
Di sore hari, Hiro terlihat selesai mandi dan hendak berpakaian, dia sepertinya ingin pergi ke suatu tempat. Dia duduk sejenak dan berpikir tentang sesuatu
Flashback:
"aku tak tahu pasti, tapi aku yakin kubu preman dan kubu berandal akan bertemu malam nanti untuk melakukan perundingan" ucap Yamada
"wow itu terlihat keren! ayo susuri!" ucap Hiro
"ga bisa maaf, aku ada misi dari boss aku, dan kamu sebaiknya jangan menguntit mereka!" ucap Yamada
"mengapa?" tanya Hiro
"orang terkuat mereka akan berada di sana, mereka sangat mengerikan, bahkan dapat mengetahui posisi musuh yang berjarak 30 meter, aku peringati sekali lagi, JANGAN MENGUNTIT" ucap Yamada
Yamada pergi keluar ruangan, semenjak itu Hiro bengong kepikiran hal itu terus menerus.
Sampai pada akhirnya Hiro tetap menyusuri itu, karena dia adalah mahluk yang nekat dan bego dikit. Hiro menelpon Charlie untuk di ajak kesana.
"ahh penyusuran lagi ya, maaf Hiro nanti malam bakal ada bazar, aku mau kesana Ama temen aku" ucap Charlie di telpon
Hiro mematikan ponsel nya dan bersandar di bangku nya sambil memikir kan sebuah rencana, saat dia sedang bengong, ada seseorang yang berjalan ke ruangannya.
Pintu nya terbuka, Hiro melihat ke arah sana, ternyata itu Pixie yang masuk dalam keadaan tertekan atau terpaksa, terlihat dari muka nya.
Hiro langsung menyambut Pixie , karena pas banget dia lagi butuh orang, namun saat Hiro hendak bicara, Pixie bicara duluan.
"ummm Hiro... Maaf sebelumnya, tapi ada yang ingin bicara dengan mu" ucap Pixie
Pixie membuka pintu nya lebih lebar, dan tak di sangka ada kakak nya yaitu Lea yang berkunjung ke ruangan Hiro bersamanya.
"Halo!" ucap Lea yang tersenyum hangat ke Hiro
Hiro langsung panik karena dia belum sempat beres beres ruangannya, dia langsung berdiri dan hendak menyambut mereka.
Lea masuk lebih dalam dan menyapa Hiro sembari tersenyum, Hiro merasa malu sedikit dan blush, Lea pun duduk di bangku dengan sopan, Hiro berjalan ke arah Pixie dan hendak bertanya apa yang terjadi.
"Kok kamu bisa bawa dia?" tanya Hiro
"maaf Hiro, dia yang maksa aku, karena dia punya kaset game Ultra West Saga IV, Untuk menebus nya, aku bawa dia kesini deh" ungkap Pixie
Hiro tertekan sedikit, dia menarik nafas dan menghela nya.
"wow Hiro, aku ga tau kamu suka anime juga" ucap Lea yang sambil melihat figure anime Hiro
Hiro langsung syok berat kaget bukan main, dia langsung menghampiri Lea dan menghentikan dia untuk berhenti melihat, namun sudah terlambat
"Ehhh... yang ini kok agak lain ya?" tanya Lea
Dia melihat figure anime cewek yang ga pake baju sambil ngangkang, Hiro langsung keringet dingin dan panik, dia gugup bukan main
__ADS_1
"eee anu... Dia itu... Owh dia itu mah atlet olahraga, kebetulan lagi... Mau berenang iya, itu kostum transparan" ucap Hiro yang ngawur parah
Untung saja Lea percaya dengan itu, nama baik Hiro akhirnya terselamatkan, mereka berkumpul 1 jam lebih dan mengobrol. Dan setelah itu, Pixie dan Lea hendak pulang, Hiro pun berinisiatif mengantar mereka berdua ke halte bus.
"terimakasih untuk hari ini ya" ucap Lea
Lea membuka tangannya lalu menempelkannya tepat di tengah dada Hiro sembari tersenyum, dia pun naik ke bus
"Yoo makasih ya Hiro buat semua nya, dan maaf ngerepotin juga" ucap Pixie
Bus pun jalan, namun Hiro masih membatu, dia masih salting ga karuan di pikirannya, dia berjalan sambil memasang ekspresi datar.
Saat separuh perjalanan, ada yang memanggil nya dari kejauhan, Hiro menoleh kebelakang. Ternyata dia adalah pak Dapon dan 1 anak nya, Hiro berbalik dan langsung menyapa balik
"owh bapak, ada apa pak?" tanya Hiro
"engga, aku cuma kebetulan kepapasan kamu aja, jadi sekalian sapa sambil bertanya sesuatu" ucap pak Dapon
Pandangan Hiro teralihkan oleh seorang yang nampaknya seumuran dengan dia, Hiro hendak bertanya kepada pak Dapon.
"maaf pak, dia siapa?" tanay Hiro
"owh... Dia itu-"
Belum sempat memberi tahu, mulut pak Dapon di tutup satu jari Ama orang itu, dia langsung memperkenalkan dirinya dengan penuh semangat dan antusias
"nama ku adalah Rizz! Biasa di panggil Rizky, aku adalah seorang yang bakal menyelamatkan dunia dari kekejaman mahluk bawah, serta akan menjadi calon raja iblis!" ucap orang itu
"duhh ayah kok gitu sih" ucap Rizky yang sambil mukul mukul ayah nya
Hiro ketawa melihat itu, dia pun teringat perkataan pak Dapon dan bertanya lagi
"owh ya pak, tadi bapak mau nanya apa tentang saya ya?" tanya Hiro
"oh iya, kamu paham Chin kan Hiro?" ucap pak Dapon
Hiro langsung terkejut, dia mengangguk dan bertanya tanya, mengapa pak Dapon paham tentang Chin?
Scene berpindah Hiroi yang sedang berada di toko kue, dia sedang duduk sambil menunggu pesanannya, kemudian datang seorang pelayan yang membawa pesanannya
"ini tuan, kue fluffy ekstra stroberi"
Hiroi langsung memasang muka senyum sembari girang di hati nya, dia memegang sendok dan menyuap kue itu, betapa senang nya dia
"(ahh, ini surga, betapa nikmatnya kue stroberi ini, ahhh ya tuhan aku mau pingsan)" ucap Hiroi
Saat sedang asik makan, Hiroi langsung memasang muka serius nya lagi, ternyata ada orang di depannya.
"menganggu waktu makan ku, tak di maafkan" ucap Hiroi sembari menyalakan api di punggungnya
__ADS_1
"aku tak bermaksud menggangu, namun aku hanya memastikan bahwa kau adalah kakak dari Hiro atau bukan" ucap ornag itu
Dia adalah Luvin, dia tiba tiba langsung berada di kursi depan Hiroi, Hiroi benar benar kesal waktu makanya di ganggu.
"jika kau tidak pergi, kau ku bakar hingga tulang mu" ucap Hiroi
"tch, ga adik ga kakak, sama sama merepotkan ya" ucap Luvin
Dia pun pergi dari sana dan menghilang, serta Hiroi yang mematikan api nya, lalu dia melanjutkan makannya
scene nya berpindah ke Hiro, pak Dapon, dan anak nya yang sedang di lapangan.
"jadi pak Dapon tahu tentang Chin ya?" tanya Hiro
"tentu, bahkan aku penggunaannya juga" ucap pak Dapon
"woahhh, coba tunjukin!!" ucap Hiro yang antusias
"hmmm gimana ya"
Pak Dapon melihat sekitar, untuk mencari objek sasaran pengetesan Chin nya, lalu dia melihat pengemis yang lagi duduk di kardus.
Dia pun mengarahkan jari nya ke pengemis itu, dia menunjuk nya dan tiba tiba di sekeliling tubuh pak Dapon ada cahaya berwarna pelangi, cahaya itu berputar putar dan mengarah ke jari pak Dapon.
Dan boom, pak Dapon menembakan cahaya itu, saat Hiro berkedip, pengemis tadi berubah menjadi tukang siomay, Hiro seakan ga percaya mengucek ngucek matanya lagi, dan ternyata itu benar.
"woah, apa apaan!!" ucap Hiro
"aku adalah master Chin, ini Chin tipe langka, dimana aku dapat menulis ulang sebuah cerita, hidup manusia, bahkan mengganti pekerjaan serta tanggal lahir... Aduhh!!"
Tiba tiba pinggang pak Dapon keseleo, Hiro menghampiri nya dan mencoba membantu nya, namun pak Dapon menghalangi nya.
"gapapa, ini efek samping dari Chin ku doang kok" ucap pak Dapon
"sekarang, untuk ngetes, coba Hiro dan Rizky sparing, aku ingin tahu seberapa kuat kalian" ucap pak Dapon
Hiro dan Rizky pun mengambil kuda kuda, saat Hiro selesai memberi salam, dia langsung memasang pose bertarung nya. Namun Rizky mengeluarkan pedang dari belakang nya
"sebuah pedang?" tanya Hiro
Pertandingan pun di mulai, Hiro maju dengan cepat dan berniat menyerang Rizky.
"angin berhembus... Matahari bersinar... Daun yang jatuh, tak menimbulkan suara... Tebasan dimensi"
Rizky langsung berada di tempat Hiro kuda kuda, Hiro melihat ke belakang dan kaget melihat Rizky disana, saat berbalik badan, ternyata sabuk Hiro sudah terpotong dan celana nya melorot.
Kini sparing di menangkan oleh Rizky, Hiro seakan ga percaya apa yang terjadi.
Di tempat preman, mereka bersiap akan berangkat menuju lokasi pertemuan, ada 5 orang eksekutif serta 50 % kroco siap mengobrak abrik kota.
__ADS_1
-bersambung