
"Ahhh gimana sih, katanya kalau beli 5 Mie instan bakal dapet Hape... Penipu"
Di awali dengan Ravel yang menggerutu karena masalah pribadi nya, dia pulang melewati sebuah jembatan.
Saat itu, Langit sangat gelap dan mendung pertanda mau hujan. Dan akhirnya Hujan juga.
Ravel pun meneduh di Bawah jembatan karena hujan deras, dia pun menuruni jembatan dan berteduh di bawah jembatan.
Saat dia baru masuk di kolong jembatan, dia melihat ada seseorang yang tergeletak di sana, dia pun reflek kaget dan agak teriak sedikit.
Dia perlahan mendekati orang itu yang sedang tidur, saat didekati, dia merasa familiar.
Ternyata dia adalah Hiro yang babak belur usai bertarung dengan Zazel. Ravel pun kaget mengapa Hiro bisa di sini.
Ravel mencoba membangun kan Hiro, sembari mengusap semua luka nya. Dia juga menelpon Hana yang ada di rumah pak Dapon.
Saat Ravel menelponnya, tak ada jawaban sama sekali dari Hana, hanya berdering di ponsel nya.
Terlihat Hana di rumah pak Dapon lagi nonton tv tentang sinetron drama yang berjudul 'Ayah ku ternyata adalah suami ibu ku', posisi nya saat itu volume besar dengan hape yang di cas dan jauh.
"Sial, kemana lagi itu bocah" ucap Ravel yang menggerutu.
Dia pun menghangatkan Hiro dari kedinginan disana.
Beberapa jam berlalu, Hiro terbangun dengan luka yang masih sakit, dia merasa kalau leher nya memar dan tubuh nya terasa aneh, namun dia heran kenapa bisa disini dan kenapa ada jaket orang.
Saat dia terbangun, dia melihat Ravel yang sedang bengong. Ravel pun sadar kalau Hiro sudah bangun.
"Oh Hiro! Apa kamu baik baik saja?" tanya Ravel.
"Ya... Aku, oke" jawab Hiro
Suara Hiro sangat lah lemah, nampaknya bagian pita suara Hiro sedikit terluka akibat pukulan dari Zazel tadi.
"hmmm, coba jelaskan kepada ku, bagaimana bisa kamu Disini?" Ucap Ravel
Beberapa menit berlalu setelah Hiro menceritakan semua nya.
"Jadi begitu ya... Aku tak bisa ikut campur pada masalah mu, namun nampak nya kamu terlalu memaksakan diri..." ucap Ravel
"Ini... Aku benar benar bodoh... Aku mengorbankan segalanya, Teman, tempat, harga diri, segalanya hanya untuk tujuan ku... Namun, aku kalah dalam masalah cinta..." ucap Hiro
Tiba tiba air di dalam kolong jembatan semua nya bergetar, serta entah mengapa kolong jembatan di sana mulai agak terang.
"Aku, benar benar pemimpin yang payah, iya kan?" tanya Hiro ke Ravel
"Tidak... Aku membantah itu, kamu hebat karena bisa memimpin kami semua, kamu hebat karena berhasil menjadi seorang pemimpin yang mampu bertahan, kamu hebat..." jawab Ravel
Ravel pun menyadari ada yang aneh... Tubuh Hiro jadi agak semakin terang, dan ada sesuatu bewarna emas berjalan ke arah Hiro dari segala arah.
"Sungguh, aku benar benar orang gagal..." ucap Hiro
"Oyy.. Apa yang terjadi pada mu?" tanya Ravel yang agak sedikit panik.
Di gunung salju, di dalam sebuah goa yang tersembunyi, ada patung 5 kepala hydra yang 4 batu nya mulai bersinar, Dan akhirnya di tengah kepala hydra tersebut, batu yang sedikit besar dan berkilau.... Mulai bersinar.
__ADS_1
Tiba tiba ada aura emas di tubuh Hiro, aura itu membaluri tubuh nya dan melewati luka luka nya secara perlahan, hal itu membuat Ravel agak panik, bahkan termasuk Hiro itu sendiri.
"Huaa!? Apa yang terjadi padamu?" tanya Ravel
"Apa!? Aku juga ga tau" ucap Hiro
Di tempat Hiroi, dia sedang menghisap inhaler. Dia pun melepas inhalernya dan menatap ke arah langit langit.
"Huhh... Waktunya... Sudah tiba" ucap Hiroi
Dia pun berdiri dan ke sebuah laci, di laci itu dia mengambil sebuah secarik kertas, kemudian dia memunculkan api di tanganya dan akhirnya kertas itu terbakar.
Kembali ke Hiro, aura emas itu semakin banyak, dan aura emas itu perlahan hilang. Dia agak terkejut karena luka memar dan segalanya sudah sembuh.
"Apa yang terjadi..." Ucap Hiro yang kebingungan.
Hujan pun reda dan tiba tiba cuaca menjadi sangat cerah, disusul dengan hape Ravel tiba tiba berdering karena ditelpon.
"Iya halo?" ucap Ravel di telpon
"Ada apa kamu menelpon ku?"
Ternyata itu Hana yang baru megang hape usai menonton tv.
Saat Ravel hendak bicara, Hiro merebut hape itu.
"Heyy halo!? Pak Dapon apa ada di rumah?" tanya Hiro .
"Ehh? Iya ada lagi di pijet ini sama Rizky" ucap Hana
Singkat cerita, Hana pun menjemput mereka berdua di atas jembatan tadi dan membawa mereka berdua ke rumah pak Dapon.
"Ada apa dek Hiro?" tanya pak Dapon
Dengan singkatnya, Hiro menjelaskan semua nya kepada pak Dapon.
"Apaa?? Apa itu sungguh sungguh!?" tanya pak dapon
"Iya... Apa maksud nya itu?" tanya Hiro
"Chin mu... Bangkit" ucap pak Dapon.
Mereka yang ada disana pun terkejut mendengar pak Dapon, Chin Hiro sudah awakened.
"Apa? Itu... Benar?" tanya Hiro
"Ini... Coba sebentar"
Pak Dapon mengeluarkan orang orangan sawah untuk mengetes Hiro.
"Coba pusatkan Aura mu ke arah tangan, dan keluarkan" ucap pak Dapon
Hiro pun berdiri, dia menutup mata dan memusatkan aura ke tangan kanan, dan benar saja... Tanganya memiliki pusaran aura emas yang berputar putar, Hiro pun melepaskan pukulan itu dan membuat orang orangan sawah itu hancur lebur seperti tape.
"Yaa, memang benar penguat..." ucap pak Dapon.
__ADS_1
"Apa... Berarti.." Hiro masih bingung
"Tunggu sebentar ya.." ucap pak Dapon
Pak Dapon pun lari terburu Buru ke dalam rumah nya hendak mengambil sesuatu, sementara mereka menunggu di sana.
Beralih ke Yamada, dia baru saja di hubungi oleh Hiroi, Yamada pun pergi ke gudang di rumah nya dan mengeluarkan sebuah peti.
Yamada mengeluarkan isi peti itu yang ternyata secarik kertas yang sama seperti Hiroi. Yamada pun menghancurkan kertas itu menggunakan Chin bayangan nya.
Beralih lagi ke tempat Zazel, dia sedang diobati luka luka nya oleh Lea. Tiba tiba ada Hiroi muncul dari jendela Zazel.
"Hey!? Apa yang...." Sebelum sempat bicara, Hiroi menyela Zazel
"Masih ingat kertas yang aku berikan waktu itu? Hancurkan kertas itu dengan Chin mu" ucap Hiroi.
Kemudian Hiroi menghilang darisana. Zazel bingung yang dimaksud Hiroi, namun dia berdiri dan pergi ke lemari dia. Dia mengambil kertas yang di maksud dan menghancurkan nya menggunakan petir nya.
Pak Dapon pun kembali dari dalam dan terlihat membawa sesuatu.
"Dek Hiro,, ini" ucap pak Dapon sembari memberi sesuatu.
pak Dapon memberi Hiro secarik kertas yang sama seperti yang lain nya.
"Apa maksudnya ini?" tanya Hiro
"Ini disebut Majesty Sage... Jika 5 kepala hydra sudah mengawakend Chin nya, maka mereka harus membuka syarat untuk membangkitkan sang Majesty, yaitu dengan menghancurkan segel segel itu dengan Chin mereka" ucap pak Dapon
"Segel ini tak bisa hancur meski terkena bom sekali pun, itu hanya bisa hancur dengan chin 100% Alis Chin milik 5 kepala hydra" ucap pak Dapon.
Hiro pun mengambil Secarik kertas itu dan melempar nya ke atas, kemudian dia menendang kertas itu dengan gaya yang keren serta di aliri Chin hingga kertas itu tersobek.
Disisi lain, Yudo saat ini sedang pergi ke kasur nya karena dia baru saja didatangi Hiroi, dia pun membuka bawah kasur nya dan mengambil kertas itu, dan akhirnya dia mem bom kertas itu hingga gosong.
Karena semua segel sudah hancur, di gunung salju tadi, patung kepala hydra itu bergoyang gencang. Dan Patung itu pun, hidup...
Patung itu menghancur kan atap gunung itu dan terbang ke atas langit... Dia pun mengeluarkan semacam partikel kecil, ada 5 partikel yang kecil dan bergerak cepat.
Awal nya mereka tak merasa apa apa, sampai partikel kecil itu masuk kedalam masing masing 5 kepala hydra, mereka semua pun kehilangan kesadaran.
Sampai Hiro pun terbangun dan sudah tak ada di rumah pak Dapon, dia melihat sekitar dan mendapati ada Hiroi, Yamada, Yudo, dan Zazel disana.
Semua nya pun menyadari juga kalau mereka terkumpul di suatu tempat.
Sampai perhatian mereka pun teralihkan oleh sesosok besar, sangat besar yang sedang duduk.
"Selamat datang di Wilayah ku, Wahai yang terpilih" ucap sesosok itu.
"Kau siapa?" tanya Hiro dengan keras.
Namun dia melihat Hiroi berlutut kepada sosok itu.
"Aku... Adalah Dewa!"
Kemudian terlihat sosok itu yang sedang duduk, sosok itu terlihat seperti patung yang diam, patung itu berwarna Ungu galaxy dan besar nya sangat tidak masuk akal....
__ADS_1
-Bersambung