
Setelah selesai merapikan tempat tidur, aku segera keluar dari kamar Mas Adit . Dibawah Tante Ajeng dan Om Derry sudah menunggu kami di meja makan.
"Nak, kok lama banget bangunin Adit? Susah ya dibangunin?" tanya Tante Ajeng
"Iya Tan, tapi Mas Adit udah mandi kok. Sebentar lagi juga turun"
"Mami ni, kayak nggak tahu aja bangunin nya harus pakai kelembutan. Nggak kayak Mami ni, kalau bangunin Papi teriak-teriak di telinga" goda Om Derry
"Udah tua Pi, kelembutannya udah hilang" aku pun tertawa melihat mereka saling bercanda.
"Pagi Mami Papi sayang." Mas Adit turun dengan sangat ceria
"Aduh,ceria banget" celetuk Om Derry
"Yaudah sarapan dulu"
Kami ber empat segera menyelesaikan sarapan, dan bergegas untuk berangkat. Aku memasukkan koperku ke dalam bagasi.
"Sini aku yang angkat" tawar Mas Adit
"Nggak usah, aku bisa sendiri."
"Ini berat, cewek nggak boleh angkat yang berat-berat sayang" aku meninggalkan Mas Adit tanpa sepatah kata pun
"Tante, boleh nggak Chloe duduk di belakang aja sama Tante. Biar Om Derry yang di depan."
"Loh kenapa Nak, kamu berantem ya sama Adit?" tanya Tante Ajeng
__ADS_1
"Nggak Mi, udah yuk masuk sayang." Mas Adit menarik tanganku agar duduk di depan bersamanya
"Kalian ini kenapa? Dari kemarin kok kayaknya nggak seperti biasa. Kalau ada masalah di omongin baik-baik jangan kayak gini Nak." jelas Tante Ajeng
"Maaf Tante Om. "
Dalam perjalanan kami hanya saling diam. Karena bangun terlalu pagi membuatku tertidur. Tak terasa setelah 3 jam perjalanan kami pun sampai . Mas Adit menurunkan Tante Ajeng dan Om Derry terlebih dahulu . Lalu mengantarku pulang. Tetapi saat akan melajukan mobil Mas Adit mendapat telepon dari rumah sakit.
"Sayang kita ke rumah sakit dulu ya, aku ada pasien . Dokter penggantiku hari ini sakit."
"Yaudah" Mas Adit mengecup keningku
Di rumah sakit aku menunggu di ruangan Mas Adit. Karena Mas Adit langsung keluar dan memeriksa pasiennya yang hari ini ada operasi , karena dokter penggantinya tidak datang. Sangat bosan harus menunggu.
"Permisi Dok, in.." tiba-tiba ada suster yang masuk
"Iya Sus, maaf dokter Adit nya lagi di ruang operasi."
Sudah hampir 2 jam aku menunggu, namun Mas Adit belum datang juga. Aku memutuskan untuk keluar ruangannya sebentar membeli minum. Langkahku terhenti ketika melihat suster yang tadi masuk ke ruangannya Mas Adit sedang coba menggoda Mas Adit. Aku melihat berapa kali Mas Adit mencoba menghindari sentuhan tangan suster tadi.
"Emang dasar ganjen" gumam ku. Aku pun mengurungkan niatku membeli minum, aku masuk kembali ke ruangan Mas Adit
"Sayang maaf, lama ya? Mau pulang sekarang?"
"Siapa suster tadi?"
"Dia suster baru disini, namanya Andin. Aku nggak pernah gubris dia ."
__ADS_1
"Aku mau pulang aja"
"Tapi aku nggak bisa lama di rumah, aku harus selesaikan laporanku selama cuti."
"Mas.. kalau suster tadi godain kamu lagi gimana?" tanyaku sambil memeluk lengannya
"Apa kamu mau disini aja?"
"Tapi aku capek, aku mau tidur."
"Aku nggak akan macem-macem sayang, kamu percaya kan sama aku?"
"Iya, yaudah yuk pulang." di balas senyuman oleh Mas Adit
Lagi-lagi hanya diam. Kami tak banyak bicara. Tak lama kami pun sampai di rumahku. Mama Papa sudah menantiku sejak tadi.
"Asslamu'alaikum Ma.. Pa"
"Wa'alaikum salam sayang. Anak Mama udah datang" aku berjalan lalu memeluk Mama.
"Maaf Ma, Adit pulangin Chloe telat. Tadi Adit ajak ke rumah sakit dulu"
"Iya nggak apa-apa Nak. Ayo masuk dulu" ajak Papa
"Maaf Pa, Adit langsung aja. Dokter pengganti Adit nggak masuk. Jadinya semua laporan harus selesai sekarang. Mungkin nanti malem pulang nya Adit mampir"
"Oo yasudah. Hati-hati Nak"
__ADS_1
"Aku jalan dulu ya sayang" Mas Adit memegang tanganku
"Iya Mas hati-hati"