Eyza & Sarah (Kakak Kelasku Sayang, Menikahlah Denganku!)

Eyza & Sarah (Kakak Kelasku Sayang, Menikahlah Denganku!)
Ke Mall


__ADS_3

🚄🚄🚄🚄🚄🚄🚄


Pagi ini aku bersama Dya dan Dita juga Nita akan pergi jalan-jalan ke mall, sambil menunggu Dya dan Dita yang belum juga selesai berdandan, aku memanaskan mobil di depan rumah, karna merasa sudah cukup lama menunggu aku segera pergi ke kamar Dita dan Dya, begitu sampai di depan pintu kamar mereka.


"Dya, Ditaaaa! Ayo Kakak mau ada urusan lagi ini."


"Sebentar Kak, ini sudah selesai kok," jawab Dya.


"Kakak tunggu di mobil ya!"


"Iya Kak!" jawab Dya dan Dita bersama.


"Bun, Eyza berangkat ya!" ucapku pada Bunda yang kebetulan ada di ruang tamu bersama Ayah, kemudian mencium tangan Bunda.


"Eyza berangkat Ayah!" ucapku kemudian mencium tangan Ayah.


"Loh, kamu mau kemana?"


"Mau antar Dya dan Dita ke mall, memang mereka nggak bilang?"


"Mereka nggak bilang sama Ayah."


"Mereka bilangnya ke Bunda, tapi Bunda yang lupa bilang ke Ayah, ya sudah kalian hati-hati di jalan ya!" ucap Bunda, aku pun segera keluar menuju mobil yang barusan aku panaskan.


Tidak lama kemudian, Dya dan Dita pun muncul. Dita masuk lebih dahulu ke dalam mobil, baru kemudian Dya masuk setelah menutup pintu pagar, kami pun pergi menuju mall yang sudah di rencanakan sebelumnya.


"Kalian janjian dengan Nita dimana?"


"Ketemu di mall langsung Kak, nanti pulangnya baru kita antar," jawab Dya.


Setelah menempuh perjalanan selama satu jam, akhirnya kami sampai juga di mall yang ingin kami kunjungi.


Sementara itu, di lobby mall Nita sudah resah menunggu.


"Duh, mana sih Dya sama Dita? Katanya sebentar lagi sampai," ucap Nita sambil sesekali melirik jam tangannya.


"Nita!" tiba-tiba Dya memanggil.


"Eh, kalian sudah sampai!"


"Maaf ya menunggu lama, agak macet di jalan," ucapku kemudian tersenyum kepada Nita.


"Iya nggak apa-apa Kak," jawab Nita kemudian membalas senyumanku.


"Loh, hijab kamu kemana?" tanyaku pada Nita, namun Nita tampak malu-malu.


"Kakak nggak tahu anak jaman sekarang aja, fleksible Kak, kalau saatnya di pakai ya nanti pakai lagi," ucap Dya.


"Ada ya hijab fleksible?"


"Ada Kak, contohnya yang di pakai Nita hehehe."


"Hehehe aku belum belum benar-benar mantap pakai hijab Kak, nanti pasti aku pakai," jawab Nita dengan wajah tersipu malu.


"Oh, begitu!"


"Oh, iya kita mau kemana dulu nih Dya?"


"Ke timezone dulu yuk Nit! Sudah lama nggak main di sana, nggak apa-apa ya Kak?"


"Oke, Kakak kan hanya menemani," jawabku, kemudian kami pun berjalan menuju tempat permainan itu berada.


Setelah mengisi saldo kartu timezone, Dya dan Dita bermain dance sedangkan Nita masih bingung mencari permainan apa yang ingin dia mainkan.


Tiba-tiba Nita menghampiriku yang sedang asik menikmati musik di ponselku dengan menggunakan earphone.


"Kak Eyza! Kak. Kakak!" ucap Nita yang tidak aku dengar.


"Eh, sorry sorry," ucapku lalu melepaskan earphone yang aku gunakan untuk mendengarkan musik.


"Ada apa Nit?"


"Kakak nggak mau main?"

__ADS_1


"Main apa? Saya disini aja!"


"Ayo Kak ikut main, seru!" ucap Nita sambil menarik tanganku.


"Oke, oke Kakak ikut main, tapi jangan seperti ini!" ucapku kemudian melepaskan pegangan tangan Nita perlahan.


"Oh, maaf maaf. Kakak nggak terbiasa ya? Maaf yaaa!"


"Nggak apa-apa, kita mau main apa memangnya?"


"Main itu aja Kak," ucap Nita sambil menunjuk permainan melempar bola basket.


"Oh, itu. Oke!"


Kami pun menuju permainan tersebut. Terkadang kami tertawa saat bola yang kami lempar tidak masuk ke keranjang, dan begitu senang jika bola itu berhasil masuk ke dalam keranjang basket.


"Sudah lama juga gue nggak main beginian, sejak Reno punya pacar, dia lebih bayak menghabiskan waktu bersama pacarnya di banding sama gue. Hiks sedihnya jadi jomblo ngenes," ucapku dalam hati.


"Kak Eyza kesana yuk, kita coba permainan yang itu!" ucap Nita lalu melangkah menuju permainan bom-bom car.


Setelah puas bermain bom-bom car dan permainan-permainan yang lain, Nita mengajakku makan es krim.


"Mas, es krim rasa coklat dua ya!"


"Iya Kak!" jawab penjual es krim.


Setelah menerima dua ice cream cone, Nita memberikan satu untukku, ketika dia mau mengambil uang dari tas kecil yang dia pakai, aku mencegahnya.


"Biar Kakak aja yang bayar!"


"Nggak usah Kak, biar aku aja!"


"Dari tadi main banyak permainan, kamu yang bayar, masa es krim kamu juga yang bayar, biar Kakak aja ya!"


"Iya deh, kalau Kakak maksa."


"Gitu dong!" kemudian aku mengeluarkan uang seratus ribu rupiah untuk membayar es krim, setelah menerima kembalian, kami pun mencari tempat duduk.


"Sudah selesai belum? Kalau sudah kita cari Dya dan Dita yuk!"


Begitu selesai makan es krim, kami pun pergi mencari Dya dan Dita, baru beberapa langkah kami berjalan, tiba-tiba ada yang memanggil Nita.


"Nita!"


Begitu kami menoleh ke belakang, seorang anak laki-laki seumuran Nita berjalan perlahan menghampiri kami. Nita tampak terkejut melihat anak laki-laki itu dan langsung menggandeng tanganku.


"Ini pacar baru kamu?" tanya anak laki itu dengan wajah penasaran.


"Eh Yogi. Iya kenalin, ini Kak Eyza!" jawab Nita gugup.


Aku terkejut begitu mendengar Nita memperkenalkan aku sebagai pacarnya. Aku tatap mata Nita, namun dia malah mengedipkan kedua matanya.


"Eyza." Aku ulurkan tangan kananku, mengajak Yogi bersalaman walau dengan berat hati.


"Yogi." Yogi pun membalas uluran tanganku dengan wajah yang tidak mengenakan.


"Selamat ya Nit, kamu sudah punya pengganti aku," ucap Yogi pada Nita. Nita hanya tersenyum mendengar ucapan Yogi.


"Kalau begitu, aku duluan ya!" ucap Yogi pada Nita, kemudian menatapku dengan sinis lalu pergi meninggalkan kami.


"Ayo Kak, kita cari Dita dan Dya." Ajak Nita dengan tangan masih menggandeng tanganku.


"Maaf Nita, tangan kamu."


"Eh, iya maaf maaf Kak," ucap Nita lalu melepaskan genggaman tangannya dari lenganku, kemudian tersenyum.


Aku pun membalas senyumannya, tapi dia malah menatapku dalam.


"Ya Allah, itu senyum manis banget, gimana gue nggak klepek-klepek coba, dan baru kali ini gue bisa tatap wajah Kak Eyza sedekat ini," ungkap Nita dalam hatinya.


"Nita!"


"Nita!"

__ADS_1


"Hei, kamu melamun?"


"Eh, maaf Kak, nggak kok aku nggak melamun. Ayo kita cari Dya dan Dita!"


"Tunggu dulu, Kakak mau tanya."


"Tanya apa Kak?"


"Kenapa kamu memperkenalkan Kakak pada temanmu itu sebagai pacar?"


"Oh, itu. Aku takut Kak."


"Takut kenapa?"


"Dia itu mantan pacar aku, tapi orang posesif banget. Waktu aku putusin dia nggak terima, makanya, aku bilang kalau Kak Eyza pacar aku, biar dia nggak ganggu aku lagi, maaf ya Kak."


"Iya nggak apa-apa, kenapa kamu putus sama dia?"


"Dia itu playboy Kak, di belakang aku dia jadian sama adik kelas aku, tapi aku putusin dia nggak terima, aneh kan Kak?"


"Iya aneh sih memang."


"Nah, Kakak aja yang laki-laki bilang aneh, apalagi Nita Kak."


"Hehehe ya udah yuk, kita cari Dya dan Dita."


Kami pun pergi mencari Dya dan Dita.


"Mereka ada dimana ya?"


"Coba kita ke tempat permainan dance Kak, mungkin aja masih di sana!"


"Kak Eyza, Nita!" Suara Dita dari arah belakang, memanggil aku dan Nita.


"Kalian kemana aja?"


"Ya nggak kemana-mana Kak, masih di sekitar sini aja kok, Kakak dan Nita yang kemana?" jawab Dita.


"Kakak juga di sekitaran sini aja."


"Kak, cari makan yuk? Aku laper!" pinta Dya padaku.


"Ya sudah yuk, mau makan apa?"


"Kita makan di sana aja Kak!"


"Oke!"


Kami pun berjalan menuju tempat yang Dya maksud.


Sesampainya di restauran, kami langsung memesan makanan. Setelah menunggu setengah jam makanan pun datang, kami pun memakannya dengan lahap karna begitu laparnya setelah bermain berbagai permainan di timezone hampir seharian.


"Sudah selesai kan? Kakak bayar dulu ya!"


Kami pun pergi dari restauran setelah aku membayar makanan yang barusan kami makan.


Nita berhenti di toko roti, lalu membeli beberapa macam roti, kemudian di serahkan kepada Dya.


"Ini apaan Nit?"


"Buat calon mertua," bisik Nita di telinga Dya.


"Maksud lo?"


"Buat Bunda lo!" jawab Nita yang di dengar olehku.


"Buat Bunda?"


"Iya Kak!"


" Terima kasih ya Nita!" ucapku pada Nita.


"Iya Kak, sama-sama," jawab Nita lalu tersenyum.

__ADS_1


Kami pun keluar dari mall, setelah puas bermain berbagai macam permainan di timezone.


ā˜€ļøā˜€ļøā˜€ļøā˜€ļøā˜€ļøā˜€ļø


__ADS_2