
Hiro, Messa, dan Hana berhasil sampai ke rumah Yamada, terlihat Yamada yang memandangi mereka dengan tubuh separuh tertutup aura hitam dan mata kanan yang merah menyala.
"Ada apa? Kau disini!" tanya Yamada
Suara Yamada seperti ada sound efek mic, bergema dan berat, seperti suara seekor monster besar dan seram.
"Anu, sebenarnya kami ingin meminta bantuan mu, kami benar benar terpojok karena semua anggota, teman, dan tempat ku, semua hilang... Mohon bantu kami Yamada!" ucap Hiro yang memohon.
"Kamu rela kesini demi meminta bantuan ku? Apa kamu ga liat kondisi ku yang mengenaskan seperti ini?" tanya Yamada
"Aku paham kamu kesulitan, namun aku bisa membantu mu, aku punya kenalan yang paham banyak tentang Chin! Oleh karena itu, jika kamu membantu ku, aku akan membawa mu kepadanya!" ucap Hiro
Mendengar itu, Yamada sedikit tercerahkan
"Baiklah, aku terima tawaran mu... Namun berhati hati lah, aku terkadang tak dapat mengendalikan diri" ucap Yamada
Yamada bergabung dengan kelompok Hiro, dia berdiri dan menunjukan 60% bagian tubuh nya tertutup aura hitam.
"Baiklah Hana, waktunya pergi" ucap Hiro
Saat Hiro memanggil Hana, dia tak mendapat respon dari nya, ternyata saat dilihat, Hana tak ada di ruangan sana, padahal sebelumnya dia ada di samping Messa, Messa bahkan juga ga sadar kemana pergi nya.
Di suatu tempat, Hana seperti terpental mundur kebelakang, dan dia berhasil kembali normal, ternyata dia di teleportkan oleh seseorang menggunakan Chin bertipe kaiyo.
Dia melihat pemandangan sekitar, ada air terjun, pohon pohon, dan udara sejuk, dia sadar kalau dirinya di teleportkan ke tengah hutan. Tak lama, ada seseorang yang muncul, awal kemunculan nya ditandai dengan glitch dan perlahan lahan menampakan dirinya.
"Dengan begini, Hiro itu ga bakal bisa kabur, benar kan?" ucap nya
Melihat ciri ciri orang itu, Hana langsung tau kalau dia adalah anggota the Clown, dia adalah Natan yang ditugaskan untuk memburu Hiro, dengan Chin bertipe kaiyo, yang memungkin kan dirinya untuk berpindah tempat, kebal serangan, dan bahkan menyerang dengan menggunakan Glitch.
"(target nya bukan Hiro? Namun aku, ini sudah bisa buktikan kalau mereka berjumlah dua orang, dia berniat memisahkan ku agar Hiro tak bisa kabur kemana mana, baiklah)" pikir Hana dalam hati
"Sebaiknya kamu jangan meremehkan kan aku ya paman, karena aku bukan anak kecil biasa..." ucap Hana
"Cih songong banget, aku bisa membunuh mu dalam satu kali serang!" ucap Natan
Natan awal nya nge glitch, dan tau tau dia sudah berada di depan Hana dengan kecepatan yang ga masuk akal, beruntung Hana sudah siaga, dia berhasil tertelan kebawah sebelum terkena serangan.
Dia melihat ciri ciri seranganya, serangan Natan mengenai batu besar, saat dia memukul batu itu, tiba tiba di kepalan tanganya muncul sebuah Glitch dan langsung membuat lubang besar di batu itu.
"(Kecepatan? Bukan, teleport! jika aku telat sedetik saja, aku yakin aku sudah jadi logo iPhone)" ucap Hana dalam hati
"kali ini aku tidak akan main main, bersiap lah bocah dungu!" ucap Natan
Scene berpindah ke Hiro dan yang lain, Hiro mencoba keluar dari rumah Yamada, namun Messa merasakan ada sesuatu di luar, dia hendak memperingati Hiro, namun Hiro terlambat dan sudah membuka pintu.
"Hiro! Awas!" ucap Messa
Saat pintu terbuka, Messa langsung menendang Hiro hingga terjungkal kedepan, dan benar saja, beruntung Messa cepat menolong Hiro, karena ada sesuatu yang besar jatuh dari atas pintu dan menciptakan suara, daya hancur, dan asap yang tebal.
Hiro berdiri dan melihat ke arah tadi, saat asap mulai hilang, terlihat seseorang menggunakan topeng emosi senang, Hiro langsung bisa menyimpulkan kalau dia adalah anggota the Clown.
"Gyahahaha! Aku berhasil menyelesaikan misi ku dengan cepat! Gyaahhh!!!" ucap orang itu
Dia adalah Jack, partner Natan yang ditugaskan Vonix memburu Hiro, dia pengguna Chin bertipe penguat, dia bisa mengubah tangannya menjadi sebuah benda yang besar maupun kecil dengan material 'Besi'.
"Messa! Yamada! Kalian baik baik saja?" teriak Hiro
Terlihat pintu Yamada yang udah jebol dan memperlihatkan Messa dan Yamada yang terlihat baik baik aja.
Jack langsung mengubah tangannya menjadi palu besar, dia mengayunkan nya ke arah Messa, dengan reflek yang hebat, Messa bisa menghindari serangan itu.
__ADS_1
"Guhh kau cepat juga, namun kamu kurang gesit" ucap Jack
Tiba tiba, saat Messa terhenti sejenak setelah menghindari serangan Jack, ada sebuah kapal raksasa di bagian kirinya, tiba tiba kapak itu berhenti dan ga bisa di gerakan.
Yamada menahan kapak itu dengan tentakel bayangannya.
"Menganggu! Mati lah!" ucap Jack
Tangan Jack yang awal nya kapak berubah jadi tong besar, membuat dia lepas dari tentakel Yamada, dan dia menyerang nya dengan itu.
Yamada fokus ke serangan dari arah kiri, membuat dia lengah di arah kanan, dia pun terpukul dan terpental kebelakang akibat serangan tiba tiba dari Jack menggunakan tinju raksasa.
"Wahahah... Siapa selanjut nya huhh!??" ucap Jack
Hiro dan Messa sampai keringat karena melihat kekuatannya, dia berdua pun mencoba memahami satu sama lain dan membuat strategi.
Berganti ke Hana dan Natan, dia saat ini sama sama ngos ngosan akibat terlalu banyak menggunakan Chin, sehingga energi mereka habis buat saling menghindar tanpa berefek apapun.
"(Jika begini terus, aku bisa kehabisan energi dan akan mati oleh dia)" ucap Hana dalam hatinya
Dia benar benar berpikir cara mengalahkan nya.
"Cih, anak kecil ini merepotkan banget, kalo kamu mendekat kamu bisa langsung mati deh, ga ada acara tersiksa gitu" ucap Natan
Natan perlahan berjalan maju ke arah Hana yang masih bengong mikirin cara mengalahkan nya, hingga akhirnya dia tercerahkan oleh satu ide.
"Baiklah, mungkin ini cara nya beresiko, tapi aku harus coba" ucap Hana
"Huh?"
Tiba tiba tanah di bawah mereka menjadi hitam ke abu abuan.
"Grace hole"
Natan mencoba untuk kabur dari jebakan itu, namun dia keburu terhisap, mereka berdua pun terhisap masuk dan jatuh ke suatu tempat.
Di suatu sisi, ada pak Dapon yang lagi liatin burungnya.
"Duh ini burung ku kok bisa mati ya, padahal makanan nya masih ada, hadeuhh..." ucap nya
Tiba tiba dari atas, jatuh 2 orang yang membuat pak Dapon kaget.
Dia adalah Hana dan Natan, Hana sudah tak dapat bangkit akibat kecapean, Natan bangkit dan melihat sekitar.
"Apa apaan ini, tempat nya burik banget" ucap Natan
"Hey siapa kamu! Lagian kenapa kamu ngatain rumah saya hah!?" Ucap pak Dapon
Pak Dapon menyadari kalo yang terjatuh adalah Hana, dia juga melihat Natan menghampiri Hana dengan Chin di tanganya yang hendak menghancurkan kepala Hana.
Saat dia bergerak untuk melancarkan seranganya, tiba tiba tangannya terhalang oleh pedang, tanganya pun dihempas kan oleh pedang itu, dia melihat arah pedang itu.
Ternyata itu pak Dapon, entah darimana dia bisa dapet pedang berwarna biru pucat dan bentuknya lumayan besar dan sangar.
"Terpaksa deh aku harus keluarin ginian..." ucap pak Dapon
"Pak tua konyol, menyingkir lah!" Ucap Natan
Kesalahan terbesar umat manusia adalah, menganggap pak Dapon Hanya pak tua biasa, pak Dapon mengambil ancang ancang, dan dengan cepat menebas si Natan dengan pedang nya.
"Ruler sword!" Teriak pak Dapon
__ADS_1
Pedang pak Dapon mampu mengubah sebuah organisme menjadi apapun yang dia mau, bahkan pak Dapon dapat membelah apapun, dari yang sebesar planet hingga sekecil atom.
Saat itu, tiba tiba Natan menghilang, namun baju nya masih ada serta topengnya yang terjatuh semua, Natan ternyata di ubah oleh pak Dapon menjadi burung.
"Nahh, akhirnya aku punya burung baru toh" ucap nya sambil memasukan burung itu ke sangkar.
Hana yang baru sadar, tidak mendapati keberadaan Natan, dia Hanya melihat pak Dapon yang ada disana.
"Permisi om, tadi ada liat orang ga?" Tanya Hana
"Orang? Ga ada" ucap pak Dapon
Pertarungan masih terjadi di pihak Hiro, Hiro ga mampu menyaingi kekuatan Jack, terlihat dari tangan Hiro banyak luka memar dan darah akibat menangkis serangan Jack.
"Hiro, biar aku"
"Mundur Messa, ini adalah pertarungan ku" ucap Hiro
Berkali kali Messa hendak membantu Hiro, namun si pala batu itu masih kekeh ingin duel.
"Maju, kali ini ku habiskan dalam sekali serang" ucap Jack
Hiro berdiri dan menarik nafas, hingga saat dia menghela nafas, tiba tiba baju nya dilapisi aura emas, Messa yang melihat itu cukup terkejut, apa Hiro sudah membangkitkan chin nya?
Hiro berlari ke arah Jack, begitu juga dengan Jack yang mengubah tangannya menjadi pisau raksasa, saat mereka sudah dekat, Hiro dan Jack melancarkan serangan.
Hiro berada di belakang Jack, dan Jack masih terdiam begitu juga Hiro. Hingga tiba tiba, wajah Jack tercakar cukup besar, dia pun kesakitan dan merubah tanganya kembali normal.
Hiro di bagian perutnya berdarah, dan terlihat seperti tertusuk.
"Bajingan... kau BAJINGAN!!" Ucap Jack
Jack berbalik badan dan mengubah tangannya menjadi sebuah bola raksasa, namun tiba tiba pergerakan nya terhenti.
Ternyata di bawah Jack ada sebuah aura hitam yang membuat nya sulit menggerakkan tubuhnya, hingga tiba tiba Yamada berada di samping Hiro.
"Menyebalkan, serangan mu ga berefek sih, namun aku kesal, mati lah" ucap Yamada
Tiba tiba Jack terhisap perlahan ke bawah aura itu, dia sempat mengoceh dan berteriak dengan keras, serta mencoba berontak, namun upaya nya sia sia.
Saat Jack benar benar menghilang Dari sana, Yamada pun merapal jurusnya.
"Beast encounter"
Scene memperlihatkan Jack yang berada di ruangan yang gelap gulita, hingga dia melihat ada mata merah yang menyala.
"Halo, makan malam"
Jack pun terseret ke mata merah itu, lalu dia berteriak Dengan keras dan kesakitan karena menjadi santapan Shimbi Yamada, Z.
Messa berlari ke arah Hiro dan mengecek luka di perut nya
"Kau terluka, Hiro. Ayo obati dulu" ucap Messa
Mereka berdua pun kembali masuk ke rumah Yamada untuk mengobati Hiro.
Sementara itu, Vonix dapat merasakan kehilangan hawa kehidupan mereka berdua.
"Sial... kenapa anak buah ku semua ga ada yang berguna sama sekali, ini benar benar sialan..." ucap Vonix
Vonix pun mengobrak Abrik benda di sekitarnya untuk melampiaskan kekesalan.
__ADS_1
"Tunggu aku... HIROO!!"
-bersambung