Fight For Everyone

Fight For Everyone
Tahap Kedua


__ADS_3

Hiro dan Yamada masih tak berkutik tentang orang yang ada di depan mereka, masalahnya adalah, Yamada takut jika dia menyerang maka orang itu akan menghindar dengan cepat, karena dia tipe kaiyo, dan saat berhasil menghindar yang di takutkan ya adalah dia berteriak dan memancing perhatian, disitulah dia tamat.


Yamada mengangkat tangannya, menandakan bahwa dia menyerahkan diri dan tak berani macam macam, Hiro masih dengan wajah panik, dia deg deg an dan bingung harus ngapain.


"sekarang jawab pertanyaan ku" ucap orang itu


Saat hendak bertanya, ada seseorang yang memanggil orang itu dari bawah gedung


"oi Arman, apa ada sesuatu?" teriak orang itu


disinilah Yamada dan Hiro semakin panik hingga berkeringat, jika orang itu memberi tahu, maka mereka berdua akan kelar di keroyok.


"tidak ada yang menarik" ucap orang itu


"owh baiklah" ucap temannya yang di bawah


Yamada dan Hiro bingung, kenapa dia harus berbohong dari temannya sendiri. orang itu melepaskan bahu Hiro dan membiarkan nya lepas, Hiro langsung berdiri dan berlari di samping Yamada


"nama ku Arman, sekarang aku akan menanyakan kalian satu persatu dengan rinci" ucap orang itu


"pertama, apa yang kalian lakukan disini?" tanya Arman


"(gawat, aku harus mencari celah untuk kabur, dan nampaknya Yamada juga sedang berpikir keras)" ucap Hiro dalam hati


"tujuan kami adalah menghentikan seseorang yang menyelinap kesini" ucap Yamada

__ADS_1


Hiro kaget karena Yamada jujur tentang tujuan nya, dia hanya bisa menyaksikan mereka berdua mengobrol


"kedua, jelaskan apa yang akan di lakukan orang yang menyusup itu" ucap Arman


"dia akan melakukan adu domba antara preman dengan berandal, aku yakin dia mengincar ketua preman dan memfitnah berandal, dan terjadi peperangan, oleh karena itu kamu disini mencegahnya" ungkap Yamada


"ketiga, butuh bantuan?" tanya Arman


Yamada dan Hiro heran, soal Arman yang ingin membantu dia, mereka berdua agak curiga sedikit tentang itu, namun mencoba ber positif thinking. Yamada mengangguk kepada Arman


"di arah selatan, ada sebuah penjagaan yang ketat, berarti di sana ruangan boss, jika memang penyusup itu mengincar boss, maka kalian harus memperhatikan ruangan itu terus menerus" ucap Arman


Hiro dan Yamada paham dan melihat ke ruangan yang di maksud, benar ada 2 penjaga berbadan besar serta ada 5 orang bersenjata menjaga ketat ruangan itu.


"mengapa membantu kami?" tanya Yamada


"entah mengapa, aku merasa hawa kalian berbeda dari orang lain, kalian memiliki sisi terang cahaya... Tidak, hanya orang itu yang memilikinya" ucap Arman sambil menunjuk ke arah Hiro


Arman terjun dari gedung itu dan mengikuti kelompok nya, kini Hiro dan Yamada harus mengatur ulang strategi.


Scene berganti ke Charlie dan Luna yang kini sudah keluar dari selokan, mereka muncul di saluran pembuangan toilet yang lumayan gede, mereka berdua pun naik.


"ewe baju ku jadi basah begini, harus nya cari jalan lain saj-"


Saat Luna sedang ngoceh, Charlie menutup mulutnya, ternyata ada orang di dalam toilet, mereka berdua langsung bergegas masuk ke ruangan toilet sebelahnya.

__ADS_1


Ada 2 orang dalam ruangan toilet itu, satu sebelah mereka, dan satu lagi Di pojok, mereka harus extra waspada, Charlie mengisyaratkan Luna agar tetap diam.


orang orang itu tak lama kemudian keluar toilet, Charlie dan Luna mengintip keadaan sekitar yang nampaknya sudah aman. Mereka hendak keluar toilet itu. Saat di pintu keluar, mereka melihat kanan kiri, nampaknya kosong dan mereka berlari buru buru pergi ke arah yang lebih aman.


Saat sedang berlari, ada sebuah belokan, Charlie terlalu mepet dengan tembok dan berbelok dengan cepat, hingga dia menabrak seorang anak kecil yang lagi lewat juga.


Charlie terpental kebelakang sementara anak kecil itu bisa bertahan dari tabrakan Charlie, Charlie kehilangan fokus dikit dan bingung mengapa dia bisa berdiri setelah bertabrakan.


Dia mulai sadar kembali kalau dirinya tak aman, dia langsung menggandeng tangan Luna dan melompat atap, dengan kecepatan serta kekuatan merayap, Charlie berhasil membuka ventilasi di atap dan masuk ke sana bersama Luna.


Anak kecil tadi memperhatikan hal itu, dia lanjut berjalan lagi dan tak menghiraukan hal itu.


Saat mereka berdua di ventilasi, sedikit protes dari Luna


"kau gila ya tau tau lompat gitu?" ucap Luna


"ssttt diam lah, dia bukan anak kecil biasa, aku yakin dia pengguna Chin juga, sebaiknya kita mengendap ngendap dari atap, aku berharap dia melupakan kita, tapi kayany mustahil" ungkap Charlie


Charlie mulai merangkak kedepan di susul Luna dari belakangnya. dengan minimnya informasi, Charlie kehilangan arah dan tak tahu harus kemana, dia terus saja berjalan mengikuti ventilasi itu, dia hampir putus asa karena hanya bisa berputar putar disana.


Saat mereka sedang lanjut merangkak, Luna mulai kesal dan maju dengan cepat berniat akan memimpin, namun apes nya dia, dia menginjak ventilasi yang rapuh dan terjatuh kebawah, Charlie tak sempat menolong nya dan hanya bisa melihat itu.


Saat di bawah, Luna terjatuh ke ruangan yang penuh orang, di sana banyak orang berkumpul... Apa yang akan terjadi kepada nya?


-bersambung

__ADS_1


__ADS_2