
Hiro saat ini sedang terduduk di rumah pak Dapon, baju dia benar benar berlumuran darah akibat serangan Luvin yang membunuh nya tadi, beruntung saja pak Dapon menyelamatkan nya dengan chin spesial milik nya.
Pak Dapon datang ke Hiro dan memberi nya baju milik Rizki, meski baju nya adalah baju Yoimiya gensin impek, Hiro tetap memakai nya dan bersyukur pak Dapon menolong nya.
"m-makas-"
Belum sempat mengucap terimakasih, Hiro langsung ditampar oleh pak Dapon
"bukannya sudah ku bilang jangan gegabah Hiro? Tindakan mu itu merugikan diri mu sendiri tau ga!" ucap pak Dapon yang marah ke Hiro
Hiro hanya bisa diam diomel pak Dapon, pak Dapon terus mengomel dan "menceramahi nya"
"ambil sisi positifnya saja, orang itu pasti mengira kamu mati dan pergi dari kota ini... Dengan begitu kamu tak perlu khawatir, huhh... Benar benar kamu ya" ucap pak Dapon
"maaf pak..."
"tidak usah minta maaf, ayo berdiri dan lanjut berlatih" ucap pak Dapon
Hiro berlatih keras, mulai dari push up dengan ban mobil di atas nya, hingga pull dengan kaki di tiang. Hari pun menjelang sore, Hiro berpamitan kepada pak Dapon untuk pergi bersiap untuk pertarungannya
"iya... Lain kali hati hati, jangan sampai kamu mati!" ucap pak Dapon
Hiro berterimakasih sekali lagi dan pergi berlari menuju rumahnya.
Scene nya berpindah ke Lea yang sedang di rumah nya, di kamar nya ada dia yang sedang menyisir rambutnya sehabis salon di rumah... Tiba tiba dia mendengar bunyi dari balkonnya, saat dia berdiri mencoba menghampirinya, tau tau dari balik gorden sudah ada Hiroi
"Halo!"
Lea terkejut dan sempat terjatuh, dia sedikit berteriak saking kagetnya
"shhh.... Jangan takut, aku tak akan menyakiti mu" ucap Hiroi
"kamu orang yang waktu itu!? Apa maumu, bagaimana bisa disini? Ini kan lantai 3" ucap Lea yang panik
"hmmm bagaimana ya..."
Saat mereka sedang mengobrol, tiba tiba ada suara orang berlari dari luar, jumlah nya sekitar 4 orang, Hiroi menduga itu adalah pengawal mereka.
Hiroi menyalakan api di kaki nya dan menendang sakti di udara, sehingga tendangan salto itu memuncrat kan api yang terkena gagang pintu Lea, pengawal tadi hendak memasuki ruangan, namun saat memegang gagang pintu, mereka kepanasan.
"maaf aku berbohong tentang tidak menyakiti mu" ucap Hiroi ke Lea
__ADS_1
"apa maksud m-"
Hiroi Tiba tiba di belakang Lea dan langsung memukul lehernya, sehingga dia pingsan di tempat karena tak memiliki durability yang besar, manusia biasa juga akan pingsan.
Hiroi menggendong nya dan membawa nya di bahu nya, dia kembali keluar lewat jendela, saat dia berhasil kabur, pengawal tadi berhasil masuk dengan melepas baju mereka dan menggunakan nya untuk melapisi tangan mereka.
Mereka melihat meja yang berantakan serta jendela yang terbuka dan Lea ga ada di sana, mereka juga melihat gorden yang kebakar sedikit di sana, salah satu pengawal bilang untuk menyuruh nya menghubungi orang sekitar dan mencari Lea sebelum orang itu jauh.
Hiroi saat ini sedang berada di atap rumah Lea, dia pun melompat dari sana dan melompat ke arah pohon hingga berhasil kabur Tanpa ketahuan sedikit pun.
Kini Hiro sudah pulang di rumah nya, dia berencana menelpon teman nya untuk bersiap buat bentrok yang akan terjadi nanti malam. singkat nya, dia berhasil menghubungi semua temannya dan mereka semua bisa dan mau, Hiro ditelpon Pixie saat hendak ke ruangannya untuk bertemu semua temanya.
"halo Hiro, aku mungkin agak telat ya" ucap Pixie di telpon
"kenapa? Ada apa?" tanya Hiro
"Kaka ku menghilang dari kamar..." ungkap Pixie
Hiro terkejut dan benar benar kacau dalam hatinya, dia marah...
"apa? Siapa?" tanya Hiro dengan nada marah
"eugh ga tau, ini pengawal aku bilang mereka menemukan petunjuk berupa api dan petunjuk lain yang berhubungan dengan panas" ucap Pixie
"kamu gapapa telat Pixie, kami akan menunggu mu, mohon cepat sedikit ya" ucap Hiro
Hiro menutup telpon dan memasang muka marah, dia benar benar ga percaya Hiroi beneran melakukan hal yang dia mau dengan melibatkan Lea, dia langsung pergi ke tempat ketemuan tanpa pikir panjang.
Hiro saat ini sedang berada di ruangannya, dia sudah rapih dan bersiap untuk menghadiri pertarungan yang besar, Hiro sempat membawa Keling, besi yang dipakai di tangan untuk memperkuat pukulannya.
Saat Hiro sudah rapih, temanya sudah ada di luar, dia keluar dan menghampiri teman temanya, Aartox, Charlie, Ray, Silvi mereka semua ikut kecuali Pixie.
"Pixie akan terlambat hari ini... Jadi kita jalan lebih dlu" ucap Hiro
Mereka pun berangkat menuju tempat yang di tuju. Scene memperlihatkan Hiroi yang sedang mengikat Lea di sebuah atap gedung, dia mengikatnya di bangku dan melihat ke bawah.
2 kubu mulai memasuki arena pertarungan, terlihat banyak sekali orang di sana
"ini benar benar akan menjadi menarik!" ucap Hiroi dengan full senyum
Di atas gedung, Hiroi tak sendirian, dia bersama Messa, Kai, dan pengawal nya, mereka melihat apa yang akan terjadi selanjutnya.
__ADS_1
Yudo dan Vin berhadapan dengan anak buah mereka di belakang yang berjumlah banyak sekali orang.
"Aku berharap engkau jangan mati ya..." ucap Yudo
"bangsat juga kamu..." ucap Vin yang kesal
Diam diam, Vin menggunakan Chin nya dan melempar pohon ke gerombolan anak buahnya, Yudo menganggap itu serangan pembuka, dia langsung berteriak dan menyuruh mereka maju.
Bentrok nya pun di mulai, bagian berandal maju ke bagian preman, begitu juga sebaliknya, mereka mulai berhamburan dan saling menyerang dan menghantam sana sini, Hiroi yang melihat itu tersenyum puas.
Scene memperlihatkan Hiro dan kawan nya yang baru saja tiba di tempat sana, mereka dari jauh sudah mendengar suara gaduh.
Hiroi melihat Hiro yang baru saja tiba di sana, dia pun mengisyaratkan temannya untuk turun dari gedung itu dan menghampiri mereka, mereka semua pun turun dan hendak menghampiri Hiro.
"ughh... Ini benar benar ramai dan rusuh, kita harus berpencar!" ucap Hiro
Hiro pergi ke gedung bersama Ray, Aartox pergi ke kanan bersama Silvi, sedangkan Charlie pergi sendiri untuk membantu Hiro membuka jalan.
Charlie maju paling pertama dan dia menghajar orang yang di depan, tak peduli itu adalah berandal atau preman. Hiro dan Ray maju di belakang Charlie.
Sementara itu, Aartox dan Silvi ikut bertarung dalam keramaian sembari mencari seseorang, saat Aartox sedang di keroyok 3 orang, Silvi hendak membantunya nya, dia di hampiri seseorang, ternyata dia adalah Luna
"Kak... Maaf ya, aku kangen kakak" ucap Luna
"kamu ngapain di sini?" tanya Silvi
Luna berjalan mendekati Silvi dan hendak memeluknya, Silvi hendak membiarkan Luna memeluknya, namun saat sudah dekat, Luna menendang perut Silvi hingga dia terpental lumayan jauh, dia terjatuh dan kesakitan sembari melihat Luna.
Aartox yang sudah selesai, dia hendak menghampiri Silvi, namun tiba tiba dia di cekik dari belakang oleh Arman yang melihatnya, dia ga tau kalau Aartox adalah teman Hiro.
"mau kabur kemana kau" ucap Arman
Aartox membalikan badanya ke belakang dan berhasil lepas dari Arman, dia pun harus bertarung dengannya sembari mengawasi Silvi.
Saat Hiro dan Ray sedang berlari menyusul Charlie yang terlalu cepat, tiba Hiro di kejutkan dengan kehadiran Hiroi di depan mukanya
"Baa!"
Hiro kaget hingga mundur selangkah, namun Ray di tarik oleh Kai dan di lempar menjauh oleh nya, kini Hiro sendirian menghadapi Hiroi. Charlie yang menyadari Hiro dan Ray tak mengikutinya, dia mulai panik dan tak tau harus apa, dia pun mulai di kepung okeh 15 preman di sana.
Mereka semua terkepung dan dalam keadaan genting, dia berpikir apakah Hiro berhasil selamat dan memenangkan pertarungan ini?
__ADS_1
-bersambung