Fight For Everyone

Fight For Everyone
Tahap Awal


__ADS_3

Hiro dengan Yamada kini sedang berada di lapangan, dia berdua berhasil membuat dan menyusun strategi yang matang dan akan menghentikan Hiroi secepatnya


"jadi cuma segini doang Hiro?, padahal aku berharap lebih " ucap Yamada


"yaa...."


Flashback Hiro saat menelpon Pixie


"UMM halo Pixie, kami lagi perlu bantuan, kamu bisa secepatnya ga?"


"maaf Hiro, aku lagi ada acara keluarga bersama keluarga ku, ga bisa bantu" ucap Pixie


Flashback Hiro saat menelpon Ray


"halo Ray, bisa kesini ga? Lagi penting banget buat menjalankan rencana"


"aduh maaf banget Hiro, di tempat ku lagi ada kerjaan banyak, aku ga bisa membantu kamu, maaf ya" ucap Ray


"Kurang lebih begitulah alasan mereka" ucap Hiro ke Yamada


"jadi mengapa harus dua orang bodoh ini?" ucap Yamada yang menunjuk ke arah Charlie dan Luna


"Charlie lagi luang, sedangkan Luna baru ku terima join karena Chin nya mungkin berguna, jadi kurang lebih begitu" ungkap Hiro


"bagaimana dengan teman mu? Yang cewek sama yang pendek itu" tanya Yamada


"mereka berdua pacaran, jadi malah bucin, Rada kesel juga aku Ama hubungan mereka" ungkap Hiro


"huhhhh baiklah, kalau begitu aku akan memberitahu rencananya" ucap Yamada


Yamada memberi rencana kepada mereka dan akan membagi kelompok menjadi 2 orang

__ADS_1


"aku dan Hiro akan mengambil bagian penting, markas preman, disana pasti ada Hiroi, tentu markas nya pasti sangat ketat dan berbahaya... Dan kalian berdua pergi ke markas berandal, disana minim penjagaan"


"Tujuan kita adalah menghentikan Hiroi, dan ingat satu hal, jangan pernah terlibat ataupun melakukan kontak dengan siapapun!" ucap Yamada


"dimengerti " ucap mereka semua


"kalau begitu ayo" ucap Yamada


Mereka semua bergegas mengambil arah berbeda, mereka berlari menuju basecamp atau bisa dibilang markas besar preman dan berandal, disana tentu saja berbahaya dan mengerikan, akankah mereka bisa menghentikan Hiroi dan kawan-kawan?


Scene memperlihatkan Charlie dan Luna yang sudah sampai di markas nya, terlihat seperti sebuah istana yang megah dan penuh cahaya, mereka memutuskan akan mengambil jalur selokan


"ish, ngapa ga pake pintu utama aja sih" Protes Luna


"kalau lewat sana, pasti kita bakal ketahuan, ga make otak sih" ucap Charlie


Luna sedikit kesal dan mengikuti Charlie dari belakang


Charlie dan Luna sedang menyusui selokan, dia dah ga tahan Ama Luna yang ngoceh melulu tentang hal hal ga penting


"eww ini tempat bau, dah gitu becek, sepatu ku bau dah, padahal baru kemarin di cuci" ucap Luna


"bisa diem ga si, ntar ketahuan gimana?" Ucap Charlie


"mana ada orang yang berjaga Ampe selokan tau" ucap Luna


"aaa... (hmm bener juga dia kamvret)" ucap Charlie


Saat mereka masih berjalan, Luna terus teralihkan oleh sekitar nya yang bau dan penuh becekan, dia berjalan sambil ga fokus dan dia pun tergelincir dan jatuh. Namun belom sempat jatuh, dia di tangkap badanya oleh Charlie, berkat Charlie, tubuh dia ga harus basah kena air selokan.


Luna sontak berdiri lagi dan lanjut berjalan ke depan dengan sedikit cepat.

__ADS_1


"(duhh kok jadi gini sih, dilihat dari deket dia ganteng juga sedikit)" ucap Luna dalam hati yang salting dikit


"(tu orang dari deket wangi juga ya, dah gitu badannya kecil dan lembut)" ucap Charlie dalam hati


"he, oi tunggu" ucap Charlie


Saat mereka lagi berjalan di selokan, tepat di atas mereka ada 2 orang yang memasuki markas berandal, orang itu terlihat seperti anak kecil dan satu orang dewasa,


"apa ada izin untuk masuk sini?" ucap orang yang menjaga gerbang


Saat kedua penjaga gerbang ingin mengecek nya, kepala mereka berdua di benturkan satu sama lain oleh orang berbadan besar di belakang mereka, orang itu dan anak kecil nya masuk ke dalam markas mereka.


Hiro dan Yamada sedang mengintai di atas gedung tua, mereka melihat dari atas dan sedikit terkejut dengan jumlah preman yang banyak, dilihat dari atas kaya semut yang lagi ngumpul. Saat mereka melihat ke tengah, ada pemimpin mereka yang nampaknya sedang ingin pidato.


"hadirin semua, kali ini aku punya pengumuman penting, aku memiliki keponakan perempuan kecil, kali ini dia akan tinggal bersama ku, jadi aku berharap jangan ada yang menganggu nya ya" ucap bos preman itu


Semua preman pada berosrak dengan keras dan berisik, saat sorak mereka selesai, anak kecil itu menunjukan dirinya. Saat mereka sedang ingin mengidentifikasi anak kecil itu...


"apa yang kalian lakukan"


Ada seseorang di belakang mereka, mereka pun benar benar terkejut, Yamada inisiatif untuk bergerak dan langsung menyerang dia, saat hendak memukulnya, orang itu menghilang dan menciptakan asap hitam.


Yamada langsung menganalisa, ternyata dia adalah penggunaan Chin tipe kaiyo, dia menyuruh Hiro untuk segara berdiri dan pergi dari sini.


Saat Hiro hendak berdiri, orang itu berada di belakang Hiro, dia memegang pundak Hiro dan Hiro tak bisa berdiri


"jangan kabur dulu, aku belum sempat bicara" ucap orang itu


Hiro panik sampai menelan ludahnya sendiri, Yamada tak berani berbuat macam macam bahkan tak bergerak...


-bersambung

__ADS_1


__ADS_2