Fight For Everyone

Fight For Everyone
KufLife Tournament #2


__ADS_3

Sebelumnya: Zen telah di kepung oleh preman saat dia mencoba keluar arena dan membeli sebuah makanan. Zen terpaksa melawan semua preman itu seorang diri namun yang terjadi....


Scene berpindah kepada Hiro yang di yang kebingungan, sudah 10 menit Zen tak kunjung kembali. Hiro memutuskan untuk keluar mencari Zen. Charlie, Aartox dan Silvi juga ikut untuk berpencar mencarinya.


Mereka naik ke atas dan berpencar untuk mencarinya. Charlie mencari di bagian gudang, Aartox pergi ke bagian toilet, Silvi pergi ke daerah kantin jajan, dan Hiro menyusuri tempat tempat gelap.


Mereka terus mencari hingga 5 menit lebih. Hiro menelusuri tempat yang di lewati Zen, dan saat melewati tempat Zen di kepung tadi, Hiro kaget bukan main. Hiro melihat Zen yang babak belur dan belumuran darah, serta dalam keadaan posisi terbalik dengan kaki di ikat ke atas menggelantung.


Hiro syok berat dan langsung menghubungi yang lain untuk datang kesini. Setibanya mereka semua, yang lain kaget dengan keadaan Zen yang seperti itu.


Hiro mencoba untuk melepaskan talinya dan menolongnya, Charlie ber inisiatif memanggil tim medis terdekat, dan yang lainnya membantu Hiro.


Setelah beberapa lama, tim medis datang dan langsung membawa Zen ke UKS agar dapat di obati secepatnya.


Hiro mulai gelisah dan panik, karena keadaan Zen yang begitu serta pertandingan selanjutnya adalah giliran Zen, Hiro semakin bingung apa yang harus di lakukan, dia tak mungkin berpikir untuk menyerah.


Ada yang menepuk pundak Hiro, Hiro pun kaget, siapa yang menepuknya?


"Hai bang!" Ucap orang itu


"Ahh kau... Pixie?" Tanya Hiro


"Iya bang, aku Pixie"


Hiro melihat Pixie yang waktu itu datang merekrut, dan hebatnya dia tak lupa. Hiro bertanya

__ADS_1


"Ada apa kau datang kemari?"


"Begini bang, bagaimana aku menggantikan teman Abang yang terluka saja? Di Tournament ini, siapa yang tak hadir tapi sudah daftar, dapat di gantikan oleh orang baru" ucap Pixie


"Kau yakin?" Tanya Hiro


Pixie mengangguk yang berarti dia siap menggantikan, Hiro juga setuju. Dan mereka semua kembali ke dalam Area pertandingannya.


Hiro datang ke tempat pendaftaran dan akan menulis ulang nama Zen menjadi Pixie, dan wasit di panggil untuk menemui pendaftar itu.


"Sebentar lagi, akan ada pertandingan pertukaran, dari pertarung FreeDom Sekai. Zen di Switch menjadi Pixie!" Ucap komentator


"Tch, bagaimana bisa, ini tak bisa di biarkan, aku akan lakukan penyergapan lagi agar mereka tak bisa terjun ke final" ucap seseorang yang menonton


Seseorang datang dengan badan kekar dan kuat, dengan wajah sigma bejir. Kedatanganya di sorot teriakan penonton dan dukungan timnya.


"Dan petarung kedua, ada dari FreeDom Sekai. Pixie!"


Tak sedikit penonton yang menyambutnya, Pixie datang dengan sarung tinju dan boxer serta baju terbuka.


Mereka berada dalam satu ring sekarang, dan siap bertarung.


Bel berbunyi yang menandakan pertarungan di mulai, orang kekar itu langsung menyerang Pixie dengan hantaman keras. Pixie menunduk dan menghindar seperti pertandingan boxing, dan Pixie berpindah ke samping orang itu dan langsung melancarkan Jab! Ke arah dada orang kekar itu.


Seketika ruangan menjadi sangat hening. Tak lama kemudian, orang kekar itu tumbang dan langsung K.O

__ADS_1


Penonton yang heran pun mulai berteriak dan menyemangati Pixie.


"Pertandingan kali ini di akhiri oleh 1 Normal Jab oleh Pixie dari FreeDom Sekai!"


Pixie kembali ke Hiro.


"Wow, aku tak tahu kau begitu hebat" ucap Hiro


"Cih, paling juga kuat an gua" ucap Aartox yang iri


"Good job Pixie!" Ucap Silvi


"Bejir, GG luwh" ucap Charlie yang menyatir ke Pixie


"Pertandingan selanjutnya, adalah 8 Besar! Kita jeda 30 menit dan datang lagi kesini ya kalian" pengumuman dari komentator


Hiro yang puas dengan Pixie masih kesal dengan pelaku yang membabak belurkan Zen, dia akan Mencari nya nanti dan akan bersiap untuk pertandingan grand final.


"Sudah aku duga, anak ku memang kuat!" Ucap seseorang di atas balkon


"Iya ayah, dia mewarisinya dari ibu yang seorang petarung wanita, begitu juga Abang yang kuat saat pertandingan tadi" ucap wanita di atas balkon


"(Sebaiknya kau hati hati pria ku, lawan kali ini semakin berbahaya)" ucap wanita dalam hati


-bersambung

__ADS_1


__ADS_2