Fight For Everyone

Fight For Everyone
Kunjungan dan Ucapan Maaf


__ADS_3

Hiro sedang berada di ruangannya, dia sebelumnya berhasil membenarkan masalah antar dua kelompok, kini dia bisa tenang di sana.


Tak lama kemudian, ada seseorang yang mengetuk pintunya, dia menyuruh masuk. Ternyata dia adalah Mura, Mura tak sendiri, dia membawa kakaknya bernama Yura.


"Maaf sebelumnya Hiro, kedatangan kita kesini..."


"Owh sini duduk dulu, kamu pasti sudah jauh jauh datang kemari kan" ucap Hiro


Mereka duduk di sofa dan berbincang dengan Hiro


"aku datang kesini dengan ucapan maaf karena sebelumnya aku tak berhasil membantu mu, aku benar benar kecewa dengan diriku sendiri" ucap Mura


"Ga apa apa Mura, kamu sudah berusaha sebaik mungkin kok, untuk selanjutnya, berjanji lah untuk ikut dengan ku!" ucap Hiro


Mura senang, saking senangnya dia salto kebelakang dan langsung kabur keluar ruangan, menyisakan Hiro dan Yura. Situasi canggung berada di mereka berdua


"Uhmmm hai? Apa kabar?" ucap Hiro yang memulai topik


"Yahh aku baik, kabar mu pasti seperti biasanya ya, aku senang berjumpa dengan mu lagi di tempat seperti ini" ucap Yura


"Kamu juga banyak berubah ya... Mulai dari dirimu yang memiliki gaya rambut Baru, aku suka potongan rambut pendek mu" ucap Hiro


Yura agak salting sedikit mendengar itu, dia langsung mengalihkan pandanganya dan melihat ke arah lain.


"M-makasih"


Situasi tambah canggung


"Oh ya! Aku ingin memberi mu sedikit hadiah" ucap Hiro


Hiro pergi ke meja nya dan mengambil sesuatu.


"Ini! Ini adalah Jam Tangan yang aku beli saat pasar malam, aku hendak memberi nya kepada Lea, namun aku selalu gugup, ini untuk mu saja" ucap Hiro

__ADS_1


Yura sedikit terkesan dengan pemberian Hiro, Jam Tangan Itu berwarna Biru Muda itu mungkin bisa jadi pemberian terbaik untuk nya.


"Makasih ya, akan ku jaga baik baik"


Yura Pun Memakai Jam Tangan Itu, Dan Itu Sangat Cocok Dipakai Oleh Yura


"Bagaimana?" Ucap Yura


"Pas Kok, Cocok Banget Dipake Kamu" Ucap Hiro


Wajah Yura Pun Memerah Dengan Senyumnya


"Ada Apa?" Tanya Hiro


"Ngga kok, Gada apa apa" ucap Yura


Tiba Tiba Mura Kembali Ke Ruangan Sambil Membawa Eskrim


"oi, aku balik nih ada yang mau eskrim?" ucap Mura


"tadi ada mamang eskrim lewat, langsung kuborong semua aja sekalian hehe, aku udah bagi bagi ke yang lainnya juga" ucap Mura


"oi Mura kau harus lebih pintar mengatur keuangan, walau segini doang sebenarnya gak ngaruh sih" ucap Yura


"baik baik, lain kali aku akan lebih hemat kok" jawab Mura


Mereka Pun Memakan Eskrim Bersama


Tiba Tiba Mura Yang Kebelet Kencing Langsung pergi meninggalkan ruangan, karna itu suasana tiba tiba kembali canggung


Hiro Pun Mencoba Memulai Pembicaraan


"ehmm rasa vanila memang terbaik gaada lawan, Kalo Kamu Yura? Suka rasa ap-" Hiro yang belum selesai Berbicara tiba tiba

__ADS_1


Yura menyuapi Hiro dengan eskrim rasa stroberi nya


"Rasa stroberi gak kalah enak loh" ucap Yura


Hiro pun langsung berbalik badan dan wajahnya memerah, Mura pun kembali setelah dari toilet


"oi, ada apa?" ucap Mura


"ngga kok, ngga terjadi apa apa" ucap hiro


Mereka Pun lanjut memakan eskrim bersama.


Jauh di sebuah dermaga, ada Luvin yang sedang mampir di tukang es kelapa, dia sedang minum es kelapa sambil menonton berita di tv, saat ada berita mengenai fenomena aneh, dia menontonnya


"Sebuah fenomena aneh terjadi di sekitar kawasan lapangan, ada sebuah lubang hitam yang kira kira menelan beberapa mobil serta kediaman warga, kami mewawancarai seseorang yang berada di sekitar sana" ucap reporter di tv itu


Betapa terkejut nya Luvin kalau Hiro masih hidup dan di wawancarai oleh reporter itu, dia sampai menyembur sedikit air kelapa.


"SI BAJINGAN ITU!! MASIH HIDUP??" ucap Luvin


"(Padahal aku sudah membunuh nya loh)" ucap Luvin


Dia meraih sabit besar nya di belakang dan membuka perban di sabitnya, dia langsung berdiri dan hendak pergi dari sana.


dia di hentikan oleh penjual es kelapa nya


"Woy! Belom bayar lu! Mau kabur kemana" ucap penjual nya


Luvin berbalik serta menatapnya dengan seram


"Ini bayaranya!"


Luvin menebas kepala penjual es kelapa itu, tak Hanya itu, saat dia menebas penjual es kelapa itu, warungnya juga ikut terbelah menjadi dua... Luvin langsung menghilang dari sana dan hendak pergi ke tempat Hiro lagi.

__ADS_1


-bersambung


__ADS_2