Eyza & Sarah (Kakak Kelasku Sayang, Menikahlah Denganku!)

Eyza & Sarah (Kakak Kelasku Sayang, Menikahlah Denganku!)
Berkenalan dengan Nita


__ADS_3

πŸŒΊπŸ€πŸŒΊπŸ€πŸŒΊπŸ€πŸŒΊπŸ€


"Eyza, hari ini kamu antar Dya ke sekolah ya sekalian kamu berangkat kuliah?" ucap Ayah sambil menikmati sarapan paginya.


"Iya Yah," jawabku, kemudian ku teguk segelas susu coklat yang di sajikan Bunda.


"Hari ini Ayah ada rapat pagi-pagi sekali jadi tidak bisa antar Dya."


"Dari tadi Eyza nggak lihat Dita, kemana ya?"


"Memangnya kamu nggak tahu? Dita lagi kurang enak badan, agak demam jadi tidak masuk sekolah hari ini," jawab Bunda.


"Dita sakit? Bagaimana keadaannya sekarang?" tanyaku dengan wajah penuh kekhawatiran.


"Tadi pagi Bunda sudah bawakan sarapan ke kamarnya, sudah minum obat juga."


"Ayo Kak, kita berangkat, aku sudah selesai sarapannya." Dya berdiri dari duduknya.


"Sebentar Dya, Kakak lihat Dita dulu sebentar."


"Iya Kak, Dya tunggu di depan ya?"


Aku hanya menganggukan kepala lalu berjalan menuju kamar Dita. Begitu sampai di kamar Dita, aku lihat Dita sedang meringkuk dengan tubuh di tutupi selimut tebal.


"Kamu demam?" tanyaku pada Dita, lalu duduk di pinggir tempat tidur, kemudian aku sentuh kening Dita dengan punggung telapak tanganku.


"Panas banget, tadi sudah minum obat kan?"


"Sudah Kak, sebentar lagi juga enakan."


"Tapi nggak bisa di sepelekan juga kalau sudah demam begini, kamu juga jangan terlalu malam kalau baca novel, kebanyakan begadang ini."


"Iyaaaa, memang sudah waktunya Dita sakit Kak, kan nggak selamanya sehat terus."


"Heummm bisa aja jawabnya, ya sudah ya Kakak berangkat kuliah dulu!"


"Iya Kak, hati-hati di jalan ya!"


"Insya Allah, assalamu'alaikum."


"Wa'alaikum salam," Dita menjawab salamku dengan suara yang sedikit parau, lalu mencium tanganku, aku pun mencium keningnya, kemudian segera keluar dari kamar Dita karna Dya sudah menunggu di teras depan.


"Ayo, Dya kita berangkat!"


Aku segera mengelurkan motor maticku dari dalam garasi, setelah memakai helm lalu aku berikan helm kepada Dya, kemudian kami pun segera beragkat menuju ke sekolah Dya.


Hampir dua puluh lima menit kami berkendara akhirnya sampai juga di depan gerbang sekolah Dya. Dya segera turun lalu memberikan helmnya padaku, kemudian mencium tanganku.


"Kakak mau ngapain?" tanya Dya yang tiba-tiba terkejut melihat aku mendekatkan wajahku ke keningnya.


"Mau cium kening kamu laaah."


"Aduh, nggak usah aku bukan anak SMP lagi, maluuu yang ada aku di ketawain teman-teman ntar," jawab Dya sedikit gusar karna teman-teman sekelasnya sudah mulai berdatangan.


"Oke, Kakak nggak akan cium kening kamu, Kakak lupa kalau kamu sudah remaja sekarang."


"Hai Dya!" tiba-tiba, Nita teman sebangku Dya menyapa.


"Hai Nit, baru sampai juga?"


"Iya, baru aja sampai."


"Oh, iya kenalin. Ini Kakak gue." Dya memperkenalkan aku pada teman sebangkunya.

__ADS_1


"Eyza." Aku mengulurkan tanganku kepada Nita.


"Nita." Nita pun membalas uluran tanganku, kemudian tersenyum.


"Kakak berangkat dulu ya!" ucapku pada Dya.


"Iya Kak, hati-hati!"


"Berangkat dulu ya Nita!"


"Iya Kak!" jawab Nita kemudian tersenyum padaku sekali lagi.


Kemudian aku segera melajukan motorku meninggalkan Dya dan Nita di depan gerbang sekolah mereka.


"Yuk kita ke kelas!" ajak Dya kepada Nita.


"Yuk!"


Mereka pun berjalan perlahan menuju kelas mereka, sampai akhirnya tiba juga di depan kelas.


"Duduk di sini dulu yuk! Masih lima belas menit lagi bel bunyi." Dya mengajak Nita duduk di bangku di depan kelas mereka.


"Dya!"


"Ya, ada apa Nit?"


"Abang lo ganteng."


"Terusss?" tanya Dya, seolah mengerti apa yang ada di pikiran Nita.


"Gue izin ta'aruf ya?"


"Hahaha abang gue masih kuliah kali, belum siap nikah."


"Siapa juga yang ngajak nikah, gue juga masih pengen sekolah kali."


"Maksudnya saling mengenal gitu."


"Pendekatan?"


"Nah, itu maksudnya."


"Ngomong pendekatan aja pakai bilang ta'aruf segala."


"Ya kan biar kelihatan sholehah dikit."


"Hehehe ada-ada aja lo, tapi bukannya lo masih sama Yogi ya?"


"Kata siapa? Udah putus gue."


"Serius lo?"


"Serius, malas ah sama dia, playboy begitu."


"Playboy?"


"Iya, playboy. Lo tahu nggak? Ternyata di belakang gue, dia jadian sama adik kelas kita, iiihh nyebelin kan?"


"Serius? Sama siapa?"


"Itu, sama Devi, anak kelas dua."


"Lo udah kroscek belum?"

__ADS_1


"Udahan, teman-teman sekelas Devi juga pada bilang benar."


"Lo nggak sampai ngelabrak Devi kan?"


"Ya nggak lah, jatuh ntar harga diri gue ngelabrak adik kelas, mending gue langsung putusin Yogi aja, lagian gue juga udah nggak nyaman sama dia."


"Nggak nyaman kenapa?"


"Nggak nyaman aja sama sifat pemarahnya, udah gitu orangnya terlalu posesif. Bentar-bentar gue di chat, lagi dimana? sama siapa? Bete banget kan? Gue mau cari anak kuliahan aja, kaya abang lo gitu," ucap Nita sambil senyum-senyum kepada Dya.


"Lo yakin, bisa deketin abang gue?"


"Memang abang lo itu dingin ya sama cewek?"


"Nggak juga sih, justru sebaliknya dia ramah banget sebenarnya, tapi dia belum bisa move on dari Kakak kelasnya yang dia taksir sejak dia masih SMA."


"Maksud lo mantan pacarnya?"


"Boro-boro jadian, abang gue nggak berani ungkapin, akhirnya itu cewek udah jadian sama cowok lain."


"Ya Allah, itu hati abang lo patah banget dong?"


"Bukan patah lagi, remuk sudah hatinya."


"Tenaaang, gue yakin kok, gue pasti bisa bikin abang lo jatuh cinta untuk yang kedua kalinya."


"Kalau lo yakin ya silahkan aja."


"Tapi ngomong-ngomong, kriteria cewek idaman abang lo yang kaya gimana?"


"Sejak dia naksir cewek itu, abang gue jadi suka cewek berkerudung."


"Heummmm berkerudung ya?"


"Iya, memangnya lo mau merubah penampilan lo?"


"Demi dapatkan abang lo yang ganteng itu, jangankan merubah penampilan, berubah jadi dewasa gue juga bisa."


"Hehehe gue nggak yakin sih, lo bisa pakai hijab gitu."


"Elo jangan ngeremehin gue Dya, kita lihat aja nanti."


"Oke, kita lihat seberapa besar perjuangan lo buat menaklukan hati abang gue."


"Oke, lihat aja nanti," jawab Nita lalu mengulurkan tangannya kepada Dya hendak mengajaknya bersalaman.


"Ini maksudnya apaan?" tanya Dya.


"Kita deal kan? Elo merestui gue pedekatan dengan abang lo."


"Udah ah, lo udah kaya ngajak usaha pakai deal segala."


"Ya udah, gue anggap lo setuju ya?"


"Kan di awal gue udah bilang silahkan, itu tandanya gue setuju."


"Oh iya ya hehehe lupa," ucap Nita lalu tersenyum.


Tet! tet! tettttttttttttttt!


Tiba-tiba bel berbunyi tanda kegiatan belajar mengajar di sekolah akan di mulai.


"Udah bel yuk ah, ke kelas!" ajak Dya kepada Nita.

__ADS_1


Mereka pun masuk ke dalam kelas, untuk mulai mengikuti pelajaran hari ini.


🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱


__ADS_2