
Hiro berlari tanpa arah dan tujuan, dia hanya berlari kesana sini mengitari kota nya dengan bertujuan menemukan Luvin... Dia seperti merasa di pancing oleh sesuatu, namun dia tak menyadari nya, hingga sampai lah Hiro di sebuah taman hijau.
Hiro berhenti di sana karena ada yang membuatnya salfok... Dia melihat sebuah sabit yang tajam nya tertancap di tanah, Hiro tau kalau itu adalah sabit milik Luvin
"woyy bajingan!! dimana kauu!!? "ucap Hiro yang berteriak
Saat Hiro selesai berteriak, dia melihat sekitar dan angin berhembus, tiba tiba ada seseorang di sampingnya dan merangkulnya
"Yoo! Hiro!" ucap orang itu ternyata Luvin
Luvin di samping Hiro sekaligus membawa sebuah es krim, Hiro terkejut dan sontak melepaskan dirinya dari rangkulan Luvin
"santai Hiro, mau es krim vanilla? Aku tau yang kau suka loh" ucap Luvin
"jangan bercanda, apa yang kau lakukan kepada teman ku!?" tanya Hiro dengan nada marah
Luvin menatap Hiro, dia melihat amarah dari balik mata nya serta wajah nya
"yahh... Mungkin ini bukan saat nya" ucap Luvin
Luvin melompat kebelakang dan berdiri di gagang sabit nya, dia berdiri tegak disana dan berpose seperti villain
"kau benar benar berubah Hiro, orang bodoh yang bahkan melupakan teman lamanya sendiri" ucap Luvin
Scene pun flashback ke masa lalu Luvin
Luvin adalah anak dari keluarga petani, ayah nya berteman dekat dengan ayah Hiro, dia selalu bermain bersama Hiro, bahkan sangat lengket kepadanya...
Hingga suatu ketika, ayah nya pulang kerumah dalam keadaan mabuk, istri nya pun menghawatirkan nya, namun saat istrinya ingin menolong nya, ayah Luvin marah marah kepada nya hingga menimbulkan suara berisik, Luvin terbangun dari tidur dan langsung mengintip keluar...
Dia melihat ibu nya yang tergeletak dan ayah nya sedang menangis sembari menyender di dinding rumah, Luvin tanpa pikir panjang berlari menghampiri ibu nya dan mencoba membangunkannyaa sembari menangis.
Saat itu, ada suara ketukan pintu rumah yang sangat keras dan suara seseorang yang memanggil nama ayah nya, ayah nya yang sedang bersandar langsung berlari dengan cepat menuju dapur rumah, Luvin tak mempedulikannya dan terus mencoba membangun kan ibunya.
Namun orang di pintu mendobrak hingga jebol pintu kayu nya, orang itu masuk dan menginvasi seisi rumah, Luvin dan ibu nya ditangkap dan diikat. Sampai datang lah seseorang berpakaian seperti jendral, dia bertanya di mana ayah nya Luvin, Luvin yang kecil dan polos tidak tahu itu dan masih menangis.
Sampai jendral itu mengeluarkan sebuah pisau dan hendak membunuh mereka, tiba tiba dari tubuh Luvin muncul garis garis hijau yang menyala, yaa Luvin mengawakend Chin nya di usia segitu dengan emosi sedih nya.
__ADS_1
Jenderal yang melihat itu merasa kalau Luvin adalah anak yang berbakat suatu hari kelak, dia pun memungut nya dan membawanya markas nya, membiarkan ibu nya bersama anak buah jendral yang masih menginvasi rumah Luvin.
Semenjak saat itu, Luvin terus disiksa dan di latih, mulai dari mengangkat dua ban mobil di usia 6 tahun, mengangkat sebuah barbel 5kg, dan yang lain.
Luvin benar benar tak tahan dengan hari hari nya, dia menangis dan menangis di malam hari.
hingga 9 tahun berlalu, Luvin berumur 15 tahun dan menjadi remaja yang murung dan pendiam namun memiliki kekuatan yang tak wajar.
Dia di beri misi oleh jendral untuk menyusup ke sebuah markas.
Luvin di umur segitu paham kalau sebenarnya ini adalah markas militer, ayah nya terlibat sesuatu dengan jendral militer yang membuat hidup mereka jadi rusak, Luvin diajari sebuah teknik menjadi pembunuh, dilatih fisiknya, hingga dicuci otaknya, dan sekarang dia telah menjadi pembunuh berdarah dingin.
Luvin diberi sebuah samurai oleh jenderal dan disuruh membunuh markas terroris. Luvin dengan kemampuannya mampu membunuh semua terroris di markas nya yang berjumlah 50 orang, dia membunuh dalam senyap.
Semenjak saat itu, Luvin mulai membenci cara kerja dunia kepadanya, dia benar benar membenci hidup, hingga dia berumur 17 tahun, dia meminta jenderal untuk membuatkan dia sabit raksasa.
Sampai sabit itu jadi, dia pun membantai semua orang yang ada di markas militer seorang diri, dan menyisakan jenderal nya dengan luka yang parah, jendral di kuliti dan disayat sayat hingga mati perlahan.
Luvin kabur dan menyusup di kapal kargo hingga dia berada di spanyol. Luvin disana terus melatih dirinya dan selalu bertarung dengan orang orang disana, bagi Luvin orang yang ada di daerah Hiro, tidak lah sepadan sedikit pun dengan petarung spanyol.
Scene kembali memperlihatkan mereka berdua yang masih tatap tatapan
Saat Hiro maju sedikit, tiba tiba dia berhenti saat menatap mata Luvin, dia melihat kegelapan sejati dalam matanya, dan dia merasakan jiwa jiwa yang pernah dia bunuh, puluhan, ratusan, ribuan... Hiro gemetar dan keringat sedikit.
"ketahuilah Hiro, dunia tidak pernah berjalan sesuai keinginan mu, bahkan ketika kamu berharap dengan wajah yang polos" ucap Luvin
Luvin turun dari sabit nya dan mencabut sabitnya, dia memasang pose dan maju perlahan
"maaf Hiro, namun di sini lah tempat mu akan mati" ucap Luvin
"jangan bercanda bodoh" ucap Hiro dengan nada kesal
Hiro maju ke arah Luvin, saat dia berlari sedikit, Luvin melompat ke depan dan berada di atas Hiro, saat dia dalam posisi terbalik, dia berada di atas Hiro dan langsung mengarahkan sabitnya...
Luvin memutar sabitnya dan... Dia menancap kan sabitnya tepat di kepala Hiro, sabit yang terbalik itu mengenai kepala bagian belakang Hiro, tak sampai disitu, Luvin bahkan terus mendorong nya hingga membuat sabitnya tembus sampai kepala depan Hiro.
Dia pun mendarat dan melihat Hiro berlumur darah, Hiro hanya bisa terdiam dan merasakan rasanya sekarat dan sakit yang luar biasa.
__ADS_1
"maaf Hiro, mungkin aku akan menyusul mu di neraka nanti" ucap Luvin
Luvin mencabut sabit nya dan membuat Hiro terjatuh kedepan, Hiro terus mengeluarkan darah dari dahinya dan muntah darah, hingga akhirnya dia benar benar tewas...
Luvin mengelap sabitnya dengan Jubahnya dan langsung pergi dari sana, Luvin berencana pulang lagi ke Spanyol dan tetap menjadi pembunuh bayaran di sana
"cih, menyebalkan"
Scene memperlihatkan layar putih, hingga menunjukan Hiro yang terbangun tanpa busana sedang berada di tempat yang putih semua... Dia melihat ada seorang kakek kakek berjanggut panjang dan putih, serba putih, dia bertanya apa sebenarnya semua.
"kamu telah mati nak e... Mending sini ikut kakek masak ikan bakar" ucap kakek itu
"aku... Kalah ya..."
Hiro langsung berlutut lemas karena mati di tempat seperti itu, namun dia di paksa join Ama kakek itu untuk memasak ikan bakar.
Saat Hiro berusaha nyalakan api, tiba tiba tangan dia tertarik oleh sesuatu, dia pun tertarik dan memasuki sebuah portal.
Hiro yang saat ini terbangun dari kematiannya, dia meraba dan menyentuh tubuhnya dan merasa ini dirinya
"apa ini mimpi?" tanya Hiro
Saat dia melihat sekitar, ternyata ada pak Dapon di sampingnya
"kau terlalu gegabah Hiro"
Pak Dapon telah membuat Hiro hidup kembali, sekaligus membuat semua orang berpikir kalau Hiro tidak pernah mati, dan sebagai gantinya, pak Dapon terkena penyakit impoten.
Hiro melihat sekitar yang penuh darah dan bajunya darah semua.
"Aku... Maaf, aku benar benar menyesal" ucap Hiro
"jangan menyesali perbuatan mu itu, tindak gegabah hanya merugikan mu sendiri, ayo kembali kerumah, aku akan melatih Mu sampai kau benar benar tak kuat berdiri" ucap pak Dapon
Mereka berdua berdiri dan berangkat ke rumah pak Dapon. Di sisi lain menunjukan pak tua tadi, dia berhasil menyalakan api dan sembari tersenyum
"kelak kau akan menjadi yang terkuat kok... Nak e"
__ADS_1
-bersambung