
Scene dibuka dengan Hiro yang menendang pintu besar itu untuk masuk ke dalam ruangan, saat melihat sekitar, ternyata benar ada bos nya disana, Hiro juga melihat banyak anak buah bos itu yang lumayan banyak jumlahnya.
"Ho? Seseorang benar benar datang menepati janjinya, aku terkesan" ucap orang itu
"Ga usah banyak bacot, langsung selesain aja" ucap Hiro
Saat Hiro masuk ke ruangan, semua orang di sana mulai maju dan menyerang Hiro, Hiro menghela nafas dan menghembuskan ya sembari berkata
"Mengapa ga harus 1 vs 1 aja sih"
Scene berpindah ke Charlie Aartox vs orang terkuat kedua di sana. Charlie berhasil mengawakend Chin nya, seluruh tangan kanannya kini di lapisi batu Volcanic yang menyala dan panas.
"Oi, maju sini" ucap Charlie
"Eleh, ga usah belagu, pemula yang baru bangkitin Chin kaya kamu ini sebaiknya latihan dulu cara pakainya" ucap Aartox
Aartox berdiri disertai Charlie yang berdiri, orang besar itu melihat Charlie dan Aartox, dia terlihat jengkel dan menghela nafasnya
"Huhh... Aku tak akan menahan diri kali ini" ucap orang itu
Dia mengaktifkan Chin nya dan merubah tangannya menjadi setajam silet.
Charlie dan Aartox maju berdua dan melawan orang itu.
Scene berpindah ke Pixie yang sedang berhadapan dengan sang ninja itu.
__ADS_1
"Apa mau mu? Mengapa membawa ku kesini?" Tanya Pixie
"Ran totsu Han kai jin" ucap ninja yang nampaknya merapalkan sebuah jurus
Saat itu, Pixie bengong dan keheranan melihat orang itu merapalkan jurus aneh.
Saat Pixie lengah, ninja itu mengambil sesuatu dari saku dalam bajunya, dengan cepat, dia langsung melempar puluhan shuriken ke arah Pixie.
Pixie sempat menghindar kesamping dan menyebabkan pipinya tergores shuriken itu.
Ninja itu menghilang, saat dia lengah kembali, ninja itu ingin merangkul leher Pixie dari belakang, namun dengan insting yang kuat, Pixie dapat menunduk dengan cepat.
Pixie berbalik badan sambil jongkok dan ingin melancarkan upper cut, saat ingin menyerang, ada tali yang menarik lengan Pixie, lengan Pixie tertarik kebelakang dan membuat dia kehilangan pertahanannya, Pixie melihat kedepan dan melihat ninja itu ingin menghajar dirinya.
"Sudah puas kah main mainnya?" Ucap ninja itu
Pixie bingung dengan apa yang di maksudnya
"Namaku adalah Satodz, aku adalah ninja terhebat dari tempat ku, aku telah mengabdikan diriku untuk bos ku ini, sekarang menghabisu mu adalah prioritas utama ku" ucap orang itu
Pixie mulai kesal, dia menarik tangannya yang ter tali dan membuat ninja kecil itu tertarik.
Pixie bangun dengan cepat lagi dan ingin melakukan upper cut dengan kekuatan penuh.
Dia berhasil menyentuh dagu orng itu, namun anehnya, Pixie yang merasa kesakitan dan berdarah di tangannya.
__ADS_1
"Teknik senjata adalah kemampuan ku, aku telah menyiapkan seluruh senjata di semua tubuh ku, aku telah menaruh silet di bawah dagu ku, sehingga dapat melukai orang tapi tidak dengan diriku" ungkap Satodz
Pixie kesakitan, disusul dengan darah yang keluar bercucuran dari tangannya.
Satodz bergerak dan ingin memukul Pixie yang lengah.
Scene berpindah ke Ray yang nampaknya sudah ngos ngos an. Dia di buat kelelahan oleh pesumo itu.
"Aku adalah pesumo terkuat di kota ku, sekaligus yang terbesar! Aku telah mengaktifkan Chin lendir, yang di mana dapat menguntungkan ku saat bertarung di sebuah ruangan." Ungkap pesumo itu
Ray mengusap dahinya yang berkeringat dan mulai maju lagi, dia melancarkan pukulannya yang dahsyat dan kuat banget.
Dia memukul perut sumo itu, namun sumo itu menerimanya dengan mentah mentah. Saat serangannya mengenai sumo itu, Ray merasakan tangannya yang hampir patah dan dia terpental kebelakang.
"Hohoho, ini adalah keistimewaan, lemak! Siapapun tidak dapat menembus lemak yang tebal ini, sekaligus aku melumuri tubuh ku dengan Chin lendir, agar membuat orang yang menyerang menjadi meleset, hohoho" ungkap pesumo itu
Ray sempat terjatuh dan merasa mati rasa di tangannya. Dia bangkit lagi dengan gemetar dan memikirkan strategi melawannya.
Scene berpindah ke Hiro yang memperlihatkan Hiro yang sudah membantai semua orang di sana, namun minusnya Hiro terluka di bagian kepala yang menyebabkan darah berkucuran di kepalanya.
Hiro menunjuk ke arah bos mafia yang bernama Laksa itu, dia menunjuknya sambil bernafas tak beraturan dan berkata
"Selanjutnya... Kau!"
-bersambung
__ADS_1