Eyza & Sarah (Kakak Kelasku Sayang, Menikahlah Denganku!)

Eyza & Sarah (Kakak Kelasku Sayang, Menikahlah Denganku!)
Perkenalan


__ADS_3

āœ‹āœ‹šŸ–šŸ–


"Dya dan Dita ya?"


Tiba-tiba saja Reno menyapa Dya dan Dita yang sedang asyik menonton penampilan salah satu group band sekolah ini.


"Ka Reno?"


"Iya, saya Reno. Kalian datang juga?"


"Datang dong Kak, kan Kak Eyza tampil," jawab Dya.


"Eh, Kak. Boleh tanya nggak?" tiba-tiba Dita menyelak dengan sebuah pertanyaan.


"Mau tanya apa Dita?" jawab Reno.


"Yang tadi tampil sama Kak Eyza, itu siapa?"


"Oh, itu Kak Sarah. Kakak kelas, dia juga wakil Osis disini. Memangnya kenapa Dit?" tanya Reno penasaran.


"Eh, nggak kenapa-kenapa kok Kak, tanya aja."


"Beneran nggak ada apa-apa?" tanya Reno sekali lagi.


"Sebenarnya, penasaran aja sih Kak!"


"Penasaran kenapa?" tanya Reno mulai menyelidiki.


"Curiga aja sih sebenarnya," jawab Dita, malah membuat Reno tertawa.


"Hahaha jadi tambah penasaran saya."


" Hehehe ... " Dita hanya tertawa.


"Mau dikasih tahu nggak nih?" tanya Reno sambil melirik Dita.


"Memang kamu curiga kenapa sih Dit, sama Kak Sarah itu?" tanya Dya sama penasarannya dengan Reno.


"Iya, kamu curiga kenapa kan baru pertama ini ketemu Kak Sarah?" tanya Reno pada Dita, sambil meneguk soft drinknya.


"Waktu tadi Kak Eyza tampil dengan Kak Sarah, aku perhatikan Kak Eyza nggak pernah melepaskan tatapannya dari ka Sarah. Apa Kak Sarah itu pacarnya Kak Eyza?" tanya Dita pada Reno, malah membuat Reno terbatuk-batuk mendengarnya. Soft drink yang sedang diminum Reno seperti tertahan di tenggorokannya.


"Uhuk uhuk uhuk!"


"Kakak baik-baik aja?" tanya Dita.


"It's Oke, saya nggak kenapa-kenapa kok, cuma kaget aja dengar pertanyaan kamu Dit!"


"Apa ada yang salah dengan pertanyaan aku Kak?" tanya Dita pada Reno.


"Nggak kok, nggak ada yang salah."


"Jadi jawaban dari pertanyaan Dita tadi apa Kak?" Kali ini Dya yang bertanya pada Reno.


"Heummm boro-boro Kakak kalian pacaran sama Kak Sarah, ngomong aja nggak berani."

__ADS_1


"Jadi Kak Eyza, suka sama Kak Sarah?" tanya Dya dan Dita serempak.


"Iya!"


"Tuh, kan aku bilang juga apa. Kak Eyza lagi jatuh cinta, pantas saja sikapnya waktu itu kelihatan aneh," ucap Dita pada Dya.


"Tunggu, tunggu. Berarti lama juga dong Kak Eyza pendam perasaannya, waktu kita lihat sikap anehnya itu kan sudah empat bulan yang lalu." Dya makin menguatkan pernyataan Dita.


"Wow ini rekor, baru kali ini Kak Eyza bisa memendam perasaan sukanya sampai selama itu," ucap Dita dengan mata berbinar.


"Memang Kakak kalian bagaimana waktu di SMP dulu?" tanya Reno pada Dya dan Dita.


"Kak Eyza itu memang nggak gampang suka sama cewek, tapi sekalinya dia suka sama cewek dia nggak akan lama-lama pendekatan, langsung aja dia ungkapkan perasaannya sama cewek itu," jawab Dita kepada Reno.


"Betul tuh Kak, kalau sampai Kak Eyza memendam perasaannya sampai selama itu berarti cewek ini benar-benar spesial di hatinya," ucap Dya meyakinkan Reno.


"Eh, kalau di lihat-lihat Kak Sarah cantik ya. Tinggi, putih dan kelihatan dewasa," ucap Dita kepada Dya.


"Iya, tapi nanti kalau Kak Eyza jadian sama Kak Sarah. Kak Eyza yang di momong dong Dit? Kelihatannya lebih dewasa Kak Sarah daripada Kak Eyza," ucap Dya.


"Menurut novel yang pernah aku baca, bahwa cinta tidak mengenal usia Kak. Seiring berjalannya waktu, pengalaman akan mendewasakan kita," ucap Dita membuat Reno tertegun kagum.


"Kamu masih SMP tapi pemikiran kamu sudah dewasa begini, Dit!" ucap Reno membuat Dita tersipu malu.


"Karna dia kebanyakan baca novel Kak!" celetuk Dya.


"Oh, yaaa. Nanti kamu cepat dewasa loh Dit, kalau kebanyakan baca novel."


"Ya nggak apa-apa kalau cepat dewasa Kak, jadi lebih mengerti pemikirian orang dewasa. Daripada kaya anak kecil terus ntar gampang di bohongin," ucap Dita membuat Reno terkesima.


"Siaaap, tenang aja!"


"Hei kalian datang juga!" langsung saja kurangkul kedua adik kembarku.


"Datang dong Kak, kan Kakak kita yang paling ganteng mau tampil," ucap Dita kemudian tersenyum kepadaku, aku pun membalas senyuman Dita.


"Eyza, kamu sudah ambil makan siangmu?" Tiba-tiba Kak Sarah datang membuatku terkejut.


"Iya Kak, nanti saya ambil!" jawabku, kemudian aku lepaskan rangkulanku dari bahu Dya dan Dita.


"Loh, ini siapa? Kakak baru lihat, apa teman sekelas kalian?" tanya Ka Sarah kepadaku dan juga Reno.


"Bukan Kak, mereka berdua adik saya, kenalin Kak!" jawabku kemudian memperkenalkan kedua adik kembarku kepada Kak Sarah.


"Oh, yaa. Hallo, aku Sarah!" ucap Kak Sarah kepada Dya dan Dita.


"Aku Dya Kak!" ucap Dya kemudian mencium tangan Kak Sarah.


"Klo aku Dita Kak!" Dita pun mencium tangan Kak Sarah.


"Jadi kamu punya adik kembar, Eyza?" tanya Kak sarah kepadaku.


"Iya Kak!"


"Masya Allah, dua-duanya manis."

__ADS_1


"Jangan di puji Kak, nanti mereka terbang. Saya bingung cari dimana nanti?"


"Hehehe kamu bisa aja," ucap Kak Sarah kemudian tersenyum kepadaku. Reno, Dya dan Dita pun ikut tertawa mendengar celotehku.


"Ya sudah, saya mau gabung lagi dengan anak-anak Rohis lainnya ya, kamu jangan lupa nanti ambil makan siangmu," ucap Kak Sarah kemudian pergi meninggalkan kami.


"Kakak kesana dulu ya, nanti Kakak balik lagi, kalian jangan kemana-mana. Nanti pulang bareng Kakak aja!"


"Iya Kak!" jawab Dya dan Dita, kompak.


"Ren, gue titip adek gue ya, awas loh jangan di apa-apain!"


"Siaaap Mas Bro, tenang ajaaa daritadi juga nggak di apa-apain kok!"


"Kakak nih, ngomongnya. Kak Reno, baik kok. Daritadi temenin kita sebelum Kakak datang," ucap Dita, membuat Reno tersenyum sambil mengangkat kerah bajunya.


"Heummm bangga lo di puji-puji adek gue," ucapku sambil ke tepuk bahu Reno.


"Bangga lah, memangnya elo, menghina gue terus."


"Hahaha baper lo, udah ah gue kesana dulu ya!" ucapku, kemudian pergi meninggalkan Reno dan kedua adik kembarku.


"Kak, selain cantik ternyata Kak Sarah itu ramah banget ya orangnya," ucap Dita kepada Dya.


"Iya!"


"Bukan hanya cantik dan ramah, Kak Sarah itu juga cerdas dan jadi bintang di sekolah ini. Banyak cowok yang naksir sama Kak Sarah," ucap Reno pada Dya dan Dita.


"Oh, yaa. Termasuk Kakak kami?" ucap Dita.


"Iya, tapi kayanya Kakak kalian punya saingan yang berat nih!"


"Beneran Kak? Siapa?" ucap Dya penasaran.


"Itu, kalian lihat cowok yang lagi ngobrol sama Kak Sarah. Sudah jadi rahasia umum kalau mereka berdua sedang dekat, tapi sudah jadian atau nggak, hanya mereka berdua yang tahu," ucap Reno sambil menunjuk ke arah Kak Sarah dan Kak Salman.


"Iya, itu cowok keren banget, tampangnya juga kelihatan alim ya!" ucap Dita sambil terus melihat ke arah Kak Sarah dan Kak Salman.


"Namanya Kak Salman, dia ketua Rohis di sekolah ini."


"Ketua Rohis lagi, apa Kakak kita benar-benar bisa bersaing ya Dya?"


"Iyaa. Akh, tapi selama janur kuning belum melengkung, kesempatan untuk menjadi pemenang itu selalu ada," ucap Dya membuat Dita dan Reno terkesima.


"Tumben, pikiran kamu cemerlang Kak!" ucap Dita kepada Dya.


"Memangnya selama ini butek?" jawab Dya kemudian menggelitik pinggang Dita.


"Udah ah, ini tempat umum. Maluuu!" ucap Dita kemudian berjalan menuju kantin.


"Kamu mau kemana Dit?" tanya Dya.


"Kantin, laper aku!"


"Tunggu dulu. Eyza menitipkan kalian pada saya, kalau mau ke kantin, ayo saya antar!" mereka bertiga pun berjalan menuju kantin, mencari makanan yang di jual untuk mengisi perut mereka yang mulai keroncongan.

__ADS_1


šŸœšŸ©šŸŸšŸ•šŸšŸŒ®šŸ”šŸŒ­šŸ¦šŸ¹


__ADS_2