
Scene di buka dengan Hiro yang sedang duduk di dekat jendelanya, dia sedang menikmati siang hari yang cerah dan tenang sembari meminum kopi hangat.
Beberapa menit kemudian, dia mulai bosann, dia menghubungi teman temannya. Saat Hiro menghubungi Charlie, ternyata dia tak bisa
"Maaf Hiro, aku sedang pergi nonton bersama pacarku, mungkin esok saja" ucap Charlie di telpon
Hiro rada kecewa dengan itu, saat dia ingin menghubungi Aartox, dia melihat keluar jendela, dia melihat Aartox dan Silvi yang baru datang dan langsung duduk di taman.
Mereka berdua Dateng bergandengan dan duduk berdekatan, saat mereka duduk, Silvi mulai menyenderkan kepalanya di bahu Aartox, dan Aartox merangkul Silvi.
Melihat itu, Hiro muak. Saat Hiro sedang sedih dengan temannya yang mentingin ayang nya itu, ada Pixie yang masuk ke ruangannya.
"Ummm... Hai!" Ucap Pixie
Hiro mulai terpikir dalam benaknya, dia bagaikan melihat sumber cahaya yang begitu terang, dia nampak melihat malaikat penerang kehidupannya yang hampa.
Hiro berdiri dan menghampiri Pixie dan memegang bahunya dan berkata
"Pixie! Kau lah penyelamat hidup ku, kau datang di waktu yang tepat, kau lah sahabat ku, kau teman baik ku!!"
"Huh..? Apa yang kau maksud Hiro?" Tanya Pixie
"Minta nomer kakak mu dong, kau kan pasti punya, hehe" ungkap Hiro
Pixie yang udah Bangga jadi kecewa berat, dia langsung membuka hape nya dan membagi nomer kakanya yaitu Lea.
Selesai membagi nomer telepon kakanya, Hiro langsung pergi ke pojok ruangan dan langsung memainkan hapenya.
Pixie yang melihat itu langsung kesal dikit
"Setidaknya bilang makasih kek, huhhh... Mendingan main PS 5 di rumah" ucap Pixie yang menggerutu
Hiro mulai menghubungi nomer itu, dia mengetik pesan untuk menyapa Lea. Saking gugupnya Hiro, badannya sampai gemetar dan tak tahu apa yang harus dia katakan.
Dia mulai lost control dan ngetik ngasal
"(Halo kak, beli sabun)"
"Lah kok beli sabun sih, hapus hapus"
Hiro malah bingung sendiri dan gugup serta keringet dingin nyampur, dan akhirnya setelah berlama lama, dia ngetik "Pe" di dalam pesan itu
"Ya siapa?" kata Lea dalam pesan
Hiro mulai panik dan berguling guling di lantai, dia ga tau harus bilang begimana lagi soal ajakannya, Hiro langsung memberi tahu siapa dirinya
__ADS_1
"Uhhh anu... Aku Hiro" ucap Hiro dalam pesan
"Ohh kamu toh, yaudah aku save. Ada perlu apa Hiro?" Tanya Lea dalam pesan itu
Hiro semakin bergetar dan semakin panik, dia bingung harus bilang apa, dia rasanya kaya mau teriak yang kenceng karena efek panik nya ini.
Jari Hiro mulai gemetar dan bingung harus ngetik apaan, dan dia mulai ngetik tanpa sadar
"Jalan yuk"
Saat Hiro mulai sadar kembali, dia melihat pesan itu dan dia syok berat dengan apa yang di ketiknya, dia mulai depresi serta menunggu jawaban dari Lea, entah dia menerima atau menolak.
Pesan masuk dari Lea, Hiro tak berani membuka pesan itu dan dia menutup hapenya, namun dia takut mati penasaran, lalu dia membuk pesan itu secara ngintip ngintip.
"Boleh aja, kebetulan aku ada waktu luang"
Hiro hatinya seperti berbunga bunga dan meleleh, dai senyum senyum sendiri serta ngetik dengan ga sadar lagi
"Aku tunggu kamu di halte bus jalan bla bla bla bla ya"
Hiro berdiri dan berjalan kekamarnya, dia mempersiapkan baju yang rapih dan bagus, serta tak lupa pake Pomade, Hiro juga menggunakan parfum yang baunya ga ilang ilang kaya kentut kuda Nil. Sekarang dia tampangnya sudah MAN banget.
Hiro pergi ke tempat yang akan di jumpai.
Hiro bengong bentar, memperhatikan kecantikannya yang baru pertama kali lihat wanita secakep dia dalam hidupnya
"Hei... Halo..? Hiro, kamu denger ga??" Ucap Lea yang mencoba buat Hiro sadar
Hiro sadar dan langsung berdiri dan benerin bajunya
"O-oh iya, iya iya"
"Kita mau kemana?" Tanya Lea
Hiro baru kepikiran, dia mau kemana?. Hiro mulai panik lagi, rasanya kaya dia mau hilang, dia sedari awal tak tahu dan tak punya tempat tujuan yang akan di datanginya.
Hiro panik dan mulai melihat sekitar dengan cepat, saat melihat lihat, mata dia tertuju pada poster di tiang listrik. Disana tertulis "come to Ride Park, we hold a variety of rides and food here!"
"Ohh, kita akan pergi ke tempat yang baru buka! Ayo!" Ucap Hiro
Hiro menggandeng Lea dan mengajak nya masuk ke bis
"Eh ehh.. tunggu dulu" ucap Lea
Dan mereka masuk ke dalam bis itu.
__ADS_1
Setelah cukup lama, akhirnya mereka sampai di taman bermain penuh wahana itu.
Hiro dan Lea keluar bis dan langsung masuk kesana, tempat itu berlokasi di jembatan, yang di sekitarnya ada pantai dan akan menjadi pemandangan indah.
"Ayo, kita masuk kesana" ucap Hiro
Tak ada angin tak ada hujan, Hiro menggandeng tangan Lea, tentu saja Lea beraksi dan mengantongi tangannya sambil malu
"Ahh... Iya ayo.." ucap Lea yang malu dengan yang di lakukan Hiro tadi
Hiro bingung ada apa dengannya, tanpa pikir panjang, dia langsung masuk ke sana dengan Lea di belakangnya.
Mereka cukup banyak menghabiskan waktu dengan naik wahana, makan makan, hingga waktu berjalan sampai sore hari.
Mereka berdua sangat menikmati waktu bersama mereka
"Huhh... Ini benar benar hari yang menyenangkan ya!" Ucap Hiro yang tersenyum sambil menatap Lea
Lea yang menatap Hiro kembali, melihat senyuman Hiro yang menawan di tambah terbenamnya matahari sore
"Iya, benar benar menyenangkan" ungkap Lea
Mereka berdua saling tatap tatapan, tak selang lama, kepala mereka mulai maju dan hendak berciuman satu sama lain. Saat ciuman mereka hampir sampai, benar benar hampir sampai, entitas tak di kenal muncul dan langsung merangkul Hiro
"Woww... Kan benar, itu kamu Hiro hahahaha" ternyata itu adalah Charlie
Charlie muncul dengan pacar nya dan langsung merangkul Hiro, Hiro dan Lea yang kaget langsung menjauh dan nge blush.
Hiro kesal dengan kemunculan Charlie yang engga pas banget Ama timingnya
"Arghh kamu kenapa datang disaat seperti ini" ucap Hiro
Mereka tertawa dengan di susulnya terbenam matahari.
Scene berpindah ke seorang anak kecil yang sedang menelpon anak buahnya, dia berencana membangun sebuah tenda besar, nampak seperti tenda yang akan di adakannya acara Sirkus.
Saat anak kecil itu selesai menelpon anak buahnya, datang seseorang dengan melompat tepat di depannya.
"Yooo... Lama tak jumpa, Yudo!"
Anak kecil itu langsung memasang muka kesalnya dan menatap orang itu
"Kauu..!!! Hiroi....!!" Ucap anak kecil yang kesal itu
-bersambung
__ADS_1