
Hari yang di nantikan pun sudah tiba, dimana Sarah akan melahirkan anak pertama kami. Ayah, Bunda, Papah Dani, Mamah Lina juga Faiz, Dewi, Dya dan Dita begitu resah menunggu di depan ruang persalinan, sedangkan aku menemani Sarah menjalani proses persalinannya. Setelah satu jam menjalani proses persalinan, akhirnya putri pertama kami pun lahir ke dunia.
"Alhamdulillaaaah bayinya perempuan Pak," ucap Bidan yang membantu proses persalinan Sarah.
"Alhamdulillaaah," ucapku lalu mengusap kepala bayi mungil itu, kemudian mengadzankannya di telinga kanan dan meniqomahkan di telinga kiri. Lalu bayi mungilku itu pun di serahkan kepada suster untuk di rapihkan.
Aku hampiri Sarah yang sudah bermandikan keringat dan terlihat sangat lemah setelah melahirkan.
"Terima kasih sayang, kamu sudah melahirkan putri kecilku, bayinya cantik sama seperti kamu," ucapku tersenyum lalu ku cium telapak tangan Sarah, kemudian keningnya.
Sarah tersenyum, "Kamu mau kasih nama siapa?"
"Bagaimana kalau Yumna Salsabila?"
"Nama yang indah, aku suka," jawab Sarah dengan mata berbinar.
"Ya sudah kita kasih nama itu saja, kalau begitu aku keluar ya mau memberitahukan keluarga kita yang sudah menunggu di depan."
Sarah hanya menganggukan kepalanya, kemudian aku segera keluar dari ruang persalinan.
"Bagaimana Eyza? Sarah sudah melahirkan?" tanya Papah Dani dengan wajah cemasnya.
"Alhamdulillah sudah Pah, bayinya perempuan."
"Alhamdulillaaaaah," ucap Papah Dani dan yang lainnya serempak.
"Sekarang bagaimana kondisi Sarah?" tanya Mamah Lina sama khawatirnya dengan Papah Dani.
"Masih lemas Mah, sekarang sedang di tangani para suster dan akan segera di pindahkan ke ruang perawatan."
"Syukurlah kalau begitu."
"Kalau begitu, kami ke kantin dulu ya sambil menunggu Sarah di pindahkan ke ruang perawatan, biar kami makan siang dulu," ucap Ayah padaku.
"Iya Ayah, Eyza juga lapar mau makan dulu."
Kami pun segera pergi ke kantin rumah sakit, setelah makan siang dan sholat zuhur kami masuk kembali ke dalam rumah sakit untuk menemui Sarah yang sudah di pindahkan ke ruang perawatan.
Aku, Ayah, Bunda, Mamah Lina dan Papah Dani masuk ke dalam ruangan terlebih dahulu.
"Selamat ya sayang," ucap Papah Dani lalu mencium kening Sarah.
"Terima kasih Pah."
Kemudian di susul Mamah Lina dan Bunda lalu Ayah, mereka juga mengucapkan selamat atas kelahiran putri kami kepada Sarah.
Tak Lama kemudian suster pun datang membawa bayi mungil kami.
"Ini bayinya Bu, biar di gendong Bundanya dulu." Suster menyerahkan bayi kami kepada Sarah, Sarah pun menggendongnya dengan hati-hati.
"Matanya persis seperti mata kamu," ucap Sarah kepadaku yang sudah berada di sampingnya.
"Tapi mulut dan hidungnya mirip kamu."
"Iya ya?"
"Iya," ucapku.
__ADS_1
"Boleh Bunda gendong? Bunda ingin merasakan menggendong cucu pertama Bunda," ucap Bunda pada Sarah.
"Boleh Bun," ucap Sarah lalu menyerahkan Yumna kepada Bunda, Bunda pun menggendongnya dengan sangat hati-hati. Setelah beberapa menit dalam gendongan Bunda, Yumna pun di serahkan kepadaku.
"Ya sudah kalau begitu kami keluar dulu ya Nak? Biar yang lain juga bisa melihat bayi kamu," ucap Ayah.
"Iya Ayah."
Ayah, Bunda, Papah Dani, dan Mamah Lina pun keluar dari ruang perawatan. Tak lama Faiz, Dewi, Dya dan Dita pun masuk ke dalam ruangan.
"Kakak, selamat yaa," ucap Dya dan Dita bersama lalu mencium tangan Sarah kemudian kedua pipinya. Di susul dengan Dewi dan Faiz.
"Selamat ya Kak," ucap Faiz lalu mencium tangan Sarah.
"Terima kasih Faiz."
"Kakaaak, selamat ya," ucap Dewi lalu memeluk Sarah.
"Akhirnya Dewi punya adik kecil, senangnya .... "
"Namanya siapa Kak?"
"Yumna Salsabila."
"Wah, nama yang indah," ucap Dita sambil mengusap lembut kepala Yumna, yang sudah tertidur pulas dalam gendonganku.
"Kakak kamu yang kasih nama."
"Wah, tumben Kak Eyza punya inspirasi sebagus ini."
"Memangnya selama ini inspirasi Kakak jelek semua?"
"Eh, tapi nama Yumna itu seperti nama tokoh novel yang pernah Dita baca loh Kak."
"Aduh, sudah kamu nggak usah bahas novel di sini, bisa sampai sore nggak selesai."
"Huuhh Kakak," ucap Dita kesal, namun yang lain malah tertawa mendengar ucapanku.
"Ya sudah Kak, kami pulang ya? Biar Kakak bisa istirahat juga."
"Iya Dya, terima kasih ya kamu sudah datang."
"Sama-sama Kak," ucap Dya lalu tersenyum, kemudian mencium tangan Sarah hendak pamit pulang, di ikuti oleh yang lainnya.
Setelah tiga hari di rawat di rumah sakit pasca melahirkan, akhirnya Sarah pun sudah di perbolehkan pulang, kami pulang ke rumah Papah Dani karna Sarah belum pulih benar.
"Assalamu'alaikum," ucapku begitu sampai di rumah Ayah mertuaku.
"Wa'alaikum salam," jawab orang-orang yang berkumpul di rumah Papah Dani. Ada Ayah, Bunda, Dita, Dya, Kak Adit dan Istri juga keluarga Sarah yang lainnya juga.
" Selamat datang cucu Eyang yang cantik masya Allah," ucap Papah Dani lalu mengambil Yumna dari gendongan Sarah lalu menggendongnya.
Semua tampak bahagia menyambut kedatangan kami dan buah hati kami. Tak lama kemudian Reno dan Nancy pun datang bersama anak laki-laki mereka yang kini sudah berusia dua tahun.
"Assamu'alaikum," ucap Reno begitu sampai di depan pintu.
"Wa'alaikum salam," jawab kami serempak.
__ADS_1
Setelah bersalaman dengan yang lain, Reno dan Nancy pun menghampiri Aku dan Sarah.
"Selamat ya Sarah," ucap Nancy lalu memeluk Sarah kemudian menyerahkan sebuah kado berukuran besar kepada Sarah.
"Terima kasih ya ini apa? Pakai repot segala."
"Hanya hadiah kecil."
"Selamat ya Eyza, sekarang kamu sudah jadi ayah."
"Terima kasih Kak," jawabku.
"Selamat ya Kak Sarah, putrinya cantik."
"Masya Allah, terima kasih Reno."
"Eyzaaa, selamat ya akhirnya jadi ayah juga loe," ucap Reno lalu memeluk Eyza.
"Makasih, makasih Friend loe udah datang."
"Ingat, loe udah jadi bapak sekarang jangan ngambekan lagi."
"Hahaha sialan loe, memangnya gue bocah."
"Kadang loe kaya bocah."
"Sialan loe."
Yang lain hanya tertawa mendengar celetukan aku dan Reno.
" Hahahaha ..... "
"Gimana kalau kita berfoto berama untuk merayakan momen ini?" Ucap Ayah mencairkan suasana.
"Biar saya yang foto Om," ucap Reno lalu menghampiri Ayah kemudian menerima ponsel yang di berikan Ayah padanya.
Kami pun mengambil posisi, pertama aku dan Sarah juga putri kami berfoto bersama dengan keluargaku, baru kemudian berfoto dengan keluarga Sarah. Baru kemudian setelah itu kami berfoto bersama-sama.
Reno dan Nancy pun tak mau ketinggalan, mereka dan anak mereka pun mengajak berfoto bersama dengan aku dan Sarah juga putri kami.
"Hari ini benar- benar akan menjadi momen paling bahagia dalam hidupku setelah momen pernikahan aku dengan Sarah.
Terima kasih Tuhan, setelah Engkau berikan Sarah untukku, kini Engkau berikan satu kebahagiaan lagi dalam hidupku. Yumna Salsabila, seorang putri yang cantik yang akan menambah kebahagiaan dalam hidupku.
Dahulu, Engkau pertemukan aku dengan seorang bidadari di sekolahku, bidadari yang begitu mengusik hatiku dan mengaduk-aduk perasaanku. Kini, Engkau hadirkan lagi bidadari kecil yang akan menemani hari-hariku, yang akan membuat hidupku jauh lebih berwarna dan lebih bermakna.
Mungkin segala pujian tidak cukup untuk mengungkapkan rasa syukurku kepada-Mu, tapi setidaknya hanya ini yang bisa aku lakukan sebagai seorang hamba, yang begitu sangat berterima kasih atas segala nikmat dan kebahagiaan yang Engkau berikan dalam hidupku.
Tuhan, hamba selalu memohon bimbingan-Mu agar bisa menjadi kepala keluarga yang baik, suami yang penyayang dan Ayah yang senantiasa di rindukan putrinya. Maka, tolonglah hamba dan jangan pernah pergi dari hati dan kehidupan hamba, karena tanpamu apalah arti diri hamba lahir ke dunia.
Tuhan, permintaanku lagi dan mungkin ini bukan permintaan yang terakhir, karna hamba memang tidak bisa menjalani takdir hamba tanpa pertolongan-Mu.
Ya Allah ya Tuhanku, Tuhan segala pemegang segala urusan hamba-Nya. Bimbinglah rumah tanggaku bersama dengan Sarah untuk mencapai sakinah, mawaddah, warrahmah dan penuh berkah. Aamiin ya robbal'alamiin .... " ungkap hatiku melihat kebahagiaan keluargaku karna kehadiran bidadari kecilku.
Ā
**TAMAT**
__ADS_1
Ā