Eyza & Sarah (Kakak Kelasku Sayang, Menikahlah Denganku!)

Eyza & Sarah (Kakak Kelasku Sayang, Menikahlah Denganku!)
Sakit tapi nggak berdarah


__ADS_3

šŸ’•šŸ’”šŸ’•šŸ’”šŸ’•šŸ’”


"Kak nanti malam kita jalan yuk?" ajak Nita pada Kak Sarah.


"Maaf Nita, malam ini Kakak belum bisa. Kakak sudah ada janji."


"Wah, janjian sama siapa ituuu?" ledek Nita pada Kak Sarah.


"Kamu tuh, meledek aja," ucap Kak Sarah lalu tersenyum, kemudian mengambil sandwich


sebagai sarapan paginya.


"Kakak mau pergi sama siapa sih? Malam minggu pula, masih sama cowok kan?" tanya Nita penasaran.


"Kamu tuh, mau tahuuu aja." Kak Sarah tersenyum lalu segera menghabiskan sarapannya.


"Iya nih. Kak Nita keppo hehehe," ucap Dewi membuat Nita cemburu.


"Huh Dewi selalu bela Kakaknya."


"Ya iyalah, kan Kakak aku jadi aku bela hehehe."


"Kalau kamu mau jalan-jalan nanti Mas Faiz antar, kita jalan-jalan aja bertiga dengan Dewi," ucap Faiz meredakan kekecewaan Nita.


"Beneran ya Mas Faiz?"


"Iya benar, masa Mas bohong sih."


"Yess, tuh memang Kak Sarah aja yang bisa malam mingguan. Nita juga malam mingguan."


Kak Sarah hanya tersenyum lalu menggelengkan kepalanya mendengar ucapan Nita.


Tepat pukul sembilan pagi, Kak Sarah, Nita dan Dewi membantu Mamah Lina masak di dapur.


"Mamah sholat Dhuha dulu ya .... Kalian lanjutkan saja masaknya," ucap Mamah Lina.


"Iya Mah," jawab Kak Sarah yang sedang menggoreng ayam. Mamah Lina pun pergi menuju kamarnya.


"Wah, Kak Sarah sudah jago masak nih. Kayanya sudah siap banget nikah ya?" ucap Nita sambil memotong wortel.


"Memang iya, Kakak kan sebentar lagi mau menikah," celetuk Dewi membuat Nita terkejut.


"Beneran Kak? Kok Kakak nggak cerita sih semalam."


Kak Sarah langsung mencubit pelan pinggang Dewi lalu menatapnya, kemudian Kak Sarah memejamkan matanya seolah memberi isyarat kepada Dewi agar tidak menceritakan soal perjodohannya denganku.


"Dewi hanya bercanda Nita, jangan di dengarkan. Dia memang senang sekali meledek Kakaknya."


"Kamu beneran hanya bercanda Dewi?"


"Ii-iyaa Kak Nita, Dewi hanya bercanda hehehe."


"Sudah, cepat selesaikan pekerjaan kalian. Kapan selesainya kalau kita mengobrol terus," ucap Kak Sarah pada Nita dan Dewi.


"Iya, iya Kak," jawab Nita lalu kembali memotong wortel dan sayuran lainnya.


Tepat di pukul sebelas Kak Sarah dan yang lainnya selesai memasak, kemudian segera menatanya di meja makan.


Setelah Om Dani dan Faiz pulang dari perkebunan mereka pun makan siang bersama.


Jam di dinding sudah menunjukan pukul tujuh malam. Kak Sarah sudah bersiap-siap untuk bertemu denganku. Sengaja dia tidak minta di jemput karna khawatir aku akan bertemu dengan Nita, sehingga dia tidak bisa menanyakan langsung tentang kedekatanku dengan Nita.


Setalah membalas pesan dariku, Kak Sarah meletakkan ponselnya di atas nakas di dekat kursi di ruang keluarga. Kemudian segera pergi karna aku sudah menunggunya dari tadi.


Tok! Tok! Tok!


"Pah, Mah. Sarah berangkat ya!"


"Iya Nak, hati-hati di jalan ya!" jawab Om Dani dari dalam kamarnya.

__ADS_1


"Nita, Kakak berangkat ya!"


"Iya Kak. Kakak nggak di jemput?"


"Kakak sudah pesan taksi online."


"Oh, begitu. Ya sudah, hati-hati di jalan Kak."


"Insya Allah."


Kak Sarah pun segera keluar karna taksi online yang dia pesan sudah ada di depan rumahnya.


Baru lima belas menit Kak Sarah pergi, tiba-tiba ponselnya yang dia letakkan di atas nakas berdering. Aku sengaja menghubunginya karna khawatir sudah menunggunya begitu lama, tapi belum datang juga.


Nita sedang duduk di kursi sambil menunggu Dewi dan Faiz yang belum selesai juga berdandan. Tiba-tiba di kejutkan oleh suara dering ponsel Kak Sarah yang tertinggal.


"Loh, itu suara ponsel siapa?" Nita menghampiri nakas dimana ponsel itu berada.


"Apa ini ponsel Kak Sarah yang tertinggal ya? Hmmm aku angkat nggak ya?"


Begitu Nita melihat ponsel itu, betapa terkejutnya Nita melihat nama yang tertera di


ponsel itu.


"Eyza? Apa mungkin ini Eyza yang sama dengan yang aku ceritakan semalam dengan Kak Sarah? Hmmm Apa sebaiknya aku angkat saja untuk memastikan."


Nita pun menggeser lambang telpon untuk memastikan suara siapa yang namanya tertera di ponsel itu.


šŸ“² Aku


Assalamu'alaikum Kak Sarah, kamu sudah di mana? Saya sudah menunggu kamu dari tadi loh. Hallo, sayang kamu masih di situ kan?


Nita langsung menutup ponsel Kak Sarah, dadanya terasa sesak begitu mendengar suara yang barusan saja dia dengar. Tiba-tiba tubuhnya melemah dan langsung terduduk di kursi.


"Ternyata benar itu suara Kak Eyza, tapi kenapa Kak Sarah nggak cerita kalau dia sudah kenal dengan Kak Eyza? Ada hubungan apa sebenarnya di antara mereka? Sebaiknya aku cari tahu di ponsel ini saja," ucap Nita yang tidak di dengar orang lain.


šŸ“±



"Jadi Kak Sarah kenal dengan Kak Eyza, tapi kenapa dia tidak cerita apapun soal ini? Sebaiknya aku cari tahu dari Dewi saja, dia pasti tahu tentang hubungan Kak Sarah dengan Kak Eyza, tapi dari cara Kak Eyza bicara tadi, sepertinya hubungan mereka lebih dari sekedar teman," ucap Nita dalam hatinya.


"Kak Nita, ayo Dewi sudah siap nih!" ucap Dewi sambil berjalan dari arah kamarnya.


Nita buru-buru menutup gallery foto yang ada di ponsel Kak Sarah lalu menaruhnya kembali di atas nakas.


"Ayo. Kamu lama banget dandannya. Oh, iya Mas Faiz mana?"


"Mas di sini, ayo berangkat!"


Mereka pun segera pergi ke mall yang mereka maksud. Begitu sampai di mall mereka masuk ke outlet makanan terdekat lalu memesan makanan.


"Mas ke toilet dulu ya! Tapi toilet di sini ada di lantai dua ya?"


"Iya kayanya Mas," jawab Dewi.


"Duh, malas banget deh, tapi kebelet."


"Ya sudah Mas ke toilet dulu ya!" ucap Faiz lalu pergi meninggalkan Nita dan Dewi.


"Mumpung nggak ada Faiz, sepertinya ini saat yang tepat untuk bertanya pada Dewi," ucap Nita dalam hatinya.


"Dewi, Kak Nita boleh tanya nggak?"


"Tanya apa Kak?"


"Pacarnya Kak Sarah yang sekarang siapa?"


"Iihhh Kakak kenapa Kakak tanya itu?"

__ADS_1


"Mau tahu aja, memangnya nggak boleh? Please .... Kasih tahu dong!"


"Hemmm gimana ya?"


"Aku kan sepupu kamu, sepupu Kak Sarah juga. Masa nggak boleh tahu sih?"


"Baiklah Dewi kasih tahu."


"Nah, begitu dong. Siapa? Siapa?"


"Namanya Kak Eyza."


Bagai di sambar petir rasanya, hati Nita berdegup kencang tak karuan begitu mendengar nama itu.


"Apa mereka di jodohkan?"


"Iya, ternyata kedua orangtua Kak Eyza itu teman lamanya Papah dan Mamah. Akhirnya mereka sepakat menjodohkan Kak Sarah dengan Kak Eyza."


"Apa menerima perjodohan itu?"


"Sepertinya begitu, karna Kak Eyza sudah beberapa kali menyemput Kak Sarah di kampus, dan sudah beberapa kali juga Kak Eyza main ke rumah."


"Oh, begitu."


"Dan Kak Nita tahu nggak ada yang lebih seru."


"Apa itu?"


"Ternyata Kak Eyza itu, adik kelasnya Kak Sarah. Dulu sewaktu masih SMA Kak Eyza pernah mengantar Kak Sarah pulang. Dewi pernah ketemu waktu Kak Eyza mengantar Kak Sarah pulang."


"Jadi Kak Sarah itu Kakak kelasnya Kak Eyza?"


"Iya benar Kak, kan tadi Dewi sudah bilang kalau Kak Eyza adik kelasnya Kak Sarah, jadi otomatis Kak Sarah ya Kakak kelasnya lah ... "


"Oh, iya. Kak Nita lupa, hehehe."


"Jadi Kak Sarah itu Kakak kelasnya Kak Eyza. Jelas sudah kalau orang yang selama ini di cintai Kak Eyza sejak dia di SMA adalah Kak Sarah. Ya Allah, kenapa rasanya sakit sekali hatiku, sakit tapi nggak berdarah hiks .... Namun lukanya begitu dalam sampai sesakkan dada," ucap Nita dalam hatinya sambil terus menahan air mata yang hampir jatuh ke pipinya.


"Kak Nita kenapa? Kok matanya merah begitu?" tanya Dewi begitu melihat mata Nita berkaca-kaca.


"Nggak kenapa kok Dewi, tadi cuma kena debu aja, Kakak ke toilet sebentar ya!"


"Toiletnya kan di lantai dua, Dewi antar ya?"


"Nggak usah, itu Mas Faiz sudah datang biar dia temanin kamu di sini," ucap Nita lalu pergi meninggalkan Dewi.


"Nita kenapa? Matanya merah begitu," tanya Faiz pada Dewi.


"Katanya sih kena debu."


"Masa sih kena debu? Seperti habis nangis gitu."


"Masa sih Mas?"


"Iya, itu mata habis nangis."


"Tapi nangis kenapa ya?" tanya Dewi.


"Mana Mas tahu, daritadi kan sama kamu."


"Ya sudah lah, kita makan dulu aja. Mas sudah lapar."


"Iya Mas."


Dewi dan Faiz pun menyantap makanan yang barusan mereka pesan.


*Bersambung ....


😊😊😊*

__ADS_1


__ADS_2