
Di pagi hari yang agak mendung sedikit, Hiro terbangun dan baru saja selesai mandi. Dia pun pergi untuk berkaca di kamar nya.
Saat dia bercermin, dia merasa kalau tubuh nya agak kurusan, padahal selama beberapa Minggu terakhir dia selalu olahraga secara konsisten.
"Ini aneh, kenapa aku jadi begini ya" ucap Hiro
Cerita berpindah kepada Lea yang baru aja selesai mandi, dia pun mengeringkan rambut nya sekalian maskeran. Setelah beberapa lama, ayah nya mengetuk pintu dan memintanya untuk ke ruangannya, Lea pun dengan terpaksa menuruti nya.
Lea pun masuk ke ruangan ayah nya yang disana ada ayah nya, dan satu orang yang nampaknya penting, serta ada beberapa orang ber Jas yang nampak seperti bodyguard.
"Sini duduk..." ucap ayah nya ke Lea
Lea pun duduk di sebuah sofa dan mendengar perbincangan mereka.
"Papah jelasin secara singkat yah, jadi... Papah berencana untuk menjodohkan kamu..." ucap ayah Lea
Mendengar itu, Lea tentu saja kaget dan menolak nya.
"A-apa? Aku ga mau ya pah kalo dijodohin sama orang yang ga aku suka!" ucap Lea yang memberontak.
"Tapi ini demi kebaikan papah nak, papah berniat meluaskan jangkauan bisnis papah, dan demi kebaikan mu juga agar kamu menjauhi berandalan kotor itu dan menikah dengan seorang anak pejabat yang anggun" ungkap ayah Lea
Lea pun berdiri dan menggeprak meja.
"Aku ga mau!" ucap nya
Lea pun berjalan cepat ke pintu keluar, saat dia hendak buka pintu, ada seseorang yang masuk duluan.
"Hmm... Halo nona~"
Dia adalah orang yang akan dijodohkan Lea, seorang yang mungkin seumuran dan lumayan tampan dan anggun.
Beberapa jam berlalu, Hiro saat ini sedang berada di depan gedung yang belum jadi, dia melihat kerangka gedung yang masih dibangun.
Kemudian dia di telpon oleh seseorang.
"Yaa halo"
"Hiro, aku mau kamu dan semua nya pergi ke bandara ya, nih aku Sherlock" ucap orang di telpon itu
Dia adalah Pixie yang hendak pergi, Hiro pun dengan berat hati pergi ke bandara yang di tuju Pixie.
Singkatnya, Hiro berhasil sampai dan melihat ramai orang yang ada disana pada berkumpul.
Ada teman teman Pixie, keluarga, serta kerabat nya, Hiro jadi malu buat memberi salam perpisahan.
Saat dia sedang memperhatikan, ada Ray, Aartox, dan Silvi yang menghampiri Hiro.
"Ayo kawan... Pergi lah" ucap nya.
Hiro pun berjalan ke keramaian dan bertemu Pixie.
__ADS_1
"Ummm hei, Jaga dirimu ya sobat" ucap Hiro
Pixie mengangkat tangannya dan mengepalkannya, lalu dia menempelkan kepalan tangannya di dada Hiro.
"Hiro... Jaga dirimu ya" ucap Pixie
Hiro hendak meneteskan air mata, namun dia reflek tersenyum dan tak jadi menangis.
Kemudian Ray dan Aartox menghampiri Pixie dan memberi salam perpisahan.
Hiro pun menghampiri Ruma yang sedang diam disana.
"Yoo ketua..." salam Ruma
"Mohon jaga Pixie ya..." ucap Hiro
"Aku ga perlu kata kata itu, yang harus nya ku katakan adalah, jaga diri mu ya, musuh mu pasti akan banyak, jadi aku mau kau kuat" ucap Ruma.
"Baik... Terimakasih" ucap Hiro
Singkatnya, Pixie dan Ruma pun terbang menuju Mexico untuk menempuh perjalanan menjadi petinju terhebat.
Mereka pun bubar semua dari sana, termasuk Hiro yang pulang.
Saat di perjalanan, dia melihat ada seorang wanita yang nampaknya familiar. Dia pun menghampiri wanita itu.
Dan dia ternyata adalah Lea, saat melihat Hiro, Lea wajahnya cemberut.
"Ohh, itu kamu" ucap Lea
Saat Hiro mengira kalau Lea cemberut karena Pixie, ada seseorang dari belakang yang langsung menghampiri mereka.
"Heyy heyy..."
Ternyata itu adalah Zazel.
"Oy Zazel, sudah berapa lama kiya ga bertemu... Apa kabar mu?" tanya Hiro
"Yaa begitulah, aku baik" ucap Zazel
Yang membuat Hiro terkejut adalah, Zazel langsung merangkul Lea tepat di depan Hiro.
"H-hey... Apa maksudnya ini??" tanya Hiro
"Jelaskan Lea..." ucap Zazel
"Hiro... Maaf, hubungan kita, berakhir disini ya"
Kemudian langit yang mendung tiba tiba mulai memunculkan petir dan angin yang menghembus kencang.
"H-hey... Apa maksud ini? Ini.. Bercanda kan??" ucap Hiro sembari menatap dengan tatapan kecewa.
__ADS_1
"Kamu ga dengar dia? Dia sudah jujur, sebaiknya kamu pulang sobat, karena dia akan menjadi milik ku" ucap Zazel
Mendengar itu, Hiro melihat Lea yang tatapan nya seperti serius, dia pun mundur perlahan dan seketika ada Chin emas yang muncul dari bawah.
"... Brengsek"
Hiro pun membentuk sebuah tombak dan hendak menyerang Zazel, namun tepat saat Hiro hampir mengenai nya, Zazel tersambar petir yang membuat Hiro dan Lea menjauh.
Zazel sudah membangkitkan Chin nya, dia adalah pengguna Chin bertipe kaiyo, dia mampu memanipulasi listrik di tubuh nya.
"Ketahuilah satu fakta Hiro..." ucap Zazel
Zazel bergerak dengan kecepatan abnormal, dia dia memukul wajah Hiro hingga terjatuh, namun sebelum menyentuh tanah, dia memukul wajah Hiro yang satu nya lagi hingga terjatuh ke arah sebaliknya.
Dia begitu terus sampai akhirnya dia memukul perut Hiro hingga Hiro pun knock.
"Aku... Adalah salah satu 5 kepala hydra"
Perkataan Zazel itu disertai petir yang banyak menyambar, dia pun membentuk jari telunjuk dan langsung men totok Hiro dengan jari telunjuk nya hingga Hiro muntah sedikit dan terkena shock.
"T-tunggu..." ucap Hiro yang tiduran dibawah dan tak bisa bergerak.
"Beginilah dirimu... Pecundang eksklusif... Bahkan kamu tak bisa mengawakend Chin mu, dengan kata lain... Kamu adalah pewaris Chin Yang Gagal"
Perkataan Zazel di akhir bait, itu bergema di kepala Hiro, dia merasa kalau perkataan itu... Benar?.
Zazel pun membawa Lea dan meninggalkan Hiro disana yang tergeletak lemas tak berdaya.
Hiro pun akhirnya pingsan karena tak kuat menahan rasa sakit. Hujan pun turun dengan cukup lebat, membasahi Hiro.
Saat dia sedang terbaring lemas, ada seseorang yang menghampirinya.
"Tuhkan betul!! Dia Hiro!! cepat Hana! Bawa dia kerumah!" ucap orang itu
Dia adalah Rizky dan Hana, Rizky dan Hana pada awalnya berjalan ke bandara untuk menemui Pixie, namun mereka malah terlambat dan keburu pada pulang, dan kebetulan dijalan yang sama, mereka melihat Hiro.
Hana pun membuka lubang dan membawa Hiro ke rumah pak Dapon.
Singkat waktu, pak Dapon selesai mengecek Hiro.
"Ga bahaya sih, Hiro dah sadar, cuma dia bengong doang kaya lagi ada masalah besar." ucap pak Dapon.
"Pak... Kalau misalnya Hiro itu sedih kaya begitu, apa itu pertanda kalau dia bisa membangkitkan Chin nya?" tanya Hana
"Ada dua jawaban, ya atau tidak... Ya jika Hiro berhasil mengendalikan emosi nya dan membuat itu kembali stabil... Tidak jika Hiro tak bisa." ucap pak Dapon
"Apa maksudnya itu?" tanya Rizky
"Jadi... Untuk mengawakend Chin itu, di butuhkan emosi 'Hanya' puncak nya, nampaknya Hiro sudah melewati batas puncak, dia tak akan bisa mengawakend nya jika begitu.." ucap pak Dapon
"Semoga saja Hiro kembali normal" ucap Hana
__ADS_1
Di kediaman Zazel, ada dia dan Lea yang berada di kamar yang sama, kemudian Zazel menggendong Lea ke kasur dan merebahkan nya, sebelum kemudian dia juga masuk ke kasur itu...
-bersambung