
Hiro dan Silvi bertarung melawan dua kembar yang telah mengeroyok Aartox.
Hiro maju lebih dulu dan ingin menyerang salah satu dari mereka, tapi satu orang yang bertangan hijau itu menghindar dan langsung menempelkan telapak tangannya ke perut Hiro, Hiro kaget apa yang di lakukan. Orang itu mundur dan langsung menjauh.
Saat menjauh, Hiro melihat orang satunya lagi yang menghampiri nya dengan cepat dan memukul Hiro tepat di perut yang di sentuh orang sebelumnya, Hiro kesakitan dengan pukulan yang cepat dan lumayan keras itu.
Melihat itu, Silvi langsung bersiap bertarung lagi dan maju, dia hampir menendang kepala salah satu orang, tapi orang itu menepis dengan telapak tangannya dan menandai kaki Silvi, orang itu mundur lagi dan menjauh.
Setelah itu, datang orng satunya lagi yang langsung mengkarate kaki Silvi, Silvi tentu saja kesakitan.
Hiro paham dengan kekuatan mereka saat ini, yang satu memiliki telapak tangan hijau, yang berguna untuk memberi tanda kepada lawannya, dan yang satu bertelapak tangan biru yang bertujuan untuk menyerang dengan keras dan cepat sesuatu yang di tandai sebelumnya.
Hiro fokus untuk menyerang si biru, dia bangkit dan berlari ke arahnya, saat hampir memukul kepala biru, datang hijau dari samping Hiro yang langsung nempeleng kepala Hiro.
Hiro merasa kesal, namun dia sadar bahwa dia menandai kepalanya, Hiro yang paham, mulai menjaga area kepalanya, namun belum sempat menjaganya, dia sudah di one shoot duluan oleh si biru.
Hiro terpental dan terjatuh akibat serangan fatal di kepalanya, dia hampir tak sadarkan diri.
Silvi dan Hiro tak bisa lagi berdiri
"Oi ada apa? Ga bisa bangun lagi kah?" Tanya si biru
"Dah ga kuat lah tuh, hahahah" ucap si Hijau
"Mengapa kalian mengeroyok Aartox?" tanya Hiro
"Bayangin aja, gua lagi nge buka bungkus permen, tau tau dia lewat sambil lari nerobos kita dan permen gua jatuh, sialan emang, langsung kita beri pelajaran!" Ucap si Hijau
"Kami adalah si kembar kematian, Si biru adalah aku, Ren, dan hijau adalah adik ku, Nen" ungkap si biru
__ADS_1
"Langsung habisi aja kak, dia sotoy banget mau ngelawan kita tadi" ucap hijau
Saat biru mau menghabisi Hiro, terlihat Aartox berdiri dalam keadaan lemah dan gemetar di badan, serta banyak luka.
"K-kalian...!" Ucap Aartox
Mereka semua terkejut karena Aartox berhasil bangkit kembali, padahal sudah babak belur
"Aartox!?" Ucap Hiro
"Jangan sentuh temanku, brengsek!" Ucap Aartox yang berdiri lemah
"Hahaha! Memangnya kenapa? Ada masalah apa Cecenguk rendahan?" Ucap si Ren
Nen menghampiri Silvi dan menginjak punggung nya, Aartox melihat itu dan langsung naik emosi. Ren menghampiri Hiro dan menginjak nginjak pingganya.
Melihat itu, Aartox benar benar naik emosi, hingga dia mencapai titik puncak emosinya, amarah!
"Hei brengsek!" Ucap Aartox
Ren dan Nen melihat ke arah Aartox dan terkejut melihatnya yang kini tangannya sudah menjadi seperti batu dan tumbuh duri di sekitarnya.
Kekuatan Chin milik Aartox adalah batu, ini seperti batu dalam goa yang memilki duri juga.
Saat Silvi dan Hiro mencoba melihat Aartox, mereka terkejut melihat Aartox yang seperti monster.
"Huh... D-dia... Oi kak, ayo cepat habisi dia!" Ucap Nen yang panik
"Sabar blegeg, lu tandain dulu!" Ucap Ren
__ADS_1
Nen menghampiri Aartox dan berniat menandai wajahnya, namun Aartox menepis dan Nen menandai lengan batu Aartox. Karena sudah di tandai, Ren pun menghampiri Aartox dengan cepat dan ingin memukulnya, saat memukul lengan Aartox, tentu Ren kesakitan karena memukul batu yang keras.
"Arghh, lenganku!" Ucap Ren yang kesakitan
Ren berlutut dan memegangi tangannya yang kesakitan, dan saat dia berlutut, Aartox mengepalkan tangannya dan mengambil ancang ancang untuk memukul dia dari atas ke bawah.
Ren pun terhantam oleh Aartox hingga kepalanya menyentuh tanah dengan sangat keras.
Melihat itu, Nen ketakutan dan langsung kabur, dia mencoba lari keluar gang. Saat berlari, Hiro sengaja menyandung kaki Nen hingga membuat dia jatuh.
Saat Nen jatuh, Aartox melompat dan langsung mengincar badan Nen
"Ini hukumannya!" Ucap Aartox
Dia mendarat tepat di dada bagian belakang Nen dan membuat area sekitar retak sedikit, Nen pun pingsan akibat serangan keras itu.
Hiro berusaha bangun dan menghampiri Aartox, dia berhasil berdiri dan mencoba menahan Aartox yang hampir pingsan.
Aartox pingsan di rangkulan Hiro, Hiro yang melihat Aartox, paham kalau dia sudah berjuang keras dan kuat menghadapi rintangannya.
Scene berpindah ke Hiroi yang sedang duduk di atas bangunannya, dia sedang menyalakan api di tangannya untuk menghangatkan diri, namun saat dia sedang melamun, datang seseorang dengan berjubah hitam dan tertutup semua menuju tempat Hiroi, Hiroi yang melihat itu langsung menyalakan api di kakinya dan turun dari gedung itu.
Saat terjadi turun tepat di kepala orang itu, Hiroi langsung mencoba menghantam dia dengan kaki apinya, Hiroi berhasil mengenainya dan membuat area sekitar retak.
Saat Hiroi fokus lagi, ternyata orang itu berhasil menepis serangan Hiroi dengan tangan es.
Hiroi kaget dan langsung mundur dan menjauh sedikit. Orang itu berhasil membangkitkan Chin es dan berhasil menahan serangan Hiroi.
"Tenang dulu, aku punya penawaran yang tak mungkin kau dapat tolak!" Ucap orang misterius itu
__ADS_1
Hiroi diam sebentar dan mencoba mengobrol dengannya.
-bersambung