
Scene memperlihatkan keadaan semua kawan Hiro yang hampir tumbang karena tak mampu mengalahkan semua eksekutif mafia itu.
Hiro geram dan mulai melompat ke arah Laksa, namun saat tinju nya mendekati wajah Laksa, Hiro terdorong oleh meja yang melayang dengan sangat keras.
Hiro terlempar lumayan jauh dan hampir tak sadarkan diri akibat itu, namun dia berhasil berdiri kembali dan siap bertarung.
"(Eughh, tadi itu apa?)" Ucap Hiro dalam hati
Saat Hiro mulai berdiri tegak lagi, kepala dia terkena kursi yang di lempar, lumayan keras hingga membuat Hiro kesakitan.
Hiro bingung apa yang sebenarnya terjadi disini, Hiro melihat ke sekitar dan tak melihat siapa pun yang melempar maupun masih bangkit.
Saat Hiro melihat ke arah sekitar Laksa, dia menyadari bahwa telapak tangan Laksa menyala berwarna cyan, Hiro dapat menyimpulkan kalau itu adalah Chin.
Saat Hiro sedang melamun, ada meja besar mengarah ke Hiro dengan lumayan cepat, Hiro sadar dan berhasil menghindari itu dengan mundur ke belakang, dia hampir strike dan K.O di tempat jika tidak menghindar.
Kini dia paham kalau Chin milik Laksa adalah telekinesis, dia dapat mengendalikan benda berat maupun ringan dan melempar nya, Chin itu tidak terlalu spesial, tapi lumayan kuat dan merepotkan.
Hiro mencoba mendekatinya lagi, namun dia sadar ada sesuatu yang mendekat ke arahnya, dia melihat sekeliling, dan ada pintu yang mengarah dari belakang, Hiro mau mencoba menghindar dengan melompat ke samping, namun usahanya gagal dan membuat dia terpental kedepan akibat dorongan pintu itu.
Hiro terjatuh dan sempat Ter stun sedikit karena bagian punggung nya terkena gagang pintu yang keras dan kencang yang pasti sakit banget.
Scene berpindah ke Pixie yang sedang melawan Satodz si ninja. Pixie sudah babak belur akibat Satodz, dia bahkan tak bisa menyerang balik akibat lengannya yang berdarah.
"Hahah bagaimana? Pertarungan tanpa Chin begini, aku suka! Namun orang yang ku Lawa terlalu lemah! Aku tidak suka" ucap Satodz
Pixie mencoba menstabilkan dirinya, dia berhasil berdiri tegak dan mengembalikan staminanya, kekuatan Satodz adalah kecepatan dan memiliki senjata tajam yang tersembunyi di seluruh tubuhnya, sekaligus ada ninja junior yang membantunya jika dia lengah.
Pixie merasa pertandingan ini tak adil baginya melawan orang yang agak kuat dan curang, dia mulai mengangkat tinjunya kembali dan memasang kuda kudanya
"Gak peduli berapa kali aku jatuh, selagi aku ga mati, aku masih bisa bertarung!" Ucap Pixie
"Begitu kah? Kalau begitu mati lah!" Ucap Satodz
Mereka berdua mulai maju dan akan bertarung kembali.
Scene berpindah ke Ray yang sudah sempoyongan akibat bau lendir yang menyengat sekaligus staminanya yang habis akibat memukul lemak dari pesumo besar itu, lengannya sudah membiru Semua sebab pukulannya tak ada damage.
Dia mencoba memasang rencana untuk penyerangan selanjutnya.
"Hohohoho, bagaimana? Mau bunuh diri saja atau, mati dengan lendir ku" ucap pesumo itu
Ray memukul wajahnya sendiri dan menyadarkan dirinya agar tak pingsan saat bertarung, dia mengangkat tinju nya dan mulai berjalan perlahan demi menghemat stamina.
Scene berpindah ke Charlie dan Aartox yang masih bertarung melawan eksekutif kedua itu, mereka benar benar sengit, saat tangan mereka mulai bertabrakan, nampak ada percikan api kecil yang menandakan serangan mereka tak bisa di anggap remeh, Charlie dan Aartox menyerang lengan kanan dan kiri orang itu dan terjadi sedikit tekanan.
"Cukup sudah" ucap orang itu
Dia mengangkat lengannya dan itu membuat Aartox dan Charlie terpental lumayan jauh. Aartox dan Charlie terpental dan berguling sedikit akibat serangan orang itu.
Akibat amukan orng itu, baju dia hampir sobek semua dan menyisakan bolong bolong.
Hiro, Ray, Pixie, Charlie, Aartox. apa mereka bisa memenangkan pertarungan mereka?
"Musta-"
Saat Pixie Ray Charlie dan Aartox ingin berkata mustahil secara bersamaan, mereka seperti memikirkan sesuatu.
__ADS_1
Hiro berdiri tegak dan mengangkat satu tangannya sambil mengepalkannya, dia berdiri dengan tekadnya sendiri dan tak akan menyerah
"Aku tak akan menyerah! Meski itu membunuh ku!" Ucap Hiro dengan penuh tekad dia.
Entah mengapa, akibat itu Ray Pixie Charlie Aartox mulai merasa tercerahkan seketika, meski mereka ga liat Hiro, namun mereka merasakan jiwanya yang membara, mereka berdiri secara bersamaan dan bertekad untuk tak menyerah apapun yang terjadi.
Dimulai dari pertarungan Pixie.
Setelah mendapat pencerahan tiba tiba, dia langsung melepas bajunya, hal itu membuat Satodz kebingungan. Pixie menggulung tangan kananya yang berdarah hingga membuat seperti sarung tinju kini dia dapat bergerak lebih bebas.
Satodz tak peduli, dia langsung maju dan akan menyerang Pixie. Pixie menutup matanya, kini dia berada di alam bawah sadarnya sendiri, dia mulai mencari memori yang dia ingat, dan ketemu.
Waktu itu dia sedang berlatih dengan Ruma yang sekarang menjadi pelatih tinju nya, didalam memori Pixie, dia berkata
"Boxing bukan Hanya soal menyerang dan bertahan, tetapi tentang kecepatan dan menghindar. Jika kamu berhasil menguasainya, maka kamu lah yang tak terkalahkan!" Ucap Ruma dalam ingatan Pixie
Pixie jadi tersadar akan sesuatu, dia mulai mencari memorinya lagi. Dia menemukan sebuah memori 6 bulan yang lalu, dimana kakaknya yaitu Lea, yang mengajari dia cara berdansa, ini harus wajar bagi seorang anak pejabat untuk berdansa.
Di ingatan itu, Pixie mulai fasih berdansa dengan gerakan yang cepat dan lumayan hebat, dia jadi terpikir satu hal.
Ternyata yang Pixie pikirkan adalah, dia akan menggabungkan boxing nya dengan tarian dansa, sehingga musuh tak dapat membaca gerakannya serta dia dapat menambah kecepatan dalam gerakannya.
Saat Satodz hampir menyerang Pixie, dia menghindar kesamping, hal itu membuat Satodz terkejut karena dia menghindar kesamping dengan elegan dan tak di ketahui nya.
Pixie mengangkat tangannya ke atas dan menutup matanya, kini dia sedang menggabungkan teknik boxing dan dansa, Satodz yang melihat itu sedikit geli karena melihat Pixie yang bergerak kaya putri di film kartun.
Pixie berjalan dengan kaki yang anggun serta gerakan yang memutar layaknya putri di film Disney. Dia menghampiri Satodz, Satodz yang melihat itu langsung hendak memukul Pixie, namun tak sempat memukulnya, Pixie memutar badannya sehingga membuat dia dapat menghindari dari serangan Satodz.
Tangan Pixie yang di atas mulai turun dan menghajar muka Satodz dengan keras. Satodz sempat Ter taunya sedikit, Pixie mundur sambil berputar dengan tangan di atas.
Satodz mulai keheranan dan tak bisa membaca gerakannya, dia menyuruh anak buah nya untuk melempar shuriken ke arah Pixie.
Satodz yang lagi bengong tak sadar dia di hampiri Pixie, saat Pixie mendekat, dia langsung mengubah kuda kudanya, dia seolah akan melakukan pukulan yang di charge sehingga membuat pukulannya sangat keras.
Setelah charge beberapa lama, dia melontarkan tinju itu
"Adios amigos" ucap Pixie
Pukulannya tepat mengenai wajah Satodz yang membuat dia terpental cukup jauh, Satodz tak sadarkan diri dan pingsan serta wajah nya yang membengkak.
Pukulan charge Pixie saja dapat menghancurkan sebuah samsak besar.
Dia merasa kelelahan dan mau istirahat sedikit, namun dia ingat satu hal.
Dia menoleh ke arah ninja ninja kecil itu, Pixie tersenyum seperti om om cabul, ninja ninja itu mulai ketakutan dan menangis melihat Pixie.
Scene berpindah kepada Ray yang sedang memikirkan strategi, mata dia kabur akibat menghirup bau lendir yang terlalu banyak, dia sambil menyusun rencana.
"Hohoho, bagaimana? Mati sajalah, ga usah repot repot, dengan lemak tebal ku ini, kamu ga bakal bisa menyerang ku!" Ucap pesumo itu
Ray hampir pingsan, namun dia sadar satu hal, seluruh tubuh pesumo itu di selimuti lemak, kecuali bagian dada tengah, itu terlihat Hanay tulang saja tanpa lemak tebal.
Ray langsung tersenyum
"Bingo" ucap dia
Ray mundur dan mendekati tembok, sembari dia memutar mutar pergelangan tangannya yang menandakan dia akan melancarkan serangan,
__ADS_1
"Hohoho? Ada apa nak? Kamu mau cari tempat buat bunuh diri? Hohoho!" Ucap pesumo itu
Ray menempelkan kakinya di tembok, dia berencana akan berseluncur dengan cepat ke arah pesumo itu dengan bantuan dorongan kakinya lalu dia akan menghantam bagian dada tengahnya yang minim lemak.
Dia menghitung, di hitungan ketiga, dia mendorong tembok dengan kakinya yang keras, dia berseluncur dengan kecepatan tinggi
"Hohoho, mau nyerang dengan cepat? Silahkan!"
Pesumo itu melebarkan tubuhnya dan membiarkan dirinya di serang, saat Ray sampai tepat di depan pesumo itu, dia menghantam tepat di bagian dada tengah nya.
Tangannya Ray bunyi yang menandakan kalau dia terkilir parah, sementara itu pesumo itu merasakan sakit yang luar biasa, dia bahkan hampir muntah akibat serangan itu.
Ray memegangi tangannya dan merasakan sensasi sakit luar biasa, pesumo itu kehilangan kesadarannya dan jatuh, Ray juga hampir ke habisan nafas akibat bau yang menyengat ini.
Scene berpindah ke Charlie dan Aartox yang sedang berdiri, Charlie menyadari sesuatu dari tubuh orang itu, silet besi itu mengelilingi tubuhnya sampai ke dada, sehingga menyerang dadanya adalah pilihan buruk.
Charlie memanggil Aartox dan memberitahu rencana nya. Aartox paham dan langsung mempersiapkan dirinya begitu juga dengan Charlie.
Aartox maju dengan cepat namun Charlie diam di tempat, saat tiba di depan orang itu, Aartox melompat dan ingin menghantam muka orang itu, namun orang itu berhasil menahan serangan Aartox dengan kuat, dia menggunakan kedua tangannya untuk menahan serangan Aartox.
Dia melontarkan Aartox dan membuat Aartox terpental, namun saat tangannya dua nya masih cooldown untuk menepis, Charlie maju dengan cepat dan ingin memukul perut orang itu
"Terima ini!" Ucap Charlie
Orang itu belum sempat membuat pertahanan, dia langsung di hantam Charlie tepat di perut nya dengan keras dan cepat!
Saat selesai, sekitar perutnya terbakar serta bajunya, dia seperti melepuh dikit di perutnya akibat tinju Volcanic Charlie
"Kita berhasil, Aartox" ucap Charlie
Aartox mengacungkan jempol ke Charlie
Scene berpindah ke Hiro yang selesai mengangkat tangannya ke atas, dia maju ke depan dan ingin menyerang Laksa, dia terhempas berkali kali orang barang yang di gunakan untuk menepis Laksa, dia terhempas terhempas dan terhempas.
Hingga Hiro sadar kalau Laksa tak bisa mengangkat benda hidup menggunakan Chinnya.
Hiro menggenggam tangannya dan mulai maju dengan penuh celah, Laksa berkali kali menghalangi jalannya dengan menggunakan perabotan seperti bangku, laci dan lain lain, namun itu di jadikan pijakan oleh Hiro.
Hiro sampai di depan Laksa, Laksa yang panik langsung menaruh meja tepat di depan wajah nya
"Katakan ke semua orang, bahwa, aku"
Hiro memukul meja yang menghalangi wajah Laksa hingga membuat meja itu retak
"Tidak akan pernah"
Meja itu pun hancur, di susul dengan Laksa yang panik dan terkejut
"MENYERAH!"
Tinju Hiro sampai ke wajah Laksa, Laksa pun terpental lumayan jauh yang membuat dia Ter stun sedikit, lalu pingsan.
Hiro berdiri dengan sempoyongan.
Kini Hiro dan kawan kawannya berhasil memenangkan bentrok mereka, dan mereka berhasil memberi pelajaran meski mereka yang harus di beri pelajaran.
Scene di akhiri dengan Hiro yang keluar dan akang mencari teman temannya
__ADS_1
-bersambung