit pun menceritakan semuanya tanpa ada yang ditutupi , dia menceritakan se detail mungkin. Bahkan niat Chloe yang akan menggugurkan kandungannya pun ia ceritakan. Mama Riana dan Mami Ajeng tak tahu harus bereaksi apa, senang atau kecewa atau bahkan malu. Mereka berdua bahkan belum membuka suara sama sekali.
"Maka dari itu Adit mempercepat pernikahan yang seharusnya 2 bulan lagi, jadi 1 minggu . Adit nggak mau perut Chloe membesar baru nikah. Maafin Adit ."
"Chloe juga minta maaf , Chloe juga salah. " Chloe menangis terisak.
"Jujur kita semua kecewa, tetapi kamu sudah bertanggung jawab Dit. Papa rasa kita semua harus maafin kalian berdua. Yang terpenting adalah kamu nggak ninggalin Chloe dalam keadaan hamil." jelas Papa Rudy
"Nggak lah Pa, Chloe pasti bakal gugurin anak Adit kalau sampai Adit nggak tanggung jawab."
"Waktu itu aku emosi, aku cuman takut aja. Maka dari itu aku ngomong sekenanya. Nggak mungkin aku gugurin anakku. Kalo kamu nggak tanggung jawab mungkin Chloe udah pergi jauh bawa anak Chloe. Nyari Papa baru." canda Chloe
"Bisa dipastikan laki-laki itu bakal berakhir babak belur ." jawab Adit tak mau kalah
"Sadis banget kamu Dit" balas Mama Riana
__ADS_1
Tak ada yang lebih melegakan dibandingkan kejujuran. Adit dan Chloe tak lagi menyembunyikan kehamilan Chloe. Bahkan Mami Ajeng dan Mama Riana yang paling bahagia karena cepat sekali di beri cucu. Dan kini tak ada lagi bayang-bayang rasa bersalah.
Kerena semakin larut keluarga Chloe berpamitan pulang. Adit juga Chloe sudah berada dialam mimpi.