Eyza & Sarah (Kakak Kelasku Sayang, Menikahlah Denganku!)

Eyza & Sarah (Kakak Kelasku Sayang, Menikahlah Denganku!)
Ketika Cinta


__ADS_3

๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ


Dua hari lagi acara pentas seni akan segera dilaksanakan. Para siswa sibuk latihan untuk penampilan mereka di acara pentas seni nanti.


"Kita mau nyanyi apa ya nanti?" tanya Kak Sarah padaku.


"Apa ya Kak? Mmmmm bagaimana kalau lagu Opick saja Kak?"


"Boleh tuh, yang judulnya apa ya?"


"Ketika Cinta Kak!"


"Boleh saya dengar sedikit liriknya?"


"Boleh, sebentar saya search di goggle ya, belum hafal betul liriknya," jawabku sambil tersenyum kepada Kak Sarah.


"Oke!"


Aku mulai memetik gitar memainkan lagu Opick yang aku maksud. Sambil bernyanyi aku coba menghafal lirik lagu tersebut. Kak Sarah dan Kak Salman begitu serius memperhatikan dan mendengarkan aku bernyanyi sambil sesekali menganggukkan kepala.


"Keren!"


Tiba-tiba Kak Salman bertepuk tangan, lalu memujiku. Aku tersenyum mendengar Kak Salman memujiku di depan Kak Sarah.


"Suara kamu bagus Eyza. Permainan gitar kamu juga keren, masya Allah!" Kak Sarah ikut memujiku membuatku tersipu malu.


"Ini lagu tentang perasaan rindu yang begitu dalam antara seorang hamba kepada Tuhan-Nya. Masya Allah indah sekali. Saya suka lagu ini, kamu memang pintar memilih lagu, Eyza."


Lagi-lagi Kak Sarah memujiku, rasanya aku ingin terbang ke langit ke tujuh.


Jantungku terus saja berdegup kencang mendengar pujian itu keluar dari mulut mungil Kak Sarah. Rasanya ingin terus bernyanyi sepanjang hari ini.


Kak Sarah mencoba menghafal lagu dengan melihat lirik lagu tersebut dari ponsel miliknya, lalu aku mencoba mengiringinya dengan permainan gitarku.


"Wow, ternyata suara Kak Sarah merdu banget, memang nggak salah kalau gue jatuh hati sama dia," ucapku dalam hati.


Hampir dua jam kami latihan, akhirnya Kak Sarah benar-benar bisa menghafal lirik lagunya dan aku juga bisa mengiringi Kak Sarah bernyanyi. Latihan pun kami akhiri sampai disini.


"Oke, latihan kita cukup untuk hari ini. Persiapkan diri kalian untuk tampil hari minggu besok. Masih ada waktu untuk latihan satu hari lagi," ucap Kak Salman kepadaku dan Kak Sarah, kemudian kami pun pulang karna waktu juga sudah semakin sore.


Setelah tiba di rumah aku segera memberi salam.


"Assalamu'alaikum."


" Wa'alaikum salam, kamu baru pulang Za?" ucap Bunda padaku.


"Iya Bun, aku ada latihan untuk acara minggu besok!" jawabku kemudian aku cium tangan Bunda.


"Ya sudah. Cuci tangan dulu sana kemudian makan, baru kemudian kamu istirahat."


"Iya Bun!"


Setelah sarapan aku masuk kedalam kamar, kemudian aku rebahkan tubuh lelahku diatas kasur. Suara merdu Kak Sarah masih saja terngiang-ngiang di telingaku. Aku seperti habis nonton konser Raisha dan aku pun seperti terjebak nostalgia ketika ku ingat kembali saat pertama kali bertemu dengan Kak Sarah.


Suara adzan maghrib berkumandang mengingatkan aku dari lamunan bahwa bukan Kak Sarah lagi yang harus aku ingat sekarang.

__ADS_1


Segera saja aku beranjak pergi ke kamar mandi untuk berwudhu, kemudian melaksanakan kewajiban, menunaikan sholat maghrib yang tidak boleh di tinggalkan.


"Kak, hari minggu ada pentas seni di sekolah Kakak?" tanya Dya padaku.


"Iya, kamu datang ya, Kakak tampil loh!"


"Beneran Kak?"


"Beneran, masa Kakak bohong sih!"


"Beliin ticketnya ya Kak!" ucap Dya sambil tersenyum manja padaku.


"Iya, nanti Kakak beliin kamu dan Dita ticket, mudah-mudahan masih ada ya!"


"Yaaah jangan mudah-mudahan dong Kak!"


"Mau gimana lagi, tinggal satu hari lagi acara, mudah-mudahan masih ada ticket tersisa."


"Ya sudah deh Kak, mudah-mudahan masih ada!" jawab Dya dengan wajah sedikit lesu.


"Nanti Kakak telpon teman Kakak mudah-mudahan bisa bantu ya!"


"Iya Kak!"


"Ya sudah, kamu tidur sana sudah malam. Besok pagi sekolah kan? Kakak juga mau istirahat!"


"Iya Kak!" jawab Dya kemudian keluar dari kamarku.


Aku coba menghubungi Reno.


"Wa'alaikum salam Za. Ada apa?"


"Tolong cariin dua ticket acara besok ya, buat adik gue."


"Oh, oke. Siaap nanti gue cariin!"


"Oke, makasih ya Ren, assalamu'alaikum!"


"Sama-sama Za, wa'alaikum salam!"


Akhirnya acara yang di tunggu-tunggu datang juga. Hari ini acara pentas seni akan diadakan di sekolahku. Semua panitia sibuk mempersiapkan acara, begitu juga denganku masih saja sibuk latihan.


"Mudah-mudahan gue nggak demam panggung nanti," bisikku dalam hati.


"Assalamu'alaikum warrohmatullohi wabarokatuh," ucap Kak Doni, pembawa acara pentas seni.


"Wa'alaikum salam warrohmatullohi wabarokatuh," ucap para penonton serempak.


"Gimana kabar teman-teman? Sehat semua kan? Kalau nggak sehat nggak mungkin kalian ada disini yaaa!" ucap Kak Doni membuat penonton tertawa.


"Alhamdulillah tiba juga acara yang sudah kita nanti-nantikan di sekolah kita tercinta ini. Acara Gebyar Pentas Seni 2020. Baiklah untuk mempersingkat waktu langsung saja kita mempersilahkan Bapak kepala sekolah kita, Bapak Baihaqi Abdullah, S.Pd. untuk memberikan kata sambutannya."


Setelah Bapak Baihaqi memberikan kata sambutan. Ka Doni pun melanjutkan acara dengan memanggil satu persatu perwakilan dari setiap kegiatan ekstrakurikuler di sekolah ini untuk menunjukan kemampuannya.


Diseberang sana ku lihat Dya dan Dita sudah datang untuk menyaksikan penampilanku.

__ADS_1


"Dit, pembawa acaranya keren ya? Tipe aku banget ini. Tinggi, atletis, bersih dan stylist, ganteng pula," bisik Dya memuji Kak Doni.


Dita hanya menggeleng-gelengkan kepala mendengarnya.


"Oke, sekarang kita tampilkan perwakilan dari ekstrakurikuler Rohis untuk menunjukan bakat menyanyi dengan bermain gitarnya, yang akan di bawakan oleh Eyza dan Sarah. Mereka akan membawakan lagu Opick bertema religi yang berjudul Ketika Cinta. Beri tepuk tangan yang meriah untuk mereka berdua."


Para penonton pun bertepuk tangan, terutama kedua adik kembarku. Dya dan Dita, mereka begitu antusias melihat aku akan segera tampil menunjukan bakat bermain gitarku.


"Duh hati, jangan deg-degan ya, slow motion aja, jangan bikin aku malu di depan Kak Sarah. Kalau kamu deg-degan terus, aku bisa salah tingkah nanti," ucapku dalam hati.


Aku mulai memetik gitar dengan perlahan.


Ka Sarah pun mulai bernyanyi, suaranya yang merdu seperti menghipnotis penonton, mereka seperti hanyut dalam setiap lirik lagu. Entah, apa yang mereka pikirkan dan rasakan mendengar lagu ini. Kak Sarah terus bernyanyi sampai akhirnya tiba pada lirik,


Ketika cinta memanggil


gemetar tubuhku


ketika cinta memanggil


hangatnya nafasku


ketika cinta memanggil


sang rindu


ketika cinta memanggil


rinduโ€ฆ rinduโ€ฆ rindu kalbu


memanggil-manggil nama-Mu


seperti terbang di langit-Mu


tenggelam di lautan cinta-Mu


"Ya Allah, ini lagu untuk Mu tapi kenapa berasanya, Kak Sarah nyanyi ini buat aku.


Ya Tuhan, kenapa gue jadi kepedean begini," gumamku dalam hati.


Para penonton bertepuk tangan, terlihat mereka begitu senang menyaksikan penampilan kami.


Selesai bernyanyi kami pun segera turun dari panggung untuk berkumpul kembali dengan anak-anak Rohis lainnya.


"Keren, keren, kereeen!" tiba-tiba Kak Salman memuji penampilan kami.


"Makasih Kak!" ucapku pada Kak Salman.


"Masya Allah, trimakasih!" ucap Kak Sarah, lalu tersenyum kepada Kak Salman, kemudian menatapku.


"Ini semua berkat Eyza, yang pintar memilih lagu," ucap Kak Sarah kepadaku, kemudian ku balas pujiannya dengan senyuman.


๐Ÿ’–๐Ÿ’–๐Ÿ’–


**Sudah dulu ya Kakak, episode Eyza yang lagi kasmaran, ikuti kisah selanjutnya di episode berikutnya.

__ADS_1


see you :)


__ADS_2