Fight For Everyone

Fight For Everyone
Ditolak!


__ADS_3

Scene di buka dengan memperlihatkan Hiroi dan orang tadi yang sedang berdiri dan hendak berbicara


"Narua Hiroi, kamu adalah orang yang paling di cari sekarang, kepolisian tak tahu kalau kamu pelaku pembakaran, hanya orang profesional atau detektif seperti ku saja yang mengetahui aksi mu" ucap orang itu


"Apa yang membuat mu kemari?" Tanya Hiroi


"Aku akan membuat sebuah kesepakatan yang hebat, dimana kamu akan mendapat sebuah sesuatu yang melimpah ruah!" Ungkap orang itu


Hiroi yang kebingungan mulai melontarkan pertanyaan kembali


"Siapa dirimu, dan apa mau mu?"


Orang itu membuka jubahnya, dan memperlihatkan wajahnya yang ada brewok dan lumayan banyak luka sayatan.


"Aku adalah Kai, anak tertua dari pak Yao, yaa... Dia orang yang membesarkan Yamada dan membuka panti asuhan Abal Abal untuk mendapatkan hasrat yang diinginkannya."


Melihat itu, Hiroi terkejut sedikit


"Ku beri penawaran, Hiroi. Masuk lah ke pasukan kepemerintahan, dan jadi bagian dari salah satu orang terkuat" ucap Kai


"Apa yang akan aku dapat dari itu huh?" Tanya Hiroi


"Kejayaan, ketenaran, dan kekuasaan, serta uang dan tiket pesiar yang me-"


Belum sempat mengakhiri kata katany, Hiroi langsung menyalakan api di tangannya dan menyerang Kai.


Saat pukulan nya hampi mengenai Kai, Kai langsung menangkisnya dengan tangan es miliknya.


"Oi oi apa ini? Aku belum sempat selesai ngomong loh" ucap Kai


"Ga ada yang peduli dengan pasukan apalah itu, sekarang aku akan memusnahkan mu, serta memusnahkan semua yang berbau pemerintah!" Ungkap Hiroi


Hiroi menyalakan api di kakinya dan menendang Kai, Kai yang tau langsung mundur dan menghindar, serangan Hiroi tadi adalah serangan api yang juga mematikan.

__ADS_1


Kai tak punya pilihan lagi, dia mengaktifkan Chin nya dan melapisi tangannya dengan es, terjadi pergelutan antara Hiroi dan Kai.


Hiroi melapisi kedua tangannya dengan api yang lumayan membara, dan langsung maju menuju Kai, Kai yang melihat Hiroi akan menyerang, langsung menutup matanya dan membayangkan ketenangan sekitar.


Hiroi pun menyerang kepala Kai, namun dengan gerakan cepat, Kai dapat membelokan serangan tangan api Hiroi.


Dengan Chin es nya itu, dia bisa memegang Hiroi tanpa takut panas api. Hiroi yang melihat itu agak terkejut karena dia membelokan serangannya.


Hiroi memukul angin dengan keras hingga membuat pukulan api yang terbang.


Kai mulai menutup matanya lagi dan membayangkan ketenangan, dia memukul serangan api Hiroi dengan tangan esnya, sehingga api nya menjadi asap.


Hiroi yang melihat itu rada kesal, dia meninju angin bertubi tubi dan menciptakan banyak percikan api yang mengarah cepat ke Kai.


Kai yang melihat itu tak pikir panjang dan langsung membelokan tangannya dari kanan ke kiri hingga membuat dinding es yang dingin.


Hal itu dapat memadamkan serangan api Hiroi. Hiroi yang geram langsung melompat dan menyalakan kaki api untuk menyerang Kai dari atas.


Saat asap mulai reda, Hiroi langsung ingin menghantam Kai dari atas dengan kaki apinya, saat Hiroi mendarat dan ingin menghantam nya, Kai langsung mengeluarkan jurusnya.


Tangan Kai menjadi balok es yang tebal dan kuat, dia langsung menangkis serangan Hiroi dan beradu kekuatan.


Setelah mengadu, mereka berdua terpental lumayan jauh akibat adu kekuatan yang seimbang.


Hiroi merasa kakinya mati rasa akibat terlalu menggunakan banyak energi, sedangkan Kai melihat tangan es nya yang meleleh dan di tembus, sehingga lengannya sedikit terbakar.


"Fiuhh... Cukup sampai disini Hiroi, mungkin memburu mu di saat ini belum tepat" ucap Kai yang berdiri dan berjalan meninggalkan Hiroi


"Tunggu! Mengapa orang lemah sepertimu dapat menggunakan Chin yang padahal chinnya juga lemah?" Tanya Hiroi


"Meski 40%, Chin ini bukan berarti lemah, jika Chin ini di tangan orang yang tepat, maka Chin ini dapat menjadi alat pemusnah massal. Tidak seperti mu yang memiliki Chin asli yang super kuat, namun pengguna nya lemah" ucap Kai sambil berjalan keluar gang


Mendengar itu, Hiroi benar benar kesal dan dia meninju angin untuk menyerang Kai, serangannya mengenai Kai, namun saat asap menghilang, Kai sudah tak ada di sana.

__ADS_1


Hiroi berdiri dan berjalan masuk ke dalam gedungnya lagi dalam keadaan kesal.


Scene berpindah ke Hiro yang sedang melihat Aartox yang sedang terluka, dia tak percaya temannya dapat mengawakend Chin lebih dulu di banding dirinya.


Hiro harus bertekad untuk mencapai sebuah titik puncak emosi, tapi dia masih berpikir keras bagaimana caranya.


Aartox mulai sadar dari pingsannya, itu membuat Hiro senang kembali.


"Hei Aartox, kamu sadar ya?" Ucap Hiro


"Dimana aku? Apa yang terjadi?" Tanya Aartox


"Ceritanya panjang, nanti aku akan ceritakan" ungkap Hiro


"Entah mengapa, aku merasa ada yang berdenyut di dalam darah di tangan ku" ucap Aartox


Hiro paham kalo itu adalah reaksi Chin, Aartox kini bisa mengaktifkannya kapan saja dan dimana saja, Hiro pun menceritakan hal itu kepada Aartox.


"Begitukah? Dimana Silvi sekarang?" Tanya Aartox


"Dia pulang lebih dulu setelah merawat lukanya, ada tugas yang harus dia kerjakan" ucap Hiro


Aartox berdiri dan ingin mengetes Chin nya, Hiro membantu Aartox dan Aartox berdiri tegak.


Saat dia menggenggam tangannya, tangan kanan nya menjadi batu yang lumayan besar dan muncul duri di bahunya.


Melihat itu, Aartox kaget dan merasa keberatan di tangan kananya, dia berpikir kalo dia melatih kekuatan tangannya, maka batu itu akan ringan.


"Selamat ya, kamu pernah pertama yang berhasil mengawakend itu!" Ucap Hiro


Saat Aartox menggerak gerakannya, datang Charlie yang ingin memeriksa keadaan Aartox juga


"Halo, apa kamu baik baik sa-, bujug iron Golem!" Ucap Charlie yang terkejut

__ADS_1


-bersambung


__ADS_2