
Mereka merayakan kemenangan mereka dengan pesta makan pizza di basecamp, Hiro yang traktir. Mereka makan makan sampai 2 jam berlalu.
Kini sudah hampir malam, sudah pukul 22:00, permasalahannya adalah, masih ada Rara yang bersama Hiro tanpa tau harus kemana. Hiro mendekatinya dan bertanya.
"Hei, kamu udah ga panik kan? Sekarang harusnya kamu inget rumah mu dimana?"
"Ah ya! Aku sudah ingat! Tetapi ini sudah malam, aku takut" ucap Rara
"Yaudah sini aku antar kamu pulang Ra, bahaya membiarkan wanita sendirian keluar malam malam" ucap Hiro
Saat Hiro berkemas mau mengantar Rara, Pixie bangun dan langsung ninta ikut. Hiro mengajaknya dan kemudian mereka berangkat bertiga.
Di perjalanan, Hiro mencoba bertanya kepada Rara, mengapa saat tadi siang, dia bisa bersama 2 partner Yamada.
Rara menjelaskan kalau Yuzan adalah kakak tiri dia dulu, tapi sekarang sudah tidak, dan dia nampak masih menyayangi Yuzan, dan apakah Yuzan menyayangi nya?
Beberapa jalan mereka tempuh, akhirnya mereka sampai di rumah Rara, Rara berterimakasih atas petualangan yang hebat yang dia hadapi, serta bertemu teman baru. Baginya, bertemu teman baru adalah hal sulit untuk dirinya yang pemalu, dan masih polos.
Selesai mengantar Rara, Hiro dan Pixie berjalan pulang kembali.
Saat di perjalanan, mereka mendengar suara tangisan, Pixie yang ketakutan mulai memeluk Hiro, Hiro mencoba mencari tahu sumber suara itu.
Ternyata itu adalah petinju yang di hajar Hiroi kemarin, dia menangis di pinggir sungai malam malam begini.
Hiro mendatangi nya dan duduk di sampingnya, begitu juga dengan Pixie.
"Hikss... Semua telah kacau! Aku telah kacau! Hikss..." Ucap petinju itu sambil nangis
__ADS_1
"Waww... Kau Ruma si petinju kuat itu kan? Aku dengar kau tak pernah kalah dalam pertarungan mu, tapi mengapa kau menangis?" Tanya Pixie
"Hikss... Aku saat ingin menghentikan seseorang dari bermain bensin, orang itu menendang kepala ku hingga aku pingsan, ku tak bisa ikut turnamen dan tak memenangkan piala itu! Hikss..." Ungkap Ruma
Hiro semakin paham dengan kekuatan monster dari Hiroi, Diaman kecepatannya dapat mengalahkan sang petinju kekar dan tak terkalahkan sekalipun.
Hiro memegang pundak Ruma dan berkata
"Santai saja! Kekalahan adalah sebuah pelajaran bagimu untuk bangkit dari kesalahan sebelumnya! Jika kamu putus asa dan menyerah, maka kemenangan spesial yang menanti mu juga akan hangus!" Ucap Hiro
Ruma mulai mengelap air matanya dan merangkul Hiro
"Makasih sobat!!! Huaaaa..." Ucap Ruma sambil menangis.
Saat selesai menangis, Ruma berdiri dan mulai melakukan 50 push up, 50 sit up, 50 squad.
Hiro yang merasa Ruma sudah baikan, langsung mengajak Pixie pulang.
Hiro mampir ke sebuah bar terdekat yang masih buka. Saat dia duduk, ternyata dia duduk di samping wanita.
Wanita itu adalah Lea, dia sedang minum disana.
"Yoo, "Pahlawan"...." Ucap Lea
Hiro tersenyum sedikit dan bertanya
"Apa yang kau lakukan disini?"
__ADS_1
"Memangnya kenapa? Apa yang aku lakukan disini?"
Hiro kebingungan dengan maksud Lea itu.
"Hiro, aku tahu kau yang tadi siang mencoba menyelamatkan gedung turnamen kan?" Tanya Lea
"Iya, aku berhasil dan begitulah" ungkap Hiro
"Kau memang pria baik! Apa ada alasan tertentu untuk melakukan penyelamatan itu?" Tanya Lea
"Tidak ada, aku hanya merasa kalau gedung itu dalam bahaya, jadi aku bergegas pergi kesana" ucap Hiro
Hiro tak memberitahu Lea tentang tujuannya menghentikan Hiroi, entah apa yang di pikirannya.
Satu jam telah berlalu, Hiro yang sudah pusing mulai pulang, Lea yang masih di sana mengucapkan sesuatu pada Hiro
"Terus lah berjuang, pria... Tidak... Pahlawan ku" ucap Lea
Hiro yang mendengar itu berbalik dan berkata
" Tidak, aku yang seharusnya mengatakan, hati hati di jalan ya, bulan ku" ucap Hiro
Lea yang malu berusaha menutupi mukanya yang nge blush, dan Hiro yang jalan sempoyongan mulai berjalan pulang.
Hiro berhasil sampai dengan selamat, tapi saat di depan pintu masuk, dia langsung tepar di tempat.
Scene berpindah ke Hiroi yang sedang melakukan sesuatu kepada tangannya. Dan saat dia mengusapkan kertas dengan pelan ke arah tangannya, kertas tersebut terbakar dengan sendirinya. Hal itu membuat Hiroi tersenyum dan berkata
__ADS_1
"Bingo...!!"
-bersambung