
Selesai mengobati Hiro dari pertarungan beberapa menit yang lalu, mereka bertiga kini siap untuk menghadiri markas the Clown itu sendiri.
Tiba tiba ada telpon masuk dari seseorang, Hiro pun mengangkat telepon itu.
"Halo, ini aku Hana, aku pake hape pak Dapon dulu... Sebenarnya aku lagi ga bisa menggunakan Chin ku untuk saat ini, stamina habis parah... Jadi kita mungkin harus bertemu" ucap Hana di telpon
"Baik, aku akan menentukan tempatnya" Jawab Hiro
Hiro pun menentukan tempat pertemuan lalu pergi berangkat bersama Messa dan Yamada. Saat di perjalanan, ga ada sesuatu yang menarik, dimulai dengan Messa yang membuka topik pembicaraan.
"hmmm... Apa kamu serius dengan ini semua Hiro?" tanya dia
"Aku tak akan menarik kata kata ku, dan aku akan memastikan semua nya terwujud dengan benar" ucap Hiro dengan pede
Messa pun memahami nya, dia Hanya bisa mengikuti Hiro dan menepati janji nya kepada Hiroi.
Di suatu gang, ada seorang yang lagi jalan sambil joget ga jelas, dia membawa seekor monyet cyborg di pundak nya... Dia adalah Ravel, orang yang waktu itu membantai beberapa anggota the Clown dengan Chin marksman, dia dapat menembak paku dari atas langit dengan menandai lawannya yang sudah disentuh.
Ravel masih jalan santai sambil joget joget tanpa memperhatikan sekitar.
Hiro mendapat telpon dari pak Dapon lagi.
"Oya dek Hiro, si dek Hana dah pergi duluan, tadi aku baru aja ngasih dia pengobatan, trus dia langsung kabur" ucap pak Dapon di telpon
"Okay, makasih infonya" Jawab Hiro
Hiro menutup telpon dan memberitahu semuanya agar cepat ke lokasi
"Ayo, kita bergegas" ucap Hiro
Mereka semua berlari kesana, bersamaan dengan Ravel yang masih dalam keadaan yang sama, kebetulan di jalan Hiro ada gang yang di lewati Ravel, mereka memiliki ritme yang sama sehingga...
Dug...
Ravel dan Hiro terbentur satu sama lain di bagian kepala, yang membuat mereka kesakitan dan terjatuh.
"Kamu gapapa Hiro?" tanya Messa
Mereka berdua cuma bisa ngelus ngelus pala masing masing karena sakit.
"Yahh!! Airpod ku!!" ucap Ravel
Ravel mendapati airpod milik nya tergeletak dibawah dalam keadaan hancur, lalu dia menatap marah kepada Hiro.
"Lu kalo jalan pake mata dong asu!" ucap Ravel
"Duhh... Lah? Bukanya lu ya yang nabrak gua?" ucap Hiro
Mereka berdua pun saling adu mulut
"Apaan si kampret, lu yang nabrak gua, gua lagi jalan asik... Bajingan" ucap Ravel
"ishhh.... Lu yang nabrak gua, gua lagi buru buru ini, ga ada urusan Ama lu" ucap Hiro
Mendengar itu, Ravel berdiri dan mengangkat tangannya.
"Ganti rugi kau, brengsek" ucap Ravel
__ADS_1
Saat Ravel hendak menurunkan jurusnya yang bernama 'Nail Shower' yang dimana dia menurunkan hujan paku ke satu titik, tiba tiba dia di serang bagian leher belakang oleh Yamada dan dia pun pingsan.
"Bikin repot aja nih" ucap Yamada
Monyet Ravel yang bernama Racel pun tak terima melihat tuan nya di pingsanin, dia hendak melompat dan menyerang Yamada, namun monyet itu tiba tiba di tangkep Messa dan di karungin.
"Ini bawa aja dua orang, daripada ditinggal dan ngerepotin" ucap Messa
"Cih, pasti gua yang disuruh bawa" ucap Yamada yang menggerutu.
Dan benar, Yamada yang membawa mereka dengan tentakel nya. Mereka pun lanjut berlari ke tempat yang dituju.
Mereka pun sampai ke tempat yang dimaksud dan bertemu dengan Hana, Hiro langsung berlari ke arah Hana.
"Hey! Kamu ga apa apa kan?" tanya Hiro
"Ya, aku baik baik saja" ucap Hana
Hiro pun memeluk Hana sebentar dan langsung berdiri lagi.
"Baiklah, ini saat nya... Membalaskan dendam!" ucap Hiro
Hiro berdiri di depan mereka semua, dari sudut pandang yang berbeda, mereka melihat Hiro.
"(Ya... ini lah yang aku ingin lihat, bagian belakang mu yang bercahaya, dan berjiwa pemimpin)" pikir Messa
"(Aku benci mengatakannya, namun dia... Adalah orang hebat)" pikir Yamada
"(kak Hiro ini... Aku ga salah memilih seorang yang aku ikuti)" pikir Hana
"Ayo!" ucap mereka bertiga
"Hiro!" ucap mereka
Ada Charlie, Pixie, Aartox, Silvi, dan Luna yang di gendong Silvi karena masih ngantuk.
"Kalian? Apa yang..." ucap Hiro yang kebingungan
"Hiro... Soal kemarin itu, maafkan aku yang sudah berkata begitu..." ucap Charlie
"Ya, Hiro... Kita paham sekarang kalau kita ga bisa apa apa tanpa dirimu" ucap Pixie
"Hanya kau satu satu nya orang yang kami anggap sebagai pemimpin, dan keluarga... Jadi, untuk apa kita terpisah" ucap Aartox
"Ketua... Aku percaya padamu" ucap Silvi
"ehhh... Coklat kue?" ucap Luna
"Kalian..." ucap Hiro dengan mata yang berkaca kaca dan sedikit terharu.
"Baiklah, terimakasih untuk tetap berada bersama ku, ayo kita bangkitkan kekuatan kita!" ucap Hiro
Mereka semua pun berjalan di belakang Hiro yang sudah kelihatan berjiwa pemimpin banget...
Charlie sempet salfok sama orang yang di bawa Yamada dari tadi, saat dia mendekat ke Yamada, dia kaget ternyata itu adalah temanya, si Ravel.
"Woy apa apaan ini! Turunin dia woy!" ucap Charlie
__ADS_1
Hiro yang mendengar itu, langsung berjalan ke arah Charlie
"ada apa?" tanya Hiro
"Jadi dia ini Teman sejati ku, kenapa dia bisa disini?" tanya Charlie
"owh jadi ini adalah teman mu? Hmm yahh, turunkan dia Yamada" ucap Hiro
Yamada pun menurunkan nya dengan wajah melas, saat dia berada di tanah, dia pun terbangun.
"Brahh! apa yang?" ucap nya
"Oyy vel!! Kenapa lu bisa disini!?" ucap Charlie
"Loh? Pelie? Ngapa... Lah, ada apa" ucap Ravel
"Cerita nya panjang, lebih baik kita lanjut berjalan" ucap Hiro yang terus berjalan, meninggalkan si Ravel dan Charlie dibelakang.
"Vel, aku saat ini bakalan bentrok Ama sebuah organisasi gitu, jika aku ga pulang, tolong sampaikan pesan ku pada Amina ya..." ucap Charlie
"Lah si benga, lu ikut gua ikut" ucap Ravel
"Yowes gasken!" ucap Charlie
Mereka pun berjalan menyusul Hiro, disusul dengan Racel yang baru keluar dari karung dan langsung melompat ke bahu Ravel.
"(Lihat kak, aku berhasil membangkitkan kekuatan ku sendiri, lihatlah cara ku nanti untuk meruntuhkan pemerintahan dan mewujudkan mimpi ku)" ucap Hiro
Hiro pun berjalan dengan kawan kawanya di belakang mereka.
Sempat terjadi kesalah pahaman karena ada Messa disana, Messa dan Aartox waktu itu sempat bergelut, mereka cuma saling tatap.
Aartox terus menatap Messa dengan tatapan sinis, namun Messa menjawab nya dengan tatapan menggoda.
"Hiii..." ucap Aartox yang geli
Mereka pun lanjut jalan lagi, singkatnya, mereka sudah sampai di gerbang the Clown, terlihat sebuah gedung mewah yang besar, dengan pagar gede dan ada logo 🤡 di pagar nya.
"Ini saat nya, ayo! Hana!" ucap Hiro
Hana membuka sebuah lubang dan memisahkan mereka, Hiro sudah membuat rencana sedari awal, mereka akan dibagi menjadi 3 kelompok dan membuat kekacauan, siapa saja yang terlihat akan di habisi.
Kelompok 1: Hiro, Messa, Silvi
Kelompok 2: Aartox, Ravel, Luna
Kelompok 3: Yamada, Charlie, dan Pixie
Dikantor the Clown, ada anak buah Vonix yang menyampaikan kabar.
"T-Tuan! Ada penyusup yang mencoba masuk!" ucap anak buah nya
"Yaa, aku udah tau, maksudnya aku udah menduga hal ini akan terjadi" ucap Vonix
"Kerahkan semua nya untuk menghentikan mereka, dan hadang satu persatu dengan eksekutif" ucap nya
"Permainan.... Dimulai"
__ADS_1
-bersambung