Eyza & Sarah (Kakak Kelasku Sayang, Menikahlah Denganku!)

Eyza & Sarah (Kakak Kelasku Sayang, Menikahlah Denganku!)
Pamit pulang


__ADS_3

"Sudah jam sepuluh malam, saya pamit pulang ya Kak," ucapku pada Kak Sarah.


"Oh, iya sudah malam ya. Baiklah!"


Kemudian aku dan yang lainnya segera berdiri, lalu pamit pada Om Dani dan Istrinya.


"Saya pamit pulang dulu Om, tante," ucapku Pada Papa dan Mamanya Kak Sarah, lalu mencium tangan keduanya, di ikuti oleh Reno, Dya dan Dita.


"Faiz, Dewi. Saya pamit pulang dulu ya, trimakasih suguhannya," ucapku.


"Sama-sama Kak, trimakasih juga untuk kadonya," ucap Dewi padaku, sedangkan Faiz hanya tersenyum saat aku berpamitan dengannya.


"Dewi, aku pulang ya, sekali lagi selamat ulang tahun ya ... " ucap Dita lalu memeluk Dewi.


"Makasih Kak Dita," balas Dewi.


"Aku juga pamit Dewi," ucap Dya lalu memeluk Dewi.


"Iya Kak, makasih ya Kak," ucap Dewi lalu di balas dengan senyuman oleh Dya.


"Kakak juga pamit ya Dewi," ucap Reno.


"Iya Kak, makasih ya Kak."


Kemudian Dita dan Reno berpamitan dengan Faiz, di jawab oleh Faiz hanya dengan senyuman. Dya pun ikut berpamitan kepada Faiz.


"Dya pamit pulang Kak!" ucap Dya.


"Iya, hati-hati di jalan!" jawab Faiz kepada Dya.


"Perasaan tadi Gue, Reno, sama Dita pamit sama dia cuma di kasih senyuman, kenapa pas Dya yang pamit, dia bisa buka suara ya? Heummm apa jangan-jangan dia suka sama Dya," gumamku dalam hati.


"Saya pamit ya Kak, trimakasih hidangannya," ucap Reno pada Kak Sarah.


"Iya Ren, sama-sama," jawab Kak Sarah.


"Dita dan Dya pamit ya Kak, makasih banyak sudah undang kami kesini," Ucap Dita pada Kak Sarah, lalu mencium tangan Kak Sarah diikuti oleh Dya.


"Kakak yang trimakasih kalian sudah datang," ucap Kak Sarah, lalu mencium pipi Dita dan Dya.


Giliran aku yang pamit sama Kak Sarah, jantungku berdegup kencang karna baru saja ketahuan kalau aku sedang jatuh cinta.


"Saya pamit ya Kak, trimakasih banyak untuk suguhannya."


Kak Sarah tersenyum, "Sama-sama Eyza, kamu jangan banyak melamun ya!"


"Hehehe iya Kak!" jawabku sambil aku garuk-garuk kepalaku yang tidak gatal.


Kami pun pergi meninggalkan rumah Kak Sarah kembali ke rumahku. Setelah menempuh perjalanan selama hampir satu jam akhirnya sampai juga di rumahku.


Tok!


Tok!


Tok!

__ADS_1


"Ayah, Bunda. Tolong bukain pintunya, maaf kami terlambat pulang," ucapku sedikit berteriak. Setelah menunggu selama sepuluh menit akhirnya Ayah membukakan pintu.


Krekkkk!!


"Tumben, jam segini sudah tidur Yah?" tanya pada Ayah yang baru saja membukakan pintu.


"Ngantuk Za," jawab Ayah.


"Bunda mana?"


"Sudah tidur."


"Di jam segini?" tanyaku sambil melirik jam tanganku.


"Memangnya Ayah dan Bunda nggak boleh tidur lebih awal?"


"Ya boleh, cuma tumben aja. Itu kenapa baju ayah lecek banget?"


"Belum di teriska," jawab Ayah sekenanya.


"Sudah ya, Ayah ngantuk mau tidur lagi, nanti kamu tolong kunci pintu ya!" ucap Ayah, lalu pergi meninggalkan kami untuk kembali ke kamarnya.


"Sttttttt, masa lo nggak ngerti sih!" bisik Reno di telingaku.


"Memangnya lo ngerti Ren?"


"Nggak!"


"Sama aja kaya gue."


"Iya Ren, hati-hati di jalan ya!"


"Siiiip!"


"Dita, Dya Kakak pulang ya!"


"Iya Kak Reno, hati-hati di jalan ya!" ucap Dita.


"Iya Kak, hati-hati di jalan!" Dya pun berucap.


"Insya Allah," jawab Reno lalu mengambil motornya di garasi mobil, lalu pergi meninggalkan rumahku.


"Kak, kami ke kamar duluan ya!" ucap Dita.


"Iya, tidur duluan sana! Besok kalian sekolah kan."


Dita dan Dya pun pergi ke kamarnya, sedangkan aku mengunci pintu garasi dan pintu rumah terlebih dahulu baru kemudian pergi ke kamarku.


"Rasanya lelah sekali hari ini," ucapku lalu ku hempaskan tubuh lelahku di atas kasur, tanpa terasa lama-lama mataku terpejam lalu tertidur.


Sementara itu di kamar Dya dan Dita, mereka tidak langsung tidur tapi malah asik mengobrol selepas sholat isya.


"Dit, adiknya Kak Sarah cakep ya!" ucap Dya.


"Siapa? Dewi? Kak Sarahnya aja cakep pasti adiknya cakeplah .... "

__ADS_1


"Iiihh bukan Dewi, tapi Kak Faiz," ucap Dya lalu tersenyum.


Dita menatap Dya beberapa saat, "Kakak suka sama Kak Faiz?"


"Hehehe iya, habisnya badannya itu loh, atletis banget, tipe aku banget Dit."


"Hadduuh Kakak, kita masih SMP udah mikirin cowok."


"Loh, berarti kita normal dong Dit, ada rasa suka dengan lawan jenis."


"Iya, tapi kita kan masih SMP Kak, fokus belajar dulu."


"Aku kan hanya mengagumi, memangnya nggak boleh? Sama seperti kamu mengagumi Kak Ujang."


"Iiihh Kakak, ngomong apaan sih?!"


"Sudahlah kamu nggak usah tutupi Dit, aku tahu kamu suka dengan Kak Ujang kan?"


"Kagum Kak, bukan suka."


"Apa bedanya?"


"Jelas beda, suka itu ingin memiliki."


"Lalu kalau kagum?"


"Ya sekedar mengagumi, biasanya lebih ke sikap, tutur kata atau akhlaqnya."


"Kalau suka?"


"Lebih ke fisik, biasanya wajah atau tubuhnya."


"Begitu ya?"


"Menurut aku sih."


"Ya sudah, mau suka mau kagum intinya sama-sama ada rasa dalam dada."


"Iya juga ya? Oke aku sepakat."


"Oke karna sudah sepakat, sekarang kita tidur ya!" ucap Dya yang sudah menguap daritadi.


"Hehehe iya, ya sudah kita tidur yuk!"


Akhirnya Dita dan Dya menarik selimut lalu tidur.


Aku terbangun dari tidurku yang sesaat, ku lihat jam dinding ternyata sudah pukul satu malam. Segera aku bangun dari tidur lalu berwudhu dan sholat isya.


"Sudah lama juga aku tidak membaca al qur'an. Ya Allah, maafkan aku," ucapku dalam hati, lalu aku ambil al qur'an dengan terjemahan yang berada di atas lemari, lalu aku mulai membaca, sampai tiba pada bacaan surat An Nur ayat 32, kemudian aku baca terjemaah ayat al qur'an tersebut.


β€œDan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang di antara kamu, dan juga orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memberikan kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui".


Aku terdiam sesaat setelah membaca terjemahan ayat tersebut, mencoba memahami, tiba-tiba terbesit dalam hatiku.


"Ya Allah, jika Engkau belum memperkenankan aku dan Kak Sarah saat ini, maka perkenankanlah kami di masa yang akan datang, dimana kami benar-benar siap menjalani suatu hubungan yang lebih baik lagi. Aku benar-benar tidak punya kekuatan untuk mengungkapkan perasaan ini, tapi aku yakin Engkau lebih tahu apa yang terbaik untuk kami berdua. Jika dia memang jodohku maka pertemukanlah kami di pelaminan, namun jika dia bukan jodohku, maka izinkan aku untuk tetap memaksa-Mu. Maafkan aku Tuhan, mungkin do'aku terdengar aneh, tapi memang beginilah keanehan orang yang sedang jatuh cinta," ungkapku di dalam hati.

__ADS_1


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


__ADS_2