
🍀🍁🍀🍁🍀🍁🍀🍁
Kak Sarah dan Nita masih saja asik mengobrol sedangkan jam dinding sudah menunjukan pukul sepuluh malam.
"Barusan kamu bilang, cowok itu suka sama Kakak kelasnya sejak dia di SMA?" tanya Kak Sarah pada Nita.
"Iya Kak, dia jatuh cinta sama Kakak kelasnya itu sejak pertama kali dia sekolah di situ, tapi dia nggak berani mengungkapkan."
"Kenapa nggak berani?"
"Mungkin nggak percaya diri Kak, karna usianya di bawah Kakak kelasnya itu, di tambah Kakak kelasnya itu sudah menganggap dia seperti adiknya sendiri, makanya dia tambah nggak berani mengungkapkan, menurut dia mana ada seorang adik mengungkapkan perasaan cinta pada Kakaknya sendiri."
"Apa mungkin gadis yang selama ini Eyza cintai adalah aku? Kalau memang benar, pantas saja dia tidak berani mengungkapkan walau aku sudah menyemangatinya," tanya Kak Sarah dalam hatinya.
"Apa dia pernah menyebutkan nama gadis itu padamu?" tanya Kak Sarah penasaran.
"Dia nggak pernah mau menyebutkan namanya Kak. Jadi selama ini Nita hanya mendengarkan saja."
"Kamu nggak cemburu dia selalu menceritakan gadis itu?"
"Nggak Kak. Justru itu yang bikin Nita jadi bisa dekat sama dia. Nita selalu jadi pendengar yang baik buat dia, jadi dia nyaman aja cerita apapun ke Nita."
"Kamu sweet banget sih," ucap Kak Sarah lalu tersenyum pada Nita.
"Kakak tahu apa yang buat Nita jadi kasihan sama dia?"
"Memangnya apa?" tanya Kak Sarah penasaran.
"Jadi waktu ada acara reuni akbar di sekolahnya dulu, dia kan jadi salah satu pengisi acara. Nah, Kakak kelasnya itu kan datang tapi bersama dengan calon suaminya."
Betapa kaget Kak Sarah mendengar cerita Nita. Terbayang lagi saat dia datang ke acara reuni akbar di sekolahnya. Saat itu dia datang bersama dengan Kak Salman. Di sana dia juga bertemu denganku. Kami mengobrol, tertawa dan berfoto bersama.
"Hatinya sakit banget dong Nit?"
"Iya Kak hancur banget hatinya, makanya ketika tiba saatnya dia mengisi acara, dia nyanyikan lagu jadi aku sebentar saja. Menurut dia, itu suara hatinya."
"Ya aku ingat, dia memang menyanyikan lagu itu. Pantas saja rasanya hatiku sakit sekali waktu dia menyanyikan lagu itu. Apa sedalam itu Eyza mencintai aku? Eh, tapi belum pasti juga kan kalau gadis yang dia cintai itu adalah aku," ucap Kak Sarah dalam hatinya.
"Apa kamu masih sering bertemu dengan dia?" tanya Kak Sarah penasaran.
"Sudah dua bulan ini belum Kak. Dia lagi sibuk banget kerjanya, Nita juga lagi sibuk banget sama tugas-tugas kuliah."
"Hmmmm dua bulan? Aku juga sudah dua bulan menjalin hubungan dengan Eyza, walau sampai detik ini belum sekali pun aku mengatakan apapun soal perjodohan kami," ucap Kak Sarah dalam hatinya.
"Nah, sekarang gantian dong. Kakak yang cerita. Kakak lagi dekat sama siapa? Oh, iya Nita dengar dari Dewi barusan, Kakak di jodohkan dengan teman Om Dani ya? Memang sama yang lama nggak jadi?"
"Kak Salman maksud kamu?"
"Iya."
__ADS_1
"Sudah tidak. Dia di jodohkan oleh dengan sepupu jauhnya."
"Lah, kok bisa samaan begitu Kak. Dia di jodohkan, Kakak juga di jodohkan."
"Ya berbedalah Nita, Kakak putus sama dia kan Karna dia di jodohkan, bukan karna kita sama-sama di jodohkan."
"Nah, berarti benar kan? Kalau Kakak di jodohkan? Cerita dong Kak, please!"
"Sebaiknya jangan sekarang aku cerita soal Eyza ke Nita, saatnya tidak tepat kalau sekarang," gumam Kak Sarah dalam hatinya.
"Belum saatnya Nita, nanti ya .... " jawab Kak Sarah kemudian tersenyum pada Nita.
"Tuh, kan Kakak coba menghindar deh."
"Kamu lihat sudah jam berapa itu? Sudah jam sebelas malam, sudah saatnya kita tidur."
"Oke, oke. Kita tidur, tapi janji ya nanti cerita ke Nita?"
Kak Sarah hanya tersenyum tidak menjawab pertanyaan Nita. Kemudian Nita pun keluar dari kamar Kak Sarah kembali ke kamar tamu.
"Kenapa Eyza tidak menceritakan tentang Nita kepadaku ya, kalau memang mereka sudah cukup dekat kenapa Eyza malah menerima perjodohan denganku? Bagaimana reaksi Nita nanti jika tahu kalau laki-laki yang dia cintai sudah di jodohkan dengan aku. Hmmmm Sebaiknya besok saja aku tanyakan soal ini padanya, besok malam kan kami akan bertemu," ucap Kak Sarah dalam hatinya, kemudian segera menarik selimut lalu berusaha memejamkan matanya, walau sebenarnya sedang resah karna cerita Nita barusan.
Tidur Kak Sarah tidak begitu tenang malam ini karna cerita Nita, dia sudah berusaha menghadap ke kanan dan ke kiri, namun tetap saja tidak bisa tidur. Akhirnya dia mengambil ponselnya. Dia coba melihat kontak whatsapp ternyata aku masih online, lalu dia mengirim chat padaku.
📱Kak Sarah
Assalamu'alaikum.
📱Aku
📱Kak Sarah
Kamu belum tidur?
📱Aku
Belum, Kakak juga belum tidur?
📱Kak Sarah
Belum bisa tidur.
📱Aku
Kalau begitu kita sama 😊
📱Kak Sarah
Memangnya kenapa kamu belum bisa tidur?
__ADS_1
📱Aku
Karna besok mau ketemu Kakak 😊 Kakak sendiri kenapa belum bisa tidur?
Kak Sarah terdiam tidak langsung membalas chatku.
"Apa harus ku tanyakan sekarang? Tapi tidak, sebaiknya besok saja, aku tanyakan langsung pada Eyza tentang Nita," gumam Kak Sarah dalam hati kemudian membalas chatku.
📱Kak Sarah
Nggak ada apa-apa kok. Ya sudah kamu tidur dulu sudah malam, saya juga mau tidur dulu ya, sudah mulai ngantuk. Sampai jumpa besok ya .... Assalamu'alaikum.
📱Aku
Baik Kak. Wa'alaikum salam.
📱Aku
Kak, sebentar.
📱Kak Sarah
Ada apa lagi Eyza?
📱Aku
i'm miss you so much.
📱Kak Sarah
Tadi kan kita sudah ketemu, besok malam juga insya Allah kita akan bertemu.
📱Aku
Memangnya nggak boleh, kangen Kakak setiap hari?
"Ini cowok lagi ngegombal, atau memang benar-benar tulus ya?" tanya Kak Sarah dalam hatinya, yang mulai meragukan aku sejak mendengar cerita Nita barusan.
📱Kak Sarah
Boleh kok 😊 Ya sudah ya saya tidur dulu, mimpi indah yaaa.
📱Aku
💖💖💖
Kak Sarah mematikan ponselnya setelah membalas pesanku, lalu meletakkan di atas *nakas.
"Ya Allah, apa harus ku akhiri hubunganku dengan Eyza demi Nita atau tetap ku lanjutkan? Tapi aku juga tidak mau menyakiti hati Nita dengan perjodohanku dengan Nita, dia begitu mencintai Eyza. Walau sejujurnya aku sudah mulai menyukai Eyza. Meski usianya lebih muda dariku, tapi dia sudah terlihat cukup dewasa sekarang. Hmmm sebaiknya aku bicarakan ini dengan Eyza nanti malam, bagaimana keputusanku, biar aku lihat dulu bagaimana obrolan kami nanti," tanya Kak Sarah dalam hatinya, kemudian mencoba memejamkan matanya kembali, meski kegundahan masih saja terus mengitari hatinya, padahal jam di dinding sudah menunjukan pukul satu malam.
__ADS_1
💙💚💛💜💓