
Diawali dengan keadaan Yamada yang terpojok oleh Mina, gerakan nya sangat gesit, ditambah dia selalu menembakan sebuah peluru dari berbagai arah sembari bergerak dengan lincah...
Sampai suatu ketika, Yamada terpikir sebuah rencana, dia pun membuat dirinya penuh celah dan membiarkan nya diserang oleh Mina. Tentu saja Mina yang melihat hal itu merasa bingung, namun tanpa pikir panjang, dia langsung menembak bola listrik tepat di kepala Yamada.
Yamada hendak terjatuh kebelakang, namun disaat saat ia hampir jatuh, dia melihat ke arah Mina dan tersenyum lebar.
"Kau penuh celah" ucap Yamada
Yamada langsung mengangkat tangannya dan membuat kepalan tinju, tiba tiba dari bayangan depan Mina ada sebuah genangan gelap yang menyatu dengan bayanganya.
Dan saat itu, muncul sebuah pukulan dari bayangan yang mengarah tepat ke wajah Mina, tinju itu besar dan Mina tak sempat menghindarinya, membuat dia harus terkena tepat di wajahnya dan terangkat dan kemudian jatuh ke tanah.
Mina pun pingsan di sana, Yamada langsung menghela nafas dengan lega, namun dia sadar ini belom selesai semua. Dia melihat ke arah Charlie dan Pixie sedang bertarung.
Saat Yamada hendak menghampiri mereka, Meta mundur kebelakang dan mengambil jarak cukup jauh.
"Manungsa kudet iki mung ngganggu!" ucap Meta
Kemudian dia membuat gerakan tangan aneh dan mengangkat tanganya, yang membuat mereka semua panik.
Namun saat hendak mengeluarkan jurusnya, Meta pingsan dan jatuh, mereka semua kebingungan, disusul dengan Pixie yang menjadi pria lagi.
Yamada melihat apa yang sebenarnya terjadi, dan ternyata ada sebuah kartu dari Chin yang menancap di tubuh Meta.
Kartu itu pun menghilang dan Hanya menyisakan darah bekas tancapan, kemudian muncul seseorang dari atas.
"Hm hm hm... Ini mengunggah selera..." ucap orang itu
Ternyata dia adalah Trickster, sembari berkata begitu, Trickster mengeluarkan kartu Chin dari jari nya dan siap melawan mereka semua.
Ravel dan Luna saat ini sedang berada di atas gliter, karena Ravel punya rencana dan hendak menunggu waktu yang tepat untuk melancarkan rencananya.
"WOI! Cepet dikit napa si, tenaga gw semakin ke kuras nih" ucap Luna
Terlihat Padro dari bawah mencakar cakar gliter dan membuat mereka turun perlahan, hal itu membuat Luna harus menaikan gliter perlahan dan membuat tenaga dia terkuras.
"Sabar dulu, nunggu celah" ucap Ravel
Dia mengamati Padro yang sedang membabi buta gliter mereka, hingga dia melihat mata Padro dari balik topeng besi.
"Ketemu!"
Ravel langsung turun dari sana dan hendak menginjak wajah Padro, dengan reflek cepat, Padro hendak mencakar Ravel di udara. Dengan cepat, Racel mengarahkan tangan Padro sehingga membuat seranganya meleset.
Ravel berhasil turun dan dia bergerak, dan dia pun berhasil menyentuh dagu Padro dari armor wajah yang tebal.
"Ekhem... Ucapkan halo pada teman kecil ku!" ucap Ravel
Dia mengeluarkan paku payung dari kantung nya, paku payung itu bergerak dengan sendiri nya dan langsung pergi ke bawah dagu Padro . Paku payung itu menancap di dagu nya, dan membuat Padro kesakitan.
__ADS_1
"Ini dia! Brutal Hardcore!" ucap Ravel yang merapal jurusnya
Tiba tiba, muncul paku raksasa seukuran manusia datang dari bawah tanah tepat di bawah Padro, paku itu langsung menerjang kepala Padro dan membuat kepalanya hancur lebur tak menyisakan apapun.
"Dengan begini misi selesai" ucap Ravel
Padro dinyatakan tewas dengan mengenaskan, sisa satu orang lagi yang harus mereka lawan.
Aartox masih saja menghindar dan bertahan dari serangan Andre yang santai namun teratur, dia tak memiliki celah sama sekali.
"Lohe, serang aku dong, serang serang!" ucap Andre sembari menyerang Aartox secara beruntun
Aartox pun kepikiran ide karena habis melihat temanya yang udah kelar dari pertarungan, hanya dengan menatapnya, semua jadi paham ide Aartox dan langsung melancarkanya.
Beralih ke Hiro yang udah menang telak dari Vonix, Vonix benar benar tak berdaya dengan kekuatan Hiro.
Hingga Vonix mengeluarkan jurus terakhir yang merelakan segalanya.
Tiba tiba tubuh nya membengkak dan menjadi besar serta menjadi full hitam
"Aku akan menghancurkan dirimu! Dan Semuanya!" ucap Vonix
"Giga... Dri-"
Tepat sebelum merapalkan jurus dan melancarkanya, Hiro bergerak dan mengubah senjata Chin nya.
"Pemurnian"
Kekuatan Hiro adalah Pemurnian, yang dimana dia akan bergerak memotong seluruh jalur Chin di tubuh lawan dan membuat lawan tak bisa menggunakan Chin, selamanya.
"Tidak, ini..." ucap Vonix yang putus asa.
"Aku akhiri kejahatan mu disini, sekarang juga" ucap Hiro
"Kau... Bajin-"
Hiro menendang keras di bagian samping kepala Vonix, membuat dia terpental ke kiri dan pingsan di tempat.
Ke Messa dan Silvi, mereka sekarang sedang berlari memutari Nani, Nani hanya bisa menjepretkan tali kesana sini sebagai tanda pertahanan.
"Ini dia! Saat yang tepat!" teriak Messa ke Silvi
Silvi langsung merosot ke arah Nani, dan benar saja prediksi dari Messa benar, bakalan ada sebuah tali yang menyiapkan jalur bawah dan penuh celah untuk menuju ke tengah, namun ini penuh resiko dan kecepatan yang cepat.
Silvi terus merosot kebawah dengan cepat dan akhirnya sampai ke Nani.
"Apa!?" ucap Nani
Silvi tepat berada di bawah Nani dan langsung berdiri untuk memukulnya, dan dia berhasil menyerang tepat di wajahnya dan membuat dia terpental dan jatuh.
__ADS_1
Namun Nani masih belom pingsan, dia duduk sembari menahan sakit di wajah nya dan topeng nya yang retak.
"KALIAN INI!!! BENAR BENAR KETERLALUAN!!!" teriak Nani
Nani mengeluarkan jurus terakhir nya yaitu 500 pasukan boneka, dan terdengar juga suara hentak kaki yang banyak dari pintu luar.
Messa dan Silvi menarik nafas dan siap bertarung, namun Hiro yang di sana tak memperdulikannya.
Tiba tiba, suara langkah kaki itu meredup dan hilang, benar benar hening di luar, mereka semua bingung apa yang terjadi, hingga
"Kerja bagus, kalian berdua" ucap Hiro ke seseorang
Pintu terbuka dan memperlihatkan ada Hana dan Rizky di luar.
"Yo bro" sapa Rizky
Saat pintu dibuka semakin lebar, terlihat 500 pasukan boneka Nani sudah di ratakan oleh Rizky dengan Chin nya, dia pun merasa tak percaya dan putus asa serta ketakutan.
"Lebih baik kita mencari yang lain dan pergi dari sini, aku menyatakan kemenangan atas pertempuran ini" ucap Hiro
Mereka semua disana berlari keluar ruangan, menyisakan Vonix dan Nani di sana.
Andre kini semakin kesulitan, dia baru saja terkena serangan paku dari Ravel di tangan kirinya, luka tak terlalu parah, namun paku itu menganggu pergerakannya.
Hingga akhirnya dia melihat Luna yang sedang diam, dia pun berlari kesana dan menyerang nya dan merobek robeknya.
Sesuai dugaan, rencana mereka berhasil. Yang di serang Andre adalah gliter yang menyerupai Luna, Ravel pun perlahan berjalan mendekati nya.
"Xixixi, tututu bayi kecil ini mau bobo yahhh" ucap Ravel
Saat Ravel semakin mendekat, Andre hendak menyerangnya dengan panik menggunakan Chin nya, namun sayang Chin nya dilumuri oleh gliter yang membuat itu tumpul.
Dia semakin panik dan gemetar ketakutan melihat Ravel semakin dekat.
"A-ampuni aku, ampuni aku!!!" ucap Andre yang memohon.
kemudian Aartox datang dan menyerobot.
"Bilang dulu Aartox ganteng" ucap nya
"A-Artox ganteng?" ucap Andre
"Paul lu!" ucap Ravel ke Aartox
Kemudian Luna pun menghampiri mereka
"Sudah main main nya, kita harus mencari yang lain" ucap Luna
Luna pun berlari ke arah ruang tengah, disusul dengan Ravel. Namun Aartox sempat menjitak si Andre dan membuat dia pingsan kemudian dia menyusul mereka.
__ADS_1
Masih terjadi pertarungan antara Yamada, Pixie, Charlie dan Trickster, sungguh hari yang tidak beruntung bagi mereka.
-bersambung