Eyza & Sarah (Kakak Kelasku Sayang, Menikahlah Denganku!)

Eyza & Sarah (Kakak Kelasku Sayang, Menikahlah Denganku!)
Undangan syukuran kelulusan


__ADS_3

🌴🌴🌴🌴🌴🌴


Baru saja Kak Sarah tiba di rumahnya, dia langsung masuk ke dalam kamar, kemudian membuka tasnya lalu mengambil kotak yang di bungkus kertas kado bermotif bunga mawar merah, ketika hendak membuka kotak tersebut, tiba-tiba-


"Saraaah, kesini sebentar Nak!"


"Iya Mah, sebentar Sarah kesana!"


Kak Sarah mengurungkan niatnya membuka kotak itu lalu meletakkannya di dalam lemari pakaian paling bawah. Kemudian segera keluar kamar menuju dapur.


"Ada apa Mah?


"Tolong lanjut kocok telur ini sebentar, mama mau panggang kue dulu!"


"Iya Mah. Memang mama lagi buat kue apa?"


"Memangnya kamu lupa, hari ini kan ulang tahun Dewi. Mama buat kue black forest sekalian mau merayakan kelulusan kamu."


" Astagfirulloh... Oh, iya Sarah lupa, Dewi ulang tahun ya sekarang."


"Iya, Mama sengaja buatin kue untuk kalian berdua. Mama juga sudah pesan nasi tumpeng tadi, kita rayakan kecil-kecilan sekeluarga aja."


"Duh, Mama makasih yaaa udah repot-repot begini."


"Ya nggak apa-apa. Mama senang kok persiapkan ini untuk anak-anak Mama," ucap Mama Kak Sarah kemudian tersenyum.


"Oh iya Mah, apa Sarah boleh undang Eyza dan kedua adiknya juga kedua temannya?"


"Eyza yang waktu itu antar kamu pulang?"


"Iya benar Mah!"


"Boleh, nanti Mama tinggal minta Bi Inah masak agak di lebihkan."


"Makasih ya Mah."


"Iyaaa, eh tapi ngomong-ngomong kamu ada hubungan apa sama Eyza?" tanya mama Kak Sarah yang sudah selesai memanggang kue, lalu mengolah adonan kue berikutnya. Kak Sarah menghentikan mixer yang sedang ia pegang begitu mendengar pertanyaan mamanya.


"Ya hanya berteman Mah, memangnya Mama pikir ada hubungan apa?"


"Mama lihat kalian akrab banget, ya mungkin saja ada hubungan lebih dari teman."


"Ya nggak lah Mah. Eyza itu adik kelas aku, usianya juga sama dengan Faiz, jadi nggak mungkin Sarah ada hubungan lebih dengan dia."


"Hemmm baiklah, Mama hanya sekedar bertanya saja."


"Eyza dan teman-temannya itu menyenangkan Mah, kalau sudah kumpul dengan mereka seru, belum lagi kedua adik kembarnya Eyza yang lucu dan menggemaskan. Pokoknya seru deh kalau sudah kumpul bareng mereka."


"Eyza punya adik kembar?"


"Iya Mah, perempuan adiknya."


Tiba-tiba Mama Kak Sarah terdiam, seperti sedang mengingat sesuatu.


"Kenapa memangnya Mah?"


"Ah, tidak Mama hanya jadi teringat seseorang."


"Siapa Mah?"


"Teman Mama, waktu Mama masih tinggal di Jakarta. Terkahir Mama dan Papa ketemu dia sebelum kita pindah ke Pekanbaru, waktu itu kedua anak kembarnya masih bayi, kalau sekarang mungkin sudah sebesar Dewi."


"Oh, begitu. Memangnya Mama sudah tidak lagi berhubungan lewat telpon?


"Sudah tidak, waktu itu papa kamu coba menghubungi sepertinya sudah ganti nomor telpon."


"Jadi sampai sekarang Mama belum pernah ketemu dengan teman Mama itu?"


"Belum!"


"Hemmm, apa dia teman dekat Mama?" Mama Kak Sarah terdiam untuk beberapa saat baru kemudian menjawab pertanyaan Kak Sarah.


"Nanti, suatu saat Mama akan cerita ke kamu ya, kalau sekarang sepertinya waktunya tidak tepat, lihat pekerjaan Mama masih banyak!"


"Eh, iya kita juga harus segera selesaikan ini, karna acaranya tinggal nanti malam. Ini sudah Mah?"

__ADS_1


"Sudah cukup, kamu ganti baju dulu sana!"


"Iya Mah, Sarah juga sudah nggak betah ini."


Kak Sarah pergi meninggalkan mamanya lalu masuk ke dalam kamar, kemudian berganti pakaian. Matanya melirik ponsel yang tergeletak di atas meja belajarnya, kemudian mengambilnya, lalu mencari nama Eyza di kontak telponnya.


📱Sarah


"Assalamu'alaikum."


📱Eyza


"Wa'alaikum salam, ada apa ya Kak?"


📱Sarah


"Saya hanya ingin mengudang kamu, Reno dan Ujang untuk datang ke rumah nanti malam."


📱Eyza


"Maaf Kak, memangnya ada apa ya?"


📱Sarah


"Ada acara syukuran kecil-kecilan untuk merayakan kelulusan saya sekaligus ulang tahun adik saya, Dewi."


📱Eyza


"Oh, iya Kak. Insya Allah saya dan teman-teman saya akan datang, jam berapa ya acaranya?"


📱Sarah


"Jam tujuh malam. Oh, iya kamu jangan lupa ajak Dya dan Dita ya!"


📱Eyza


"Oh, iya Kak. Saya akan ajak mereka."


📱Sarah


📱Eyza


"Iya Kak, insya Allah kami akan datang."


📱Sarah


"Oke, terima kasih sebelumnya. Saya hanya ingin memberitahukan ini, assalamu'alaikum."


📱Eyza


"Sama-sama Kak, wa'alaikum salam."


Kak Sarah pun menutup telponnya, lalu meletakkannya kembali diatas meja, kemudian merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.


"Kenapa mama bisa berpikir, kalau aku ada hubungan dengan Eyza ya? Nggak mungkin juga aku punya hubungan spesial dengan dia, mungkin usia dia tiga tahun di bawah aku. Dia sudah seperti adikku sendiri, mana mungkin kami menjalin hubungan lebih dari sekedar berteman," gumam Kak Sarah dalam hatinya kemudian menarik nafas panjang.


"Tapi kenapa, waktu itu hatiku deg-degan ya, saat Eyza menyanyi di hadapanku. Sebenarnya perasaan apa itu? Eh, tapiiii dulu Ratih pernah bilang padaku, jika hati kita deg-degan begitu melihat seorang laki-laki atau saat mendengar suaranya itu tandanya kita jatuh cinta pada laki-laki itu. Heummm tapi rasanya tidak mungkin aku jatuh cinta dengan Eyza, dia itu seumuran Faiz, dia sudah seperti adik buat aku." Tiba-tiba lamunan Kak Sarah buyar oleh suara adzan ashar, segera saja dia berwudhu lalu melaksanakan ibadah sholat ashar.


Sementara itu di rumahku. Aku sedang menahan degup jantungku, tak percaya kalau Kak Sarah kan mengundangku dan teman-temanku untuk merayakan kelulusannya. Namun tiba-tiba Dita mengetuk pintu kamarku.


TOK!


TOK!


TOK!


"Siapa?


"Aku Kak, Dita!"


"Oke, masuk aja!"


Dita pun membuka pintu kamar.


KREEKKK!!!!

__ADS_1


Lalu masuk ke dalam kamarku.


"Kakak lagi apa?


"Lagi istirahat aja, kamu ada perlu apa?"


"Nggak ada apa-apa, mau kesini aja."


"Ya udah sini, memang Dya kemana?"


"Tidur!" jawab Dita kemudian duduk di sampingku.


"Tidur? Sore-sore begini tidur?"


"Iya, dia bilang capek, mungkin juga karna kami habis tugas kerja kelompok tadi."


"Oh iya, kita di undang Kak Sarah nanti malam."


"Ada acara apa Kak?"


"Syukuran atas kelulusan Kak Sarah sekaligus ulang tahun adiknya."


"Wah, seru dong. Dita ikut ya Kak!"


"Kan tadi Kakak sudah bilang kita di undang, itu artinya Kakak dan kamu juga Dya."


"Oh, iya hehehe ... "


"Kak Reno sama Kak Ujang juga di undang kok!"


"Wah, nggak ngebayangin pasti seru banget nih kita kumpul bareng lagi kaya waktu itu."


"Tapi ingat ya, jangan bicara macam-macam lagi soal Kakak di depan Kak Sarah, apalagi ini di depan keluarganya."


"Iya, iyaaa Dita janji, lagi pula yang waktu itu Dita bicarakan tentang Kakak kan bukan sembarangan."


"Maksud kamu?"


"Dita tahu, Kakak punya perasaan suka sama Kak Sarah kan? Tapi Kakak nggak berani mengungkapkan." Aku terkejut mendengar Dita mengucapkan itu.


"Jadi selama ini diam-diam Dita memperhatikan aku, sampai dia bisa tahu kalau aku suka sama Kak Sarah," gumamku dalam hati.


"Kamu sok tahu Dit, darimana kamu bisa menyangka seperti itu?"


"Dari sikap Kakak, setiap kali Kakak tatap Kak Sarah, Dita tahu jantung Kakak berdetak kencang, wajah Kakak juga kelihatan cerah Kalau lihat Kak Sarah."


"Hahh! Dita memperhatikan aku sampai sejauh itu," ucapku dalam hati.


"Kamu kebanyakan baca novel, jadi kamu ngebayangin kalau Kakak itu adalah tokoh yang ada di novel yang kamu baca itu kan?"


"Iiiiih Kakak, siapa yang ngebayangin Kakak, itu kenyataan yang Kakak nggak bisa sembunyiin dari Dita."


"Aduuh, ini anak kecil ngapain sih bahas-bahas soal perasaan, udah mandi sana. Ingat ya abis maghrib kita langsung jalan, bilang Dya sana!" ucapku sambil aku dorong perlahan tubuh mungil Dita sampai ke depan pintu kamarku.


"Iya, iyaaa Dita keluar, nggak usah pake di dorong kali," ucap Dita, namun tiba-tiba-


Cup!


Ku kecup pipi Kanan Dita, membuat Dita terkejut.


"Iiiiih Kakak, ngapain sih pake cium aku segala, aku ini sudah besar."


"Memangnya nggak boleh cium adik sendiri."


"Ya boleh, tapi aku kan bukan anak kecil lagi, malu tahu."


"Itu hanya peringatan kecil, kalau nanti kamu berani bicara macam-macam lagi tentang Kakak di depan Kak Sarah, Kakak akan cium pipi kamu di depan Kak Sarah dan keluarganya," ucapku pada Dita kemudian tersenyum.


"Haah! Kakak sudah gila apa?? Mau taruh dimana mukaku kalau Kakak cium aku di depan mereka? Sudah sebesar ini masih di cium-cium Kakaknya."


"Makanya, kamu jaga sikap nanti ya!"


"Iyaaaa!" ucap Dita kemudian keluar dari kamarku.


Kemudian kami pun bersiap untuk datang ke rumah Kak Sarah nanti malam, tak lupa aku beritahukan Reno dan Ujang kalau mereka juga di undang.

__ADS_1


🍀🌿🍀🌿🍀🌿🍀


__ADS_2