
Kondisi Tasya hari ini sudah sangat baik, dan Dokter memperbolehkan ia pulang. Ketika mereka bersiap-siap Yuda datang dengan raut muka datarnya.
"Mama, Papa"
"Anak Mama sama siapa kesini ?"
"Sama Nenek Ma"
"Bidadari bangun" ucap Yuda pelan ketika melihat Tasya dan untungnya tak ada yang mendengar
"Loh Mi, Mami cuman berdua sama Yuda."
"Mumpung Papi mu nggak dirumah, Mami tadi habis belanja."
"Hai Tante, apa kabar? Masih inget Reyhan kan?"
"Loh Reyhan, astaga apa kabar. Lama nggak ketemu"
"Hehe iya baik Tante, Tante sendiri?"
"Tante baik dong"
"Oh ya Dit ini anak lo?"
"Iya jagoan gue nih. Namanya Yuda"
"Hallo bos, kenalin Om Reyhan"
__ADS_1
"Yuda Om" jawaban yang datar
"Dit mirip banget sama lo dulu, songong" mereka semua tertawa
Chloe dan Adit hari ini akan berkunjung kerumah Reyhan. Yuda sangat senang bisa main kerumah Tasya. Dan Yuda ingin bersahabat dengan Tasya. Dalam perjalanan Yuda memang selalu diam saja. Hanya mendengarkan pembahasan kedua orang tuanya yang tak tahu membahas apa.
20 menit kemudian, mereka telah sampai di halaman rumah yang sama mewahnya dengan rumah Adit. Adit dan Chloe sudah 2 bulan pindah ke rumah baru mereka. Dengan banyak nya drama dengan Mami Ajeng akhirnya beliau mengizinkan Chloe dan Adit pindah.
"Yuk masuk" ucap Reyhan
"Bun... ada tamu nih"
"Astaga anak Bunda pulang, Bunda khawatir sama kamu Nak. Kamu kemana aja?"
"Tasya dirumah sakit sama Tante baik Bun"
"Chloe mbak, ini anak pertama saya Yuda. Salam dulu sayang"
"Yuda Tante"
"Terus ini pasti Adit ya sahabatnya Mas Reyhan?" Dinda memang sudah tahu Adit dari Reyhan, Reyhan banyak cerita juga bahwa dia merindukan Adit sahabatnya.
"Iya saya Adit"
"Mas Rey banyak cerita loh soal kamu" dibalas senyuman oleh Adit
"Hamil berapa bulan mbak?"
__ADS_1
"Udah masuk 6 bulan. Nggak usah panggil mbak, panggil Dinda aja. Umur kita nggak beda jauh"
"Oh ok Din. "
Setelah mengobrol di ruang tamu, mereka semua bersiap makan siang. Di sela-sela makan Yuda tak henti-henti nya memandang Tasya yang memang sangat manis. Sewaktu kecelakaan Yuda tak bisa melihat wajah Tasya karena tertutup rambut dan banyak darah dikepala.
Baginya Tasya adalah orang keempat tercantik setelah Oma Riana, Nenek Ajeng dan Chloe. Rambut coklat yang lurus, dan wajah imutnya memang bisa mengalihkan pikiran anak seumur Yuda.
Adit melihat anaknya memandang Tasya terus pun menyenggol lengan Yuda. Yuda sedikit terkejut, Adit memberi isyarat agar mengajak Tasya bermain setelah ini , tentunya agar mereka bisa menjadi teman.
"Ta.. tasya, habis makan kita main yuk" ucap Yuda dengan gugup, Chloe dan Adit saling pandang dan tersenyum
"Boleh Kak, Tasya habisin makanan dulu ya" Yuda pun mengangguk
Umur Tasya dan Yuda itu hanya berbeda 1 tahun. Yuda lebih tua dibanding Tasya. Mereka bersekolah di sekolah yang berbeda. Jarak sekolah keduanya tak jauh. Hanya memakan waktu 5 menit saja.
Selesai makan Tasya menghampiri Yuda dan menggandeng tangan Yuda dengan ceria. Para orang tua yang melihat pemandangan itu hanya bisa tersenyum melihat anak mereka yang mulai dekat.
"Kakak namanya siapa?" Tanya Tasya
"Nama kakak Yuda. Kakak ini anak paling gantengnya Papa sama Mama" jawab Yuda dengan percaya diri. Tasya yang mendengar itu hanya mengernyitkan kening dan tertawa.
"Kakak lucu. Tasya suka" senyum dibibir Yuda merekah. Senang bukan main ketika Tasya berbicara seperti itu ditambah raut muka yang sangat imut.
"Ma..makasi"
Matahari sudah hampir menghilang dari langit, keluarga Adit pun pamit pulang karena malam nanti Adit ada jadwal operasi. Dan Yuda lah yang paling bersedih karena harus berpisah dengan bidadari nya.
__ADS_1