ENDING LOVE

ENDING LOVE
BAB 43


__ADS_3

7 tahun kemudian.....


Yuda sudah berumur 7 tahun dan sudah memasuki sekolah SD ,Chloe sangat bersemangat sekaligus kwalahan karena sedari Yuda bayi ia tak sama sekali menyewa baby sister.


Padahal Adit sudah berkali-kali menawarkan Chloe agar menyewa baby sister saja. Namun Chloe ingin sekali merawat dan melihat tumbuh kembang anaknya.


"Pagi gantengnya Mama" sapa Chloe


"Pagi Ma, Ma Yuda laper" baru berumur 4 tahun Yuda sudah sangat lancar berbicara


"Iya Nak, ini Mama siapin dulu ya. Papa kemana?"


"Masih mandi Ma. Ma Yuda ke sekolah sama Mbah Udin aja ya"


"Loh nggak sama Papa? "


"Kalau sama Papa, Yudah di cuekin di mobil. Papa selalu telepon" keluh Yuda


"Maklum sayang, Papa banyak pasien"


"Kalau Yuda besar, Yuda nggak mau jadi dokter Ma"


"Terus anak Mama mau jadi apa? Kalau polisi dan semacamnya Mama nggak bolehin"


"Yuda mau jadi bos Ma, Yuda mau duduk di kursi yang muter-muter" Chloe tertawa mendengar jawaban anaknya


"Iya Nak, lagian masih jauh sayang. Mama ke atas dulu ya"

__ADS_1


Chloe masuk ke kamar namun tak menemukan suaminya, dan terdengar gemercik air di kamar mandi. Chloe segera menyiapkan baju untuk Adit. Adit keluar dengan menggunakan handuk sebatas pinggang.


"Mas..."


"Kenapa sayangku?"


"Kamu kalau anter Yuda selalu nyuekin dia ya? Anak kamu ngadu ke aku"


"Hehe maaf sayang, banyak panggilan dari suster. Dia juga kadang jawab ala kadarnya kalau aku tanya"


"Dia mirip banget sama kamu Mas"


"Aku buat nya kan sepenuh hati, jadinya percis Papa nya " jawab Adit dengan berbangga hati


"Ih ke PD an. Pakai baju gih, nanti masuk angin" Adit menarik Chloe kepelukannya. Dia terus mengecup kepala Chloe. Tanpa sadar Yuda membuka pintu kamar mereka


"Ih Mas, cepet pakai baju. " Chloe tersentak kaget. Ia pun juga segera turun dan menyiapkan tas Yuda.


Dan memang benar di perjalanan Adit mengantar Yuda mereka lebih banyak diam. Jalanan hari ini tak terlalu padat, mobil Adit pun bisa melaju dengan sangat lancar. 


Bruuukk...


Adit tersentak kaget karena mobil depannya mengerem mendadak. Adit pun menyuruh Yuda tetap diam di mobil sementara Adit turun untuk mengecek keadaan didepan. 


"Astaga , Pak tolong masukkan mobil saya. Kebetulan saya dokter. biar saya bawa ke rumah sakit saya ." Ucap Adit . Para pengendara membawa anak gadis itu ke mobil Adit dan memasukkan sepeda anak itu ke bagasi mobil Adit.


"Pa dia siapa?" tanya Yuda heran

__ADS_1


"Kasihan sayang, dia ditabrak. Papa mau bawa kerumah sakit."


"Yah, Pa Yuda udah telat banget. Nanti bu guru marah."


"Sebentar Nak" Adit mengeluarkan ponsel dan menelepon Chloe. "Hallo sayang, sayang aku minta tolong kamu telepon gurunya Yuda, dia hari ini izin aja. Bilang aja acara keluarga."


"Loh ada apa Mas? Kok kamu kayak panik banget."


"Tadi aku lihat ada anak seumuran Yuda kecelakaan, aku mau bawa kerumah sakit. Kasihan sayang"


"Hmm, yaudah Mas aku telepon gurunya Yuda dulu. Kamu hati-hati yaa."


"Pa, kepalanya keluar darah terus."


"Iya iya Nak. Kita berangkat sekarang ." Adit melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju rumah sakit.


Sampai dirumah sakit anak perempuan tadi sudah dibawa ke UGD. Yuda menunggu di ruangan Adit dengan bosan. Tak terasa hari sudah siang namun Adit belum menghampiri  Yuda yang sudah sangat bosan menunggu. 


"Anak Papa lama nunggu ya?"


"Yuk Pa kita pulang. Yuda laper."


"Kamu kenal nggak anak gadis tadi, Papa kayak nggak asing sama seragamnya."


"Yuda nggak tau Pa." Yuda menjawab dengan muka yang sangat datar.


"Memang ni anak songong kayak gue dulu, nggak heran ." gumam Adit

__ADS_1


__ADS_2