Eyza & Sarah (Kakak Kelasku Sayang, Menikahlah Denganku!)

Eyza & Sarah (Kakak Kelasku Sayang, Menikahlah Denganku!)
Berdamai denganmu


__ADS_3

🌸🌺🌸🌺🌸🌺🌸🌺


Begitu Kak Sarah pulang dari caffe, dia dapatkan Nita sudah tidak ada di rumahnya. Nita memutuskan untuk pulang malam itu juga sepulang dari mall. Om Dani dan yang lainnya tampak kebingungan kenapa tiba-tiba Nita ingin pulang malam itu juga. Faiz yang juga sedikit bingung dengan sikap Nita, akhirnya mengantarkan Nita pulang ke rumahnya.


Keesokkan harinya Kak Sarah memutuskan untuk pergi ke rumah Nita, karna dia yakin Nita lah yang mengangkat ponselnya saat aku menelponnya. Karna saat Kak Sarah menanyakan pada orang rumah, tak ada satu pun yang mengakui jika mereka yang menerima telpon dariku saat aku menghubungi Kak Sarah.


Sudah dua puluh menit Kak Sarah menunggu Nita di ruang tamu, di rumahnya. Tapi Nita belum juga muncul di hadapannya. Namun tak lama kemudian Nita pun datang dengan membawa nampang berisi secangkir teh manis hangat dan setoples creakers, kemudian di letakkan di atas meja.


"Silahkan di minum Kak," ucap Nita.


"Terima kasih."


"Ada apa ya Kak, pagi-pagi mau ketemu Nita? Baru juga kemarin Nita dari rumah Kakak."


"Kamu kenapa semalam tiba-tiba pulang? Tidak menunggu Kakak dulu."


"Nggak kenapa-kenapa Kak, Nita ingin pulang aja."


"Jangan bohong Nita, Kakak tahu ada yang kamu sembunyikan."


"Nggak kok Kak, beneran .... "


"Sudahlah, tidak usah di tutupi. Kakak juga tahu, kamu yang angkat ponsel Kakak saat teman Kakak menelpon kan?"


Nita terkejut mendengar ucapan Kak Sarah.


"Kenapa Kak Sarah bisa tahu ya?" tanya Nita dalam hatinya.


"Maaf Kak. Nita sudah lancang menerima panggilan telpon itu."


"Kamu bukan benar-benar ingin menerima panggilan telpon itu, tapi kamu hanya ingin memastikan, siapa yang menelpon Kakak? Iya kan?"


Nita langsung berdiri lalu duduk di samping Kak Sarah.


"Kak, Nita benar-benar minta maaf."


"Nggak apa-apa kok, justru Kakak kesini mau menjelaskan semuanya padamu. Kakak sudah tahu, Dewi sudah banyak cerita padamu tentang perjodohan Kakak."


Lagi-lagi Nita di buat terkejut oleh ucapan Kak Sarah.


"Mak-maksud Kakak. Kakak mau jelaskan apa?"


"Kakak sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi dengan Eyza, jadi kamu bisa bersama-sama lagi dengan dia."


"Apaaa? Kenapa bisa begitu Kak?"


"Kakak tahu kamu begitu mencintai Eyza, kamu bisa melanjutkan kembali kebersamaan kamu dengan dia."


"Nggak Kak, bukan ini yang Nita harapkan."


"Maksud kamu?"


"Nita tahu kalau Kakak sudah memutuskan hubungan Kakak dengan Kak Eyza, hanya demi Nita. Nita tidak pernah mengharapkan ini Kak. Iya memang Nita sempat kecewa, tapi semalaman Nita sudah berpikir dan mencerna semua kejadian ini. Ternyata cinta memang tidak bisa di paksakan. Kak Eyza tidak pernah mencintai Nita, dia hanya mencintai Kak Sarah seorang."

__ADS_1


"Tidak Nita, kamu yang lebih berhak bersama dengan dia. Eyza sudah berjanji padamu kalau dia akan berusaha membuka hatinya buat kamu."


"Dia hanya berjanji akan berusaha membuka hatinya, bukan janji membuka hatinya. Jika dia sudah berusaha, tapi ternyata nggak bisa, apa Kakak mau menyalahkan Kak Eyza?"


Kak Sarah terdiam sesaat mendengar ucapan Nita, teringat kembali ucapan Nancy di telpon tadi malam.


"Kamu nggak bisa menyalahkan Eyza atas ketidak sanggupannya membuka hati untuk Nita. Cinta tidak bisa di paksakan, kamu jangan seperti itu Sarah. Kalau kamu memaksa Eyza untuk mencintai Nita, sama aja kamu membunuh perasaan dia pelan-pelan. Menjalin hubungan dengan orang yang tidak kita cintai, itu hanya akan menyiksa batin kita. Nita nggak akan mendapatkan kebahagiaan apapun dari Eyza, karna Eyza cintanya sama kamu." Kak Sarah mengingat kembali setiap perkataan Nancy di telpon tadi malam.


"Mungkin kamu benar Nita, Kakak memang egois. Kakak sudah menyalahkan Eyza atas janji yang tidak dia sanggupi."


"Kak Eyza tidak pernah berjanji untuk membuka hatinya buat Nita, dia hanya berjanji akan berusaha. Jika dia sudah berusaha tapi tidak bisa, itu bukan salah dia Kak. Jadi Nita mohon, Kakak kembali sama Kak Eyza ya? Dia begitu mencintai Kakak, sejak dia masih di SMA. Nita yakin, cintanya buat Kakak nggak pernah berubah."


" Tapi Nita .... "


" Please .... Nita mohon Kak. Jangan buat Kak Eyza kecewa untuk yang kesekian kalinya, dia sudah begitu lama menahan semua perasaannya. Rasa cinta, rasa kecewa, sakit hati semua sudah dia pendam dalam hatinya. Jadi tolong Kak, balas semua perasaan yang pernah dia rasakan buat Kakak dengan cinta. Nita tahu Kakak juga mencintai Kak Eyza," ucap Nita sambil menggenggam tangan Kak Sarah.


Kak Sarah memeluk Nita erat, " Makasih Nita, untuk pengertian kamu. Kakak hanya nggak mau kamu kecewa dengan perjodohan Kakak dengan Eyza."


"Nita nggak kecewa Kak, justru Nita malah senang. Akhirnya Kak Eyza mendapatkan cintanya yang sudah lama dia pendam."


Kak Sarah melepaskan pelukannya dari Nita, lalu menatapnya kemudian tersenyum.


"Sekarang sebaiknya Kakak ketemu Kak Eyza, sebelum hatinya terluka lebih dalam lagi," ucap Nita pada Kak Sarah.


"Iya, kalau begitu Kakak pamit pulang ya?"


"Iya."


"Salam untuk Om dan Tante, maaf Kakak nggak sempat menemui."


"Baiklah, kalau begitu Kakak pamit pulang ya. Assalamu'alaikum."


"Wa'alaikum salam," jawab Nita, lalu Kak Sarah pun berdiri lalu pergi dari rumah Nita.


Begitu sampai di rumah, Kak Sarah memegang ponselnya. Antara takut dan malu ingin menelponku, namun akhirnya dia beranikan diri untuk menelponku.


πŸ“² Kak Sarah


Assalamu'alaikum.


πŸ“² Aku


Wa'alaikum salam, ada apa ya Kak?"


πŸ“² Kak Sarah


Eh, itu. Hemmm .... Gimana ngomongnya ya?


πŸ“² Aku


Kalau Kakak masih saja memaksa saya untuk menerima Nita, maaf saya nggak bisa Kak. Oke, hubungan kita sudah berakhir. Itu kan yang Kakak inginkan? Tapi jangan paksa saya mencintai orang lain.


Belum selesai aku bicara, Kak Sarah langsung menyelak pembicaraanku. Namun malah membuat aku terkejut mendengar apa yang dia ucapkan.

__ADS_1


πŸ“² Kak Sarah


Saya menerima perjodohan kita.


πŸ“² Aku


Hah? Maksud Kakak?


πŸ“² Kak Sarah


Iya, saya menerima perjodohan kita.


πŸ“² Aku


Kakak serius?


πŸ“² Kak Sarah


Iya, serius.


πŸ“² Aku


Yeah!


πŸ“² Kak Sarah


Kamu kenapa Eyza?


πŸ“² Aku


Eh, Nggak kenapa-kenapa kok. Kalau begitu saya mau ke rumah Kakak sekarang ya?


πŸ“² Kak Sarah


Mau ngapain?


πŸ“² Aku


Mau ketemu Om dan Tante.


πŸ“² Kak Sarah


Ketemu Papah dan Mamah? Untuk apa?"


πŸ“² Aku


Aduh, sudah tolong sampaikan saja. Sudah ya saya mau siap-siap dulu. Assalamu'alaikum.


πŸ“² Kak Sarah


Wa'alaikum salam.


Setelah menerima panggilan telpon dari Kak Sarah, segera saja aku pergi mandi untuk bersiap-siap bertemu dengan kedua orangtuanya Kak Sarah.

__ADS_1


Ternyata memang benar kata orang bijak. Selalu ada pelangi setelah hujan, selalu ada hujan setelah kemarau, dan selalu ada terang setelah gelap. Begitu juga dengan kisah cintaku, selalu ada damai setelah perselisihan.


πŸ’œπŸ’™πŸ’›πŸ’šπŸ’–


__ADS_2