ENDING LOVE

ENDING LOVE
BAB 62


__ADS_3

Pada dasarnya cinta memang bisa menghalalkan segala cara, sekalipun itu cara yang kotor. Seperti Dewa saat ini, dulu ia lah yang memutuskan hubungan dengan Chloe , kini malah ia sendiri yang berusaha merebut Chloe dari Adit.


"Mas, hari ini kamu pulang cepet nggak?"


"Kayaknya sore aku udah pulang sayang, kenapa belum aja aku berangkat udah kangen. Apa aku libur?" Goda Adit


"Maunya sih gitu. Nanti kita belanja ya pakai keperluan besok ke Bandung"


"Boleh, kamu udah bener-bener sehat kan?"


"Udah kok Mas. Anak kamu udah nggak nakal didalam sini, tapi kenapa ya aku masih agak mual kalo deket kamu, sampai aku tahan"


"Apa kita ke dokter aja?"


"Nggak usah, dokterku udah tiap hari dirumah"


"Dokter ranjang kan?" Goda Adit dengan senyum seringai. Chloe pun mencubit perut Adit.

__ADS_1


Adit pun segera berangkat, dan Chloe mencium punggung tangan Adit. Ya setiap hari memang Chloe selalu saja sendiri dirumah. Semenjak ia dan Adit memilih tinggal dirumah sendiri. Biasanya jika Adit berangkat ke rumah sakit , Chloe akan bersantai atau membuat kue bersama Mami Ajeng.


Tok..tok..tok


"Pagi bu, perkenalkan nama saya Bik Rumi Nyonya" sapa wanita paruh baya , dilihat dari perawakannya beliau berumur kurang lebih 50 tahun.


"Iya pagi, maaf cari siapa ?"


"Kemarin Tuan Adit menelepon yayasan saya, Tuan bilang sedang mencari pembantu"


"Oh sebentar saya telepon suami saya dulu"


"Iya sayang aku lupa kasih tau kamu, namanya Bik Rumi. Aku nggak tega kamu terus sendirian "


"Astaga Mas, hmm makasi sayang" setelah menelepon Adit, Chloe mempersilahkan Bik Rumi untuk masuk.


Chloe menyuruh Bik Rumi untuk beristirahat terlebih dahulu, karena memang Chloe belum mulai memasak makan siang. Adit yang biasanya akan pulang makan siang pun sudah di bekali sekotak nasi goreng oleh Chloe.

__ADS_1


Di tempat lain, Adit sudah disibukkan oleh beberapa jadwal operasi dan pemeriksaan pasien. Para suster sudah berkali-kali keluar masuk ruangan Adit untuk mengantar laporan pasien.


Suster Susi adalah yang paling sering memasuki ruangan Adit. Ia adalah suster pengganti Suster Andin. Karena beberapa bulan lalu Suster Andin mengundurkan diri dan pindah ke luar kota.


Ia seumuran dengan Chloe, hanya saja diumur yang sekarang ia masih betah melajang. Dari awal ia di tempatkan di rumah sakit Om Burhan, ia sudah mulai melirik Adit. Bukan tak mungkin ia tak menyukai Adit, wanita mana yang tahan melihat otot Adit yang awet diumur yang sudah berkepala tiga. Dan wajah yang tampan ,berkulit putih.


Sudah sering Suster Susi mencoba mencari perhatian Adit, ia juga sengaja memotong rok susternya menjadi pendek dan memperketat ukuran rok nya hanya untuk mendapat lirikan Adit. Namun tak sekalipun Adit tergoda.


Jika dilihat seksama , Suster Susi adalah wanita yang cantik, diumur yang sudah berkepala tiga ia tetap terlihat sangat muda.


"Permisi Dok, Dok ini laporannya." Ucap Suster Susi dengan suara yang di buat sangat lembut. Karena tak mendapat jawaban, ia pun berjalan mendekati Adit.


"Dokter, mau saya buatkan kopi?"


"Nggak usah , terima kasih. Suster Susi boleh keluar" jawab Adit dingin. Namun Suster Susi tetap pada posisinya.


"Maaf Sus, saya sedang banyak pekerjaan. " akhirnya dengan wajah muram, Suster Susi keluar dari ruangan Adit.

__ADS_1


"Aku bakal berusaha terus Dok buat dapetin kamu" batin Suster Susi


__ADS_2