ENDING LOVE

ENDING LOVE
BAB 3


__ADS_3

Sampai dirumah setelah Dewa mengantarku pulang, keadaan ku pun sangat kacau. Aku mempersilahkan Dewa masuk dulu, tapi dia memilih untuk segera pulang dan membiarkanku menenangkan diri terlebih dahulu. Aku pun naik ke kamar ku untuk cepat-cepat mengganti baju. 


Aku membaringkan tubuhku dan tak terasa aku sudah terlelap. Sesaat aku merasakan tubuhku di gerakkan oleh seseorang.


"Sayang bangun, udah sore ini . Itu kamu di cari sama Dewa di depan" Ucap Mama


"Emang udah jam berapa Ma?"


"Jam 6 sore, buruan mandi. Kasihan Dewa nunggu ." perintah Mama dan aku hanya mengangguk saja.


Dewa memang anak yang romantis, dia selalu saja sengaja datang ke rumah tanpa mengabari. Membawakan bunga yang selalu saja Mama bilang seperti ziarah ke kuburan saja. Dia selalu membawakan bunga untukku. Bahkan hampir setiap dia menjemputku dan memberiku bunga. Romantis bukan?


"Hai, udah lama ya?" panggil ku membuyarkan lamunan nya


"Cantik banget" ucapnya tanpa berkedip


"Apaan sih, bisa aja deh. Kita mau kemana?" tanya ku


"Kita ke mall aja yuk, sambil nyari buku"


"Boleh deh. Ya udah yuk berangkat. " 

__ADS_1


"Maa... Oi berangkat dulu yaa nanti pulangnya nggak malem kok" teriak ku ke Mama karena Mama berada di dapur.


"Iyaaa hati-hati. Dewa jaga Chloe yaa"


"Siap tante"



Dalam perjalanan aku hanya diam saja memegangi bunga yang tadi Dewa bawa. Kami berangkat memakai mobil Ayah Dewa. Tentu saja jam keluarnya dibatasi oleh Ayahnya. Karena bosan, aku menghidupkan ponsel ku dan membuka sosmed. Tidak lama aku men scroll sosmed ku, aku mendapati Tina sedang berpose sangat sexy di akun instagram nya. Dewa yang menyadari aku seperti sedang mencari tahu sesuatu tiba-tiba mengelus rambutku.


"Kepo in siapa sih sayang?" tanya nya sambil mengelus rambutku


"Iya ingat, dia temen satu kelas aku. Kenapa?"


"Hah? satu kelas ? Kamu serius?" aku kaget sekali mendengar itu dari Dewa, karena memang selama ini aku tidak terlalu peduli dengan teman-teman nya dikelas. Yang aku ingat hanya Yogi teman yang selalu lengket dengan Dewa.


"Biasa aja kali kaget nya sayang. Kamu masih kesel sama dia?"


"Banget. Emang dia kalau di kelas selalu bikin ulah yaa?" tanya ku menyelidik


"Iya kadang gitu. Tapi nggak tiap hari sayang. Nah udah nyampe, yuk turun. Bunga nya taruh situ aja."

__ADS_1


Dewa menggandeng tanganku masuk ke mall. Kami berjalan sambil sesekali bercanda dan mengobrol. Kami berhenti di toko buku dan mulai mencari buku masing-masing.


"Eh tukang buat onar ada disini? " tanya Tina sinis


"Tukang buat onar? nggak kebalik?" jawabku santai


"Sialan lo yaa, berani-beraninya lo ngatain gue tukang buat onar? Kalau nggak lagi disini udah gue tampar mulut pedes lo" ancam Tina 


"Kenapa sayang?" Tiba-tiba Dewa datang menghampiriku


"Nggak apa-apa sayang, kita pergi ke tempat lain aja." ajak ku sambil menarik tangan Dewa tapi dia menarik ku kembali untuk berhenti


"Lo kenapa sih, selalu aja buat masalah. Nggak di kelas, nggak di mana-mana lo selalu aja nyusahin orang. Mulut lo gatel ya kalau sehari aja nggak hina orang?" tanya Dewa tak kalah sinis dan kali ini Tina bingung akan menjawab apa.


"Kamu kenapa sih pilih dia jadi pacar kamu? Apa lebihnya dia sih? Kamu selalu aja lindungin dia?" mata Tina mulai berkaca-kaca


"What? Kamu? Gue nggak salah denger nih? Apa jangan-jangan Tina suka sama Dewa? " gumam ku


"Karena dia segalanya buat gue. Dan gue nggak bakal biarin siapa pun buat gangguin pacar gue, terutama lo." Bentak Dewa


Dewa menarik tanganku dan menyadarkan lamunanku. Entah mengapa sepertinya hari ini adalah hari sialku. Selama perjalanan pulang aku hanya memejamkan mataku.

__ADS_1


__ADS_2